
Bab 19
Sore ini Surti dan Sabrina dengan menaiki sepeda mendatangi tempat biasa Kardun main JUDI,dari satu tempat ketempat lainnya,tapii ibu dan anak itu tak kunjung menemukan sosok yang mereka cari,karna Sabrina mengeluh haus mereka pun menghentikan sepeda kebetulan pas memberhentikan sepeda di depannya minimarket,Surti menyuruh Sabrina menunggu di dekat sepeda lalu ia masuk ke Yossi mart dan membeli 2 botol air mineral untuk dirinya juga Sabrina,setelah minum mereka istirahat sebentar di depan ruko yang tutup,Surti duduk sambil berpikir keras tempat mana lagi yang harus ia datangi ?.
Sampai akhirnya Surti terpikirkan satu tempat,tapi apa mungkin Suaminya berada di sana,karna Surti masih ingat janji Kardun kalau dia tidak akan menginjakkan kakinya ketempat dimana dia bertemu dengan Diani,yang berujung nikah siri tanpa izin darinya,mengingat penghianatan suaminya mendadak hati Surti berdenyut nyeri.
Kalau sampai Aku menemukan Kau Mas di sana,Akan Ku beri Pelajaran Kau.
( Ucap Surti dalam hatinya ) dirasa sudah cukup istirahatnya,mereka bergegas melanjutkan kembali perjalanan menuju ketempat yang sesungguhnya tidak ingin Surti datang,tapi karna demi Pabrik mau tidak mau ia harus kesana.
Dengan membonceng Sabrina,Surti mengayuh sepedanya pelan menyusuri jalan yang berbatuan agar Sabrina aman.
20 menit kemudian.Mereka sampai di gang masuk yang tidak jauh dari tempat perJudian itu,terdengar suara pak Maman mengoceh kalau dirinya menang.
Samar² Surti mendengar suara suaminya,Benar dugaannya ternyata suaminya ada di tempat itu,lalu ia menarik tangan Sabrina untuk mengikutinya,setelah agak dekat ia dan Sabrina mengintip dari tiang listrik yang tak jauh dari Jonggol dimana para penjudi itu berkumpul,Surti berbicara ke Sabrina dengan berbisik...
" Sabrina,di sana ada Bapak " Ucap Surti sambil menunjuk ke arah orang² berkumpul.
" Mana Mak Sabrina tidak melihat Bapak ada di sana " Ujar Sabrina sedari tadi ekor matanya terus menatap tempat yang ditunjuk ibunya.
" Itu,sebelah orang yang memakai kemeja kotak² warna biru,Bapak Kamu pakai kaos putih polos "
Mata Sabrina terus mencari orang yang ciri²nya sudah ibunya sebutkan tadi dan memang benar Bapaknya ada di sana.
" Iyah Mak Sabrina sudah lihat Bapak " Ujar Sabrina.
__ADS_1
" Tunggu apa lagi Sabrina sana samperin Bapak,bilang ke Bapak disuruh pulang sama Emak " Ucapnya menahan Emosi
Mendengar ucapan ibunya yang menyuruhnya kesana Sabrina pun menggeleng cepat,karna sejujurnya ia takut karna di sana banyak laki² dewasa...
Surti yang melihat Sabrina menggeleng pun reflek mencengkram lengannya keras dan berkata.
" Kamu tidak mau kesana Sabrina,ouh mau berhenti Sekolahnya iyah ?"
" Tapi Sabrina takut Mak di sana laki² sudah besar semua "
" Yah sudah kita pulang saja sekarang kalau Kamu tidak mau kesana dan besok tidak usah berangkat sekolah lagi,karna kalau Bapak terus²an ada di sana Kamu tidak akan bisa makan lagi,beli buku,baju dan sekolah,mau begitu ?"
" Tidak mau Mak,Sabrina masih mau sekolah " Ucap Sabrina dengan mata berkaca²
" Sana samperin Bapak,bilang sama Bapak disuruh pulang sama Emak "
" Sudah sana,Iyah Mak tungguin "
Akhirnya Sabrina pun melangka pelan² menuju tempat Bapaknya berada dengan perasaan takut.
Kini Sabrina sudah di dekat Jonggol dan memanggil Bapaknya. " Pak... " yang di panggil pun menengok sumber suara dan ketika melihat Sabrina ada disini Kardun pun kaget dan berucap " Ngapain Kamu kesini,sana pulang "
" Pak,Emak nyuruh Bapak pulang " Ujar Sabrina
" Nanti Bapak pulang bilang sama Emak,sudah sana Pergi " Ucap Kardun sambil menyodorkan Uang seratus ribu satu lembar dan temannya yang memberikan ke Sabrina.
__ADS_1
Tapi Sabrina diam saja, " Nak ini ambil,ini dari Bapak " Ujar laki² yang terlihat mudah itu
Sabrina menggeleng tanda ia menolak...
" Pak Sabrina kesini bukan minta Uang,Emak nyuruh Bapak pulang,ayok pulang Pak Emak menunggu kita di depan gang masuk,kata Emak pabrik tidak ada yang Mengawasi "
Karna Sabrina menolak Uang pemberian Bapaknya,temannya pun mengembalikan Uang itu ke Kardun lagi.
" Iyah nanti Bapak pulang habis ini,Kamu itu tidak dengar Bapak ngomong,sana pulang duluan sama Emak "
Kardun bicara seperti itu ke Sabrina dengan Membentak sampai Sabrina ketakutan dan segera melangkah pergi dari sana.
Sesampainya di tempat ibunya menunggu Sabrina langsung memeluk Surti,ia merasakan Badan Sabrina bergetar lalu menanyakan " Ada apa Bina,mana Bapak Kamu ?"
" Bapak bilang nanti pulang,Sabrina dan Emak disuruh pulang duluan,tadi Sabrina di bentak sama Bapak Mak " Ucap Sabrina
" Yah sudah kita pulang sekarang,sebentar lagi Magrib,Sabrina masih ada PR yang harus di kerjakan kan,ayok naik "
" Hampir saja Sabrina lupa sama PR yang belum Sabrina kerjakan,makasih yah Mak sudah mengingatkan Bina " Ucap Sabrina yang di bonceng.
" Sama²... "
Mereka akhirnya pulang berdua saja,Surti akan menunggu Kardun dirumah,ia ingin membuktikan perkataan suaminya kalau malam ini dia pulang.
Kalau sampai Kardun tidak pulang lagi malam ini,Surti akan pulang kerumah orang tuanya dengan mengajak Sabrina dan Sulis.
__ADS_1
BERSAMBUNG...