Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Pulang Kerumah Orang Tua.


__ADS_3

Bab 21


Pagi ini Surti berencana mau pulang ke rumah Orang Tuanya,ia memasuki kamar Sabrina dan m


Membangunkan gadis itu lalu menyuruhnya mandi,Setelahnya ia mengambil tas ransel dan memasukkan beberapa pakaian Sabrina ke dalam.


Surti sangat kesal karna Kardun mengingkari perkataannya,semalam Kardun tidak pulang lagi.


Entah setan apa yang merasuki suaminya sampai² perangainya semakin buruk saja.


Selesai mengemasi pakaian Sabrina ia keluar guna mengecek Anak Sulung apakah Sulis sudah bangun atau belum.


Ketika memasuki kamar Sulis,Surti melihat Anak Sulungnya masih tidur dibawa selimut,ia segera membangunkan Sulis...


" Sulis,,, Bangun Nak,ini sudah siang,ayok bangun " Ujar Surti sambil mengguncang tubuh Anaknya.


" em... Sebentar lagi yah Mak,Sulis masih ngantuk "


" Ayok bangun Sulis,mandi dan siap² "


Mendengar kata siap² Sulis pun segera bangun dan duduk di atas kasur.


" Kita mau pergi kemana Mak,ini kan masih sangat pagi "


" Sangat pagi palak mu,ini sudah siang Lis,Kita mau pergi kerumah Mak Nyai dan menginap di sana,jangan lupa Kamu bawa beberapa baju ganti yah " Ujar Surti.


" Memangnya jam berapa sekarang Mak,kenapa tidak memberi tahu Sulis malam tadi,dadakan terus kalau ada apa² " Ngedumel sambil mengucek mata.


" Di kamar Kamu kan ada Jam,Kamu tengok lah,percuma Mak pasang jam di kamar Kamu kalau masih nanya " Ujar Surti kesal


" Astaghfirullah Mak ternyata Sulis kesiangan " Sambil menepuk jidat,Karna dilihatnya jam menunjukkan di angka 06:22


Ia segera beranjak dari tempat tidur dan berlari memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Surti yang melihat kelakuan Anak Sulungnya hanya bisa geleng² kepala,Ia keluar dari kamar Sulis menuju dapur,Surti ingin memasak Mie Goreng dan Sosis Bakar untuk sarapan Anak² dan juga dirinya,karna kalau memasak lauk pauk lama prosesnya jadi ia memilih yang instan.


15 menit kemudian Surti selesai dan tengah mengaduk² Mie Goreng di mangkuk kaca, Sabrina datang tiba² dan mengagetkan Surti membuatnya melempar sumpit yang ada di tangannya. " ish ini Anak suka banget bikin Mak kaget,lain kali jangan begitu Sabrina kalau Emak kena serangan jantung gimana ?" Ujar Surti sambil mengelus dadanya.


" Maaf Mak,Sabrina tidak ingin kehilangan Emak,sekali lagi maafin,Sabrina janji tidak akan mengulanginya lagi " Ujar Sabrina tulus dengan muka sedih.


" Yah sudah duduk sana,sebentar lagi sarapannya siap " Ujarnya ketus.


Sabrina pun menuruti ucapan ibunya,ia duduk di kursi meja makan,Tak beberapa lama Sulis keluar kamar dengan keadaan yang sudah rapi sambil menenteng tas ransel lalu meletakkannya di samping sofa ruang tamu,karna di sana sudah atas milik ibunya dan Sabrina. Setelah itu ia menuju meja makan.


Saat sedang makan Sulis bertanya kepada sang ibu " Emak,emang berapa hari Kita menginap di rumah Mak Nyai "


" Mak juga belum tahu berapa hari Kita di sana,sudah habiskan saja makanan Kamu,setelah selesai sarapan Kita langsung berangkat,Mak sudah memesan Becak Motor Mang Indra "


Tanpa menjawab ucapan ibunya Sulis pun menyantap kembali sarapannya.


10 menit berlalu Mereke bertiga sudah menyelesaikan sarapan masing².


Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah ibunya Surti.


40 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka bertiga sampai juga di depan rumah yang besar bercat putih abu², ketiganya segera turun,lalu Surti membayar ongkos Becak Motor Mang Indra.


" Ini Mang ongkosnya " Ujar Surti


" Ouh Iyah Mbak... " Tangan Mang Indra menerima uang dari Surti.


Setelahnya Surti ingin segera memasuki gerbang menyusul kedua Anaknya yang sudah berdiri menunggunya di depan pintu yang masih tertutup itu tapi langkahnya terhenti ketika mendengar Mang Indra memanggilnya,Surti berbalik badan dan ternyata Mang Indra sudah berdiri 1 meter di depannya.


" Ada apa Mang ?"


" Ini Mbak saya mau mengembalikan uang kembalian " Ujar Mang Indra.


" Tidak usah Mang,ambil saja kembaliannya buat Anak Mamang jajan "

__ADS_1


" Kalau begitu terimakasih Mbak,saya pamit, Assalamualaikum... " Ucapnya


" Wa'alaikumsalam "


1 jam setelah kepergian Surti dan Anak²nya Kardun sampai di depan rumahnya,Iyah mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada yang membukanya.Kardun pun inisiatif pergi kerumah tetangganya siapa tahu Surti menitipkan kunci rumahnya ke Mbak Indah. Ketika sampai dirumah Mbak Indah Kardun langsung menanyakan apakah Surti menitipkan kunci rumahnya atau tidak, ternyata Surti tidak Menitipkan kunci sama Mbak indah.


Tapi Mbak Indah menyarankan agar Kardun mencari di sela² lubang angin di pintu siapa tahu Surti menyelipkannya di sana.


Mendengar apa yang di sampaikan Mbak Indah kepadanya Kardun pun bergegas menuju rumahnya.


Sesampainya di depan pintu Kardun mencari² kunci di sela² lobang angin dan benar saja ia menemukan kunci di sana.


Kardun lalu membuka pintu dan masuk,rumah nampak sepi...


Ia memanggil² istri dan anaknya ketika sampai di ruang tengah tapi tidak ada sautan sama sekali,Iyah lah orang mereka sudah pergi koq.


Kardun melangkah memasuki kamar ketiganya untuk memeriksa,ia mendapati setengah baju di lemari ketiganya tidak ada.


Kardun pun marah sambil meremas rambut kepalanya,lalu dirinya ke dapur untuk mengambil air minum,selesai minum ia membanting gelas yang ada di tangannya,Kardun mengamuk memecahkan gelas,piring dan mengobrak abrik apa saja yang ada di dapur,hingga berantakan seperti kapal pecah.


" Pasti Surti pulang kerumah orang tuanya,membawa serta Anak²,berani sekali dia pergi tanpa izin terlebih dahulu " Ucapnya ngomong sendirian.


Di tempat lain kini Surti sedang duduk berdua dengan ibunya di belakang rumah.


Surti curhat kepada ibunya perihal kelakuan suaminya,ia kesal,sedih dan marah sama Kardun tapi ia tidak bisa berbuat apa² karna suaminya itu orang yang suka main tangan.


Mak Nyai hanya mendengarkan dan menyimak saja keluh kesah Anaknya,ia tidak ingin memotong ucapan Surti dan membiarkan dia menyelesaikan terlebih dahulu ceritanya.


Bersambung


Next besok lagi yah guys. Dukung terus karya aku,Maaf kalau banyak kesalahan. 🙏🙏🙏


☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2