Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Kedatangan Kakak Ipar


__ADS_3

Bab 6


Surti pamit kepada suaminya mau menemui Sabrina anak dari madunya dulu, walaupun kardun tidak mengizinkan Surti pergi, Surti tetap memaksa ingin pergi masa bodoh dengan suaminya yang sedang marah–marah di dalam kamar, Surti keluar kamar karna sudah jengah dengan suaminya itu,Surti menghampiri Sulis yang sedang duduk di ruang tamu dengan memegang toples kue kering di tangannya.


" Sulis... " panggil Surti sambil melihat jam dinding dilihatnya jam 7 malam,belum larut ucap Surti dalam hati.


" iya mak... " jawab Sulis sambil memutar tutup toples yang berisi kue kering tersebut.


" ikut mamak kerumah bibi kamu yok temani mamak " Sulis pun langsung mengiyakan.


Surti dan Sulis pun pergi kerumahnya Ayu dengan berjalan kaki karna rumah mereka tidak begitu jauh dan disinilah mereka didepan pintu kediaman Ayu adik iparnya.


tok tok tok... " Assallamualaikum... " Sulis mengucapkan salam,sedangkan Surti berdiri dengan tenang disebelah anak gadisnya.


"Wa'alaikumsalam... " jawab Ayu sambil membukakan pintu untuk tamunya, saat pintu terbuka Ayu kaget karna dihadapannya sekarang kakak ipar dan anaknya tiba-tiba saja datang tanpa memberi tahu dulu.


Ayu pun mempersilahkan kakak iparnya mbak Surti dan anaknya Sulis yang berumur 13 tahun beda 2 tahun sama Ayya anak sulung Ayu, mereka pun masuk dan langsung duduk diruang tamu.


Ayu juga ikut mendudukkan bokongnya di sofa tunggal yang biasa ia duduki kalau sedang baca novel.


" mau minum apa mbak,Lis " tanya Ayu pada mbak Surti dan Sulis.


" air putih saja Yu " jawab mbak Surti


" saya ambilkan dulu air minum ya mbak " ucap Ayu lalu berdiri melangkah pergi menuju dapur.


tak lama kemudian, Ayu datang dengan membawa nampan berisi 2 gelas air putih dan cemilan bulat–bulat hijau ada kelapanya bernama klepon di letakannya diatas meja.


" saya datang kesini ingin melihat Sabrina Yu, sengaja ngajak Sulis biar dia juga kenal adiknya " ujar mbak Surti pada Ayu.


" iya mbak, Sabrina ada sedang main sama Ara dan Aisyah di kamar Ayya " kata Ayu


" boleh mbak dan Sulis ke kamar Ayya " izin mbak Surti pada Ayu


" boleh mbak, kamarnya disebelah kamar Aisyah " mengarahkan tangannya sambil menunjukan salah satu pintu kamar yang ada nama Ayya di sana.


Surti dan Sulis pun bangkit berdiri langsung melangkahkan kaki mereka menuju pintu yang ditunjuk oleh Ayu pada mereka,sedangkan Ayu yang tak begitu jauh jaraknya ia berjalan dibelakang mbak Surti dan Sulis,merasa khawatir, khawatir mereka mengambil Sabrina lalu membawanya ke panti asuhan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya Ayu berlari dan berdiri didepan ibu dan anak itu sambil membuka lebar kedua tangannya menghalangi jalan mereka,lalu ia berkata.


" kalian cuma mau melihat bina saja kan, tidak akan mengambil dan membawa bina ke panti asuhan kan " cecar Ayu sambil bergantian melihat mbak Surti dan Sulis.

__ADS_1


Surti dan Sulis saling menatap satu sama lain lalu beralih menatap Ayu yang ada di depannya,Surti heran saat menatap wajah Ayu yang terlihat begitu khawatir.


" saya dan Sulis hanya ingin melihat Sabrina yang kata kamu Sabrina begitu menggemaskan dan lucu,saya tidak akan membawanya kemana-mana janji " ujar mbak Surti pada Ayu,membuat Ayu merasakan lega dan ke khawatirannya berangsur berkurang.


mereka bertiga pun akhirnya menuju kamar Ayya bersama–sama,ketika tiba di depan pintu Ayu langsung mengetuk dan membuka pintu itu.


dilihatnya Aisyah,Ara dan Sabrina balita lucu itu sedang bermain boneka diatas kasur Ayya, sedangkan Ayya sendiri sedang duduk di meja belajarnya sepertinya anak sulungnya itu sedang mengerjakan tugas yang tertinggal karna hari ini dia izin tidak masuk sekolah.


" mimih... " seru Aisyah dan Ara bersamaan, Sabrina sedang mainin bonekanya.


" boleh kami masuk " ucap mbak Surti tiba–tiba


reflek Ayya pun menengok sumber suara yang sangat di kanalnya.


" boleh Tante " jawab Ayya yang langsung beranjak dari meja belajarnya mendekati Tantenya dan menyalami tangannya,dilihatnya Sulis pun ada juga.


Meraka bertiga pun masuk ke kamar Ayya,mbak Surti yang melihat Sabrina langsung mendekati Sabrina dan digendongnya balita lucu itu,tapi Sabrina menangis saat digendong oleh mbak Surti,entah kenapa Sabrina seperti takut,membuat Ayu heran padahal waktu pertama datang kerumahnya Sabrina tidak begitu ketika digendong olehnya.


mbak Surti pun kaget karna Sabrina digendong olehnya menangis kencang dan ia berusaha menenangkan balita itu tapi Sabrina tidak mau berhenti menangis.


