
Bab 5
sepulangnya dari rumah sang kakak bi Ayu pergi ke warung untuk membeli bahan masakan, karna ia ingin membuatkan nasi tim buat Sabrina makan siang dan sore.
setibanya di warung mbak yum bi Ayu langsung memilah-milih sayuran serta daging ayam, seperti wortel, kentang, daging ayam dan hati ayam.
semua bahan tuk masak hari ini sudah bi Ayu dapat ia menyodorkan kepada mbak yum untuk dihitung.
" mbak yum tolong dihitung berapa total belanjaan saya " tanyanya
lalu dengan cekatan mbak yum menghitung semua belanjaan punya bi Ayu
" daging ayam 1kg 35ribu, hati ayam ¼ 10ribu, wortel 3000 dan kentang 10ribu, total semuanya 58ribu mbak Ayu "
bi Ayu mengambil uang di dombetnya selembar merahan lalu diberikan ke mbak yum
mbak yum ngasih uang kembalian ke bi Ayu 52ribu.
" makasih mbak yum, saya permisi "
sudah selesai berbelanja bi Ayu langsung pulang kerumahnya, ditengah perjalanan bi Ayu di cegat oleh mbak Surti.
" yu tunggu yu, saya mau bicara sama kamu, bisa kita ngobrol di sana sebentar " kata mbak Surti sambil menunjuk pos ronda yang tak jauh dari mereka berdiri
" saya mau menanyakan soal Sabrina yu " sambung mbak Surti.
bi Ayu membuang nafasnya perlahan lalu mengangguk tanda ia setuju, walau pun dalam hatinya masih merasa kesal karna diamnya mbak Surti ketika ia dan kakaknya sedang membahas masalah Sabrina dirumahnya satu jam yang lalu.
" kenapa tiba-tiba mbak ingin membahas mengenai Sabrina, bukankah tadi mbak diam saja,bahkan terkesan tidak peduli " ucap bi Ayu to the point.
" saya shock yu, dengan kabar yang kamu sampaikan itu, mas kardun dan saya juga perlu bicara empat mata terlebih dahulu untuk mencari solusinya, sepulangnya kamu dari rumah saya dan mas kardun membahas Sabrina " tutur mbak Surti kepada bi Ayu.
" terus apa solusi yang kalian dapatkan mbak " ketus bi Ayu
" yu saya mau mengurus Sabrina, biar dia jadi saudaranya Sulis, kamu tau sendiri kan saya punya anak satu-satunya yaitu Sulis, tapi mas kardun kekeh mau membawa,,,"?.
" mau dibawa kemana mbak, jawab mbak " tanya bi Ayu sambil menatap lawan bicara di depannya.
__ADS_1
" mas kardun kekeh mau bawa Sabrina ke panti asuhan yu "
" kenapa mas kardun begitu tega mau membawa Sabrina ke panti asuhan, apa kesalahan Sabrina mbak ? dia masih kecil tidak tau menahu masalah kalian orang tuanya, kalian tidak adil terhadap Sabrina, orang tuanya yang memakan nangka kenapa Sabrina yang kena getahnya, tidak punya hati kalian " marah bi Ayu tidak terima kalau keponakannya harus ditaruh ke panti asuhan.
bi Ayu amat marah hingga pergi begitu saja tanpa mendengar panggilan dari mbak Surti yang beberapa kali memanggilnya, bi Ayu tidak habis pikir kenapa kakaknya begitu kejam terhadap Sabrina dara dagingnya sendiri, sedih dan sesak dada bi Ayu ketika terngiang ucapan mbak Surti soal Sabrina yang mau diantar ke panti asuhan.
tak terasa bi Ayu meneteskan air mata mengingat begitu malang nasib keponakannya itu, sedangkan ia sudah bilang ke kakaknya, kalau tidak mau mengurus dan mengakui Sabrina ia mau mengurus dan mengakui Sabrina sebagai anaknya.
ia tak masalah kerepotan mengurus Sabrina dan ketiga anaknya sekaligus, toh rejekinya anak ada masing-masing.
ketika Ayu sampai di pekarangan rumahnya, ia langsung mengucap salam " Assallamualaikum " tanpa mengetuk pintu karna pintu rumahnya sudah terbuka terlihat dari luar.
terdengar suara Ayya menjawab salam dari ibunya " Wa'alaikumsalam " Ayya langsung mencium punggung tangan ibunya.
Ayya yang menjaga Sabrina,hari ini Ayya izin tidak masuk sekolah karna ibunya harus pergi kerumah pamannya.
