
Bab 12
Singkat cerita Sabrina kini sudah memasuki umur 7 tahun dan tahun ini Sabrina sudah menduduki bangku sekolah dasar ( SD )
Pagi ini suana rumah ramai karna perdebatan antara Kardun dengan sang istri,entah kenapa akhir akhir ini mereka sering berdebat karna hal sepele.
Sabrina yang notabene anak yang manja karna sang Kakak yang sering memanjakannya dan selalu membela dan melindungi Sabrina ketika ada teman bermainnya ngebully atau menyakiti Sabrina,Sulis yang akan maju paling depan.
Kardun dan Surti berdebat karna Sabrina yang selalu meminta tolong di pakaikan seragam dan sepatunya karna dia memang belum bisa memakainya sendiri,Surti yang ingin membantu Sabrina tiba tiba di tegur oleh Kardun dan tak di perbolehkan memakaikan Sabrina baju seragam dan sepatu sekolah atau baju rumah setiap pagi dan sore.
Karna Sabrina sudah besar,sudah saatnya ia belajar cara mengkancing baju seragam sekolahnya sendiri,cara mengikat tali sepatunya dan pakai baju rumahannya pikir sang suami.
Bukan tanpa sebab ia menegur dan melarang Surti menolong Sabrina,tapi alangkah baiknya istrinya itu mengajari caranya agar Sabrina bisa dan mandiri,karna Sabrina sendiri yang akan kerepotan pada saat tidak ada Surti dan Sulis dirumah lalu siapa yang akan membantunya kalau bukan dirinya sendiri.
Setelah mendengar penjelasan sang suami Surti pun mengalah menyudahi perdebatannya dengan suaminya karna ia membenarkan dan menyadari apa yang di ucapkan suaminya itu baik buat Sabrina kedepannya nanti.
Surti menghampiri Sabrina yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menunduk kan wajahnya menunggui dirinya dari tadi dan ia berjongkok di depan Sabrina sambil tangannya mengurai rambut panjang Sabrina ke telinganya lalu ia berkata kepada Sabrina.
" Bina,sini Emak ajarin Sabrina cara mengkancing baju seragam dan cara mengikat tali sepatu sekolah agar Bina bisa sendiri "
Bina pun mengangguk patuh dan memperhatikan ibunya mengajari dari kancing paling atas di kancing kan sama Surti,kancing berikut ia yang mencoba mengkancing karna di minta Surti mengikuti caranya.
Ketika sudah selesai di bagian seragam Surti pun mengajari Sabrina cara mengikat tali sepatu sekolahnya.
__ADS_1
" Sudah rapi deh anak Emak,sekarang Emak kasih tahu cara mengikat tali sepatu ya,Bina lihat baik baik okey "
" Okey Mak " saut Bina sambil mengacungkan jari jempolnya.
" Tali sepatunya masukan satu sama lalu ikat dan talinya angkat ke atas dulu dua duanya,lalu buat seperti telinga kelinci keduanya saling dikaitkan dan di ikat kebawa sampai kencang ya,sekarang Bina coba di sepatu kaki kiri Bina " ucap Surti
Bina pun menuruti apa yang di ajarkan Surti tapi yang namanya anak kecil baru belajar wajar klo masih ada salah salah sedikit dan di bantu di betulkan oleh Surti,setelah selesai melakukan apa yang disuruh ibunya Bina pun bersorak gembira karna ia sudah berhasil mengikat tali sepatu sebelah kiri.
" Yee Bina bisa Mak "
" Anak Emak pintar,di ingat ya caranya,jangan sampai lupa,sekarang ayok kita ke meja makan,kita sarapan dulu ka Sulis sama bapak sudah ada di sana "
Surti dan Sabrina pun berjalan bersama menuju meja makan.
Sesampainya di meja makan Surti duduk di sebelah suaminya,sedangkan Sabrina duduk di dekat kakaknya dan mencedok nasi goreng lalu memakannya dengan lahap.
" Gimana tadi sudah bisa mengkancing baju seragam dan mengikat tali sepatunya belum "
Bina yang diajak bicara pun menengok dan menjawab pertanyaan kakaknya
" Alhamdulillah sudah Ka,tapi masih sedikit kesusahan di tali sepatu hehehe "
" Tidak apa apa dek nanti lama lama juga biasa dan ahli " ucap Sulis kepada adiknya
__ADS_1
Sedangkan Kardun menatap istrinya dan bertanya.
" Sulit tidak tadi mengajari Anak itu,Mas harap Anak itu tidak membuatmu kesulitan "
Surti yang ditanya sama suaminya pun membalas " Tidak Mas,Bina Anak yang pintar,tadi dia melakukan semua yang aku ajarkan dengan baik "
" Syukurlah,besok besok kalau dia minta tolong lagi jangan menolong tapi ajari saja caranya agar dia bisa dan mandiri " ucap Kardun kepada istrinya.
Surti pun mengangguk
" Ya sudah Mas berangkat kerja dulu ti,di pabrik lagi banyak orderan kursi dan Mas harus mengecek yang sudah ready untuk segera di packing " ucap Kardun memberitahu istrinya
" Mas hati hati di jalan ya jangan ngebut ngebut bawa motornya dan nanti pulangnya tidak larut malam kan ?"
" Insya Allah Mas usahakan ya ti agar pulang tidak larut malam " ujar Kardun
Surti pun bangun dan menyalami punggung tangan suaminya lalu menyuruh Sulis juga Sabrina mengalami tangan bapaknya yang mau berangkat kerja,ketika Sulis yang menyalami punggung tangan bapaknya Kardun menerimanya dengan hangat tapi ketika Sabrina yang mau meraih tangannya untuk menyalami punggung tangannya tak di hiraukan dan Kardun menyelonong begitu saja seolah olah Sabrina tidak ada.
Surti dan Sulis yang melihatnya pun hanya menatap sedih ke arah Sabrina.
Sedari kecil Sabrina memang tidak diperhatikan sama ayah biologisnya yaitu Kardun,mengajak ia bermain pun tak perna,apa lagi menggendongnya ketika Bina sakit dan membalas sambutan Sabrina yang membentangkan kedua tangannya ketika Kardun pulang kerja pun tidak,malah ia melengos begitu saja langsung masuk kamar menganggap Sabrina tidak ada.
Akan kah Sabrina berhasil mengambil hati bapaknya.
__ADS_1
Tunggu episode² selanjutnya ya guys.
Jangan lupa like dan komennya. 🙏😄