Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Tidak Pulang - Pulang


__ADS_3

Bab 18


Semenjak malam itu,Kardun kini lebih sering mendatangi tempat perJudian itu bahkan lebih parah dari sebelum–belum nya sampai berhari-hari ia tak pulang kerumah,pabrik tidak ada yang ngurus,Surti juga tidak setiap hari ke pabrik,Surti akan ke pabrik kalau ia di telfon Ratna itu pun karna pekerjanya kehabisan bahan baku seperti ampelas,tiner,paku dll,ia akan memesan ke toko bahan bangunan setelah semua bahan baku sudah datang dan membayarnya,Surti mempercayakan Ratna menghandle pabrik lalu ibu dua anak itu akan langsung pulang.


Siang hari Surti duduk di Jonggol dekat Balong ikan sambil melamun memikirkan suaminya yang tidak pulang selama lima hari ini dan sulit di hubungi,sebelah rumah terdapat tanah yang cukup luas,tanah itu milik Kardun dan di jadikan tempat berternak ikan ada tiga balong ikan di sana,dari ketiga balong itu jenis ikannya berbeda,ada ikan Lele