Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Menemui Ayu


__ADS_3

Bab 1


*******


Seorang balita mungil nan lucu diserahkan begitu saja oleh sang Ibu kepada seorang wanita yang bernama Ayu dan wanita itu adalah adik dari laki laki yang tanpa belas kasih menceraikannya, sang ibu bernama Diani yang sudah melahirkan anak balita tersebut.


Pagi itu kepedihan menguatkan tekad Diani.


lelah tak dirasa,butir-butir keringat tak sanggup lagi menyurutkan langkah kakinya menyusuri jalan beraspal.


sesekali Diani melihat raut wajah mungil dalam gendongannya." maafkan Ibu nak " Diani menguatkan hati. " Jagalah dia TUHAN,lindungilah dia dari segala bahaya yang akan menimpanya " Air Mata Diani mengiringi doa untuk buah hatinya.


Langkah kaki Diani terhenti disebuah rumah dan rumah itu adalah tujuannya.


keraguan tampak terlihat diraut wajah Ibu berumur 27 tahun ini namun,tekad bulatnya menuntun Diani menghampiri pintu rumah dan mengetuknya.


" Tok tok tok "..


Assallamualaikum " tok tok tok.. "Assallamualaikum ". tak lama kemudian dari dalam terdengar suara yang menjawab


salamnya.


" Wa'alaikumsalam " jawab Ayu dari dalam rumah lalu membukakan pintu " eh mbak Dian, masuk mbak " Ayu mempersilahkan tamunya tersebut yang adalah mantan kakak iparnya masuk dan mempersilahkan duduk, Diani pun masuk lalu duduk sambil memangku anaknya.

__ADS_1


" Tumben datang kemari mbak, ada apa dan anak yang mbak gendong anak siapa "? sapa Ayu memulai pembicaraan " siapa namanya "?


" Namanya Sabrina salsabila, dia anakku dan tentunya dia anak kakak mu Mas Kadrun " jawab Diani


" Ouh nama yang cantik " Ayu sambil mencubit gemas pipi sang anak yang terlihat begitu lucu.dalam benaknya Ayu teringat kembali peristiwa perceraian antara kakaknya dengan wanita yang sekarang ada dihadapannya.


" Maaf Ayu sampai lupa menawarkan mbak minum, mau minum apa mbak ? teh hangat atau jus biar Ayu buatkan" ucap Ayu


" Tidak usah repot-repot " ucap Diani ke Ayu karna tidak mau merepotkannya.


" Halah mbak ini tak perlu sungkan begitu " ujar Ayu yang tidak ingin ditolak.


setelah mengatakan itu Ayu pun pamit kebelakang untuk membuatkan air minum untuk Diani dan anaknya.


" Silahkan diminum tehnya mbak, kamu pasti haus " ucap Ayu


Diani pun mengambil satu gelas teh hangat buatan Ayu yang diletakan diatas meja kaca tadi.


" Saya minum ya yu " Diani meminta izin untuk meminumnya.


setelah Diani meminum dia pun meminumkan juga teh hangat itu kepada anaknya, tampak anak itu begitu haus menengguk setengah dari isi gelas itu.


Ayu terheran-heran melihat anak Diani menengguk teh hangat yang disediakannya dan menjadikan sebuah pertanyaan dalam benaknya karna Ayu tidak melihat Diani membawa susu botol untuk anaknya.

__ADS_1


" Mbak,ada apa datang kemari,apakah ada hal penting "?tanya Ayu ke Diani yang sedari tadi memperhatikan wanita didepannya tersebut begitu sedih dan bingung nampak dari wajah cantiknya yang terbilang masih muda itu.


" Saya datang kemari ingin menitipkan anak ini ke Ayu " ucap Diani begitu gugup.


seketika Ayu terkejut mendengar penuturan dari mulut Diani, dalam hati Ayu bertanya-tanya ( kenapa diani mau menitipkan anak ini ke saya !)


" Mbak, mengapa kamu mau menitipkan anak ini sama bibi" tanya Ayu yang diam sejenak seperti memikirkan sesuatu dibenaknya,tak lama kemudian Ayu pun kembali bersuara,


" Kan masih hidup bapaknya, kenapa tidak antarkan saja anak mbak ke bapaknya " saran Ayu


" Karna saya yakin,bapaknya tidak akan mau mengurus Sabrina terlebih lagi istri tua dan anaknya Mas Kardun belum tentu mau menerima Sabrina ,"


dulu Mas Kardun menyuruh saya menggugurkan kandungan, saya sudah coba segala obat tapi semuanya gagal , kasihan Sabrina dia tidak bersalah, tapi saya yang bersalah karna mau sama laki-laki yang sudah beristri ". panjang lebar Diani menceritakan semua apa yang sudah lama ia pendam sendiri selama ini kepada Ayu


Ayu diam saja menyimak semua ucapan Diani kepadanya.


" Ya sudah Sabrina boleh kamu titipin disini mbak tapi,saya tidak janji anak ini akan selamanya disini,mbak tau sendiri saya sendiri punya banyak anak " ucap Ayu kepada wanita didepannya saat ini.


Ayu seorang janda anak 3, suaminya meninggal karna serangan jantung,Ayu meneruskan usaha pabrik pembuatan kerupuk mentah peninggalan Almarhum suaminya kemudian kerupuk itu dititip-titipkan ke warung-warung dan juga ke pasar-pasar.


" Kalau Sabrina disini sama saya, lalu mbak mau kemana " ? apa mbak tidak kasihan sama Sabrina, lihat dia masih sangat kecil butuh perhatian,pelukan,kasih sayang mbak sebagai Ibunya. setengah membujuk Ayu kepada Diani agar berpikir ulang dan mengurungkan niatnya.


" Saya sudah daftar ke penyalur saya mau kerja keluar negri menjadi TKW ke Arab Saudi,kamu tenang saja saya akan kirimkan uang setiap bulannya untuk kebutuhan Sabrina, tolonglah yu".Diani memohon.

__ADS_1


✨ HAPPY READING ✨


__ADS_2