Surti memanggil Sulis agar mendekat


" iya Mak,dede nya lucu dan gemesin banget " jawab Sulis


lalu Surti pun menyerahkan Sabrina pada Sulis seketika Sabrina pun berhenti menangis, Surti dan Ayu saling menatap,inikah yang dinamakan ikatan sedarah.


Surti pun terharu melihat interaksi antara Sulis dan Sabrina,kakak adik satu bapak.


Sulis sedang sibuk menimang–nimang Sabrina yang sudah anteng digendongnya.


Surti menghampiri Ayu yang sedang duduk di pinggiran kasur bersama ketiga anaknya.


tiba-tiba Surti bicara " Ayu,saya mau bicara empat mata sama kamu,kita bicara diruang tamu saja "


mereka berdua berjalan keluar dari kamar Ayya menuju ruang tamu,ketika sudah sampai ruang tamu kedua orang berbeda umur itu duduk saling berhadapan.


" apa yang ingin mbak Surti bicarakan " tanya Ayu to the point sama kakak iparnya.


" saya perempuan Yu dan saya juga punya anak gadis " jawab kakak iparnya itu.

__ADS_1


" maksud mbak apa,langsung saja ke inti pembicaraannya mbak " kata Ayu


" maksud saya kita semua disini perempuan Yu,saya juga kasihan sama Sabrina,seperti yang saya bilang sama kamu tempo hari,biar saya yang mengurus dan membesarkan Sabrina,Sulis juga tidak punya adik,setidaknya kalau Sabrina saya yang urus kamu tidak akan kerepotan lagi Yu "


" Sulis dan Sabrina mereka saudara kandung walaupun beda ibu,kamu paham kan maksud saya Yu " sambung mbak Surti.


" dirumah nanti saya akan bujuk mas kardun Yu agar mau menerima dan membesarkan Sabrina sama–sama "


saat kakak iparnya bicara seperti itu Ayu diam saja seolah-olah sedang memikirkan perkataan kakak iparnya,biar bagaimanapun Sabrina anak dari kakaknya dan sudah menjadi kewajiban kakaknya sebagai ayah kandung Sabrina mengurus dan membesarkan Sabrina.


di tatapnya wajah kakak iparnya itu mencari ketulusan dan keikhlasan dimatanya,Ayu melihat kelulusan dan keikhlasan kakak iparnya yang mau menerima kehadiran Sabrina.


" Alhamdulillah " satu kata itu yang terucap dari bibir Ayu


" kapan pun mbak mau mengambil Sabrina saya tidak akan menghalangi kalau mbak sudah di izinkan membawa Sabrina ke rumah mas kardun dan mbak Surti,karna kalian juga berhak atas Sabrina " ucap Ayu kepada mbak Surti


" tapi jika saya dengar mas kardun dan mbak Surti membawa Sabrina ke panti asuhan,saya orang pertama yang akan melaporkan kalian berdua ke pihak yang berwajib,karna tindakan kejahatan itu mbak,ada undang–undangnya " ancam Ayu ke mbak Surti.


mbak Surti yang di gertak seperti itu sama Ayu pun langsung kaget dan gemetar.


kenapa Ayu sampai mengancam dirinya dan mas kardun,ah ya Ayu kan sayang sama Sabrina wajar saja jika Ayu bersikap seperti ini,ucap Surti di dalam hati.


" saya janji Yu,saya akan bujuk mas kardun,jika besok pagi saya kesini lagi itu artinya mas kardun menyetujui Sabrina tinggal di rumah kami " ujar mbak Surti


setelah menyampaikan tujuannya datang kerumah Ayu, Surti pun berdiri dari duduknya dan melihat jam di dinding menunjukkan pukul 9 malam,lalu ia pun berjalan menuju kamar Ayya dimana Sulis berada,ketika sudah di dalam kamar Surti melihat Sulis sedang duduk di tepian kasur sambil menatap wajah balita mungil itu yang sudah tertidur lelap, cuma ada mereka bertiga,Aisyah dan Ara sudah tidak ada di kamar itu,dua bocah itu pasti sudah masuk ke kamarnya masing-masing,pikir Surti.


Sulis menengok ibunya yang berdiri tak jauh dari tempat tidur.


" mak,sini dede nya lucu banget " ucap Sulis sambil pelan kan suaranya dan melambaikan tangan ke ibunya.


bukannya menuruti Sulis, Surti malah balik memanggil Sulis agar mendekat ke arahnya.


Sulis yang di panggil ibunya langsung menghampiri sang ibu.


" Sulis ayok pulang, sudah malam,besok kita datang lagi kesini,kita bawa pulang dede nya,mau "? tanya Surti ke anak gadisnya,Sulis pun tersenyum sambil mengangguk tanda ia setuju.


mereka berdua akhirnya pamit pulang sama Ayu dan Ayya,mereka semua berjalan bersama–sama menuju pintu,ketika sampai di pintu Ayu memeluk kakak iparnya dan berkata.


" semoga besok kalian membawa kabar baik " ucap Ayu yang di balas oleh Surti " insya Allah "

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2