" mimih koq lama pulangnya " ucap Ayya
" maaf ya lama pulang, tadi sepulang dari rumah paman kamu mimih mampir ke warung mbak Yum dulu, ni belanja bahan makanan,mimih mau buat nasi tim untuk Sabrina " ujar sang ibu lalu bertanya ke anak sulungnya
" Sabrina tidak rewel kan selama mimih tinggal "
Ayu lihat Sabrina sedang bermain beralaskan karpet karakter diruang tv sambil tengkurap sesekali Sabrina memasukkan mainan tersebut kedalam mulutnya, ketika melihat hal tersebut Ayu langsung melangkah mendekati keponakannya itu segera menggendong dan melepas mainan yang ada ditangan mungil balita itu,diikuti Ayya dibelakangnya.
" jangan ya sayang mainan itu kotor " larang Ayu sambil mencubit gemas pipi Sabrina yang gembul, balita yang ada digendongnya tertawa karna senang digendong oleh bibinya.
Ayya pun ikut mencubit bahkan mencium juga pipi Sabrina karna gemas melihatnya.
Ayu berkata kepada Ayya " Ayya tolong bersihkan sayur dan daging ayam yang mau dimasak hari ini, tadi mimih meletakan belanjaan dibawah meja ruang tamu kita " suruh Ayu yang di iyakan oleh Ayya.
" Ayya ke dapur dulu ya mih,mau membersihkan bahan masakan yang mau mimih masak " ucap Ayya dan segera melangkah menuju ruang tamu ingin mengambil keresek belanjaan ibunya.
sedangkan Sabrina ditemani Ayu bermain lagi, Ayu yang melihat tingkah lucu Sabrina, senyum dan tawa Sabrina seketika teringat ucapan kakak iparnya yang mengatakan kalau balita lucu didepannya mau dibawah ke panti asuhan.
terlihat jelas raut sedih di wajah Ayu,ia tidak rela keponakannya mau dibawah ke panti asuhan, apa pun yang terjadi ia akan mempertahankan Sabrina agar tetap dirumahnya.
sambil bermain dengan Sabrina,Ayu memikirkan bagaimana mencegah kakaknya agar tidak berbuat nekad, pasti tak lama lagi kakaknya akan mendatangi rumahnya, mengambil Sabrina dan kakaknya itu akan membawa Sabrina ke panti asuhan.
__ADS_1
kakaknya itu sudah terang–terangan menolak bahkan tidak mengakui Sabrina anaknya,kan ia sudah mengatakan kepada kakaknya kalau ia menerima dan mau mengurus Sabrina karna Ayu sudah menganggap Sabrina anaknya sendiri,lalu kenapa kakaknya masih mau mengusik dirinya dan Sabrina ?
setengah jam kemudian Ayya kembali dari dapur melangkah mendekati ibunya dan Sabrina yang sedang bermain bersama,lalu memberitahu ibunya kalau bahan masakan sudah bersih.
" mih, Ayya sudah menyelesaikan apa yang mimih suruh "
saut sang ibu " mimih mau masak dulu kalau begitu,Ayya jagain Sabrina disini okey "
" okey mih jangan khawatir Sabrina aman sama Ayya " sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
Ayu bangkit dari duduknya lalu melangkah menuju ke arah dapur mau memasak nasi tim untuk Sabrina,lauk pauk untuk dirinya dan anak–anaknya.
ketika sampai di dapur Ayu langsung meracik semua bumbu yang diperlukan dan semuanya sudah selesai Aya dengan gesit memasak berkutat dengan alat dapurnya.
satu jam kemudian Ayu sudah selesai dengan masakannya dan nasi tim untuk Sabrina makan pun sudah matang.
" Alhamdulillah, tinggal menyuapi Sabrina makan siang " dilihatnya jam dinding menunjukkan jam 12 siang.
lalu Ayu segara beranjak dari dapur dan melangkah keruang tv, di sana ada Ayya dan Sabrina, Ayu duduk tak jauh dari Ayya yang memangku Sabrina.
didepan rumah terdengar suara Aisyah dan Ara mengucapkan salam.
" Assallamualaikum " ucap mereka barengan
" Wa'alaikumsalam " jawab Ayu dan Ayya dari ruang tv.
Aisyah dan Ara menyalami tangan ibunya lalu dicium punggung tangan bergantian dengan kakaknya.
" kalian koq pulang bareng, seharusnya Ara kan yang pulang lebih cepat " tanya sang kakak
" Asiyah berpapasan sama Ara yang keluar dari gang thohir, jadi pulang bareng deh "
" Ra kamu dari mana koq keluar dari gang thohir " tanya sang ibu
" Ara tadi diajak mampir kerumahnya Wati mih, untuk mengerjakan PR matematika bersama " jelas Ara kepada ibu dan kakaknya.
" sudah sana kalian berdua ganti baju, nanti kita makan siang bersama " ujar Ayu kepada anak–anaknya.
__ADS_1
Mohon dukungannya guys. ☺️☺️☺️