Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Terpaksa Menitipkan


__ADS_3

Bab 2


setelah Diani berbicara dengan Ayu akhirnya Ayu mau mengurus Sabrina dengan adanya perjanjian Diani harus menjamin setiap bulannya untuk sang anak.


walaupun hatinya berat meninggalkan anak satu-satunya tapi ia harus melakukannya, ketika pamit mau pulang Sabrina merengek minta di gendong ibunya tapi, Diani diam saja. sampai akhirnya Ayu menyadarkannya dengan menepuk bahunya.


" ian tolong peluklah bina sebentar kasihan bina mungkin,bina merasakan kamu mau meninggalkan ia disini " ucap Ayu.


entah kenapa Ayu merasakan dadanya ikut terasa sesak melihat interaksi ibu dan anak tersebut hingga terlintas dipikiran Ayu ingin menemui dan berbicara dengan kakaknya ( mantan suami Diani )


mungkin dengan begitu Sabrina bisa tinggal dirumah kakaknya, ia harus melakukan itu karna merasa kasihan sama Sabrina biar bagaimanapun dia anak dari kakaknya dan butuh peran seorang ayah.


sedangkan Diani tengah mengendong sekaligus memeluk erat anaknya sambil terisak,hati ibu mana yang tidak sakit ketika ingin berpisah dari anaknya yang begitu lucu,pipinya gembul dan imut, siapapun yang melihat pasti merasa gemas.

__ADS_1


hatinya seperti dihantam batu besar sakit dan sesak yang Diani rasakan saat ini, ia terpaksa haros meninggalkan Sabrina anak yang lahir dari rahimnya sendiri.


hingga terselip rasa tidak rela ketika Diani menatap wajah balita mungil nan lucu tanpa dosa didepannya.tanpa ia sadari menetes air mata, segera ia menyeka air matanya mencoba untuk menepis rasa kasihan dan tak rela dihatinya sambil menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskannya perlahan untuk menetralkan dilema di batinnya.


lalu di peluklah Sabrina balita yang belum genap 1 tahun umurnya.tingkahnya yang mengemaskan,mengoceh tak jelas sambil memajukan bibir imutnya sedangkan jari jemari mungilnya tengah memainkan rambut lurus Ibunya dan sesekali menyentuh hidung sang ibu sambil tertawa gemas.


" sini ian bibi juga mau gendong Sabrina " pinta Ayu yang langsung menyadarkan Diani yang sedang larut dalam kesedihannya,balita lucu itupun ikut menengok kearah Ayu.


" Iya boleh Yu " ucap Diani dengan nada sedih sambil menyerahkan Sabrina dari gendongannya kini Sabrina beralih dalam gendongan Ayu.


Ayu segera mengendong Sabrina.tak lama kemudian Diani berbicara


" Yu saya pamit pulang ya, karna besok saya harus ikut penyalur daftar ke PT dan setelah itu saya berangkat bareng sama para calon pekerja lainnya untuk melakukan medical check up disalah satu klinik " ucap Diani memberi tahu Ayu

__ADS_1


" ya sudah jika itu sudah menjadi keputusan kamu,semoga tesnya lancar dan hasil medical check up lulus " Aamiin


" pesan bibi,jika kamu sudah di Arab Saudi jaga diri baik-baik jangan melakukan hal-hal buruk yang dapat merugikan diri kamu sendiri ".


" terimakasih Yu sudah menasehati saya, mengingatkan saya dan mendoakan saya, insya Allah niat baik akan bertemu orang-orang baik juga " ucap Diani kepada Ayu.


setelah mengatakan itu kepada Ayu Diani bangkit berdiri dari duduknya melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Ayu berdiri dengan Sabrina yang berada dalam gendongannya.


kini jarak ketiganya begitu dekat, Diani menatap lekat anaknya lalu menciumi seluruh wajah Sabrina untuk yang terakhir kalinya, tapi yang diciumi merasa geli dan tertawa, melihat tawa sang anak, Diani kembali merasakan sesak di dadanya tanpa ia sadari air matanya kembali menetes.


Diani langsung menyerahkan tas yang di dalamnya berisi baju dan keperluan Sabrina kepada Ayu.


setelah itu Diani melangkah keluar rumah, Ayu pun langsung menyusul untuk mengantarkan Diani sampai kedepan rumah, mereka berpelukan sebentar setelah itu Diani berbalik dan langsung melangkah pergi dari rumah itu tanpa menengok kebelakang sama sekali.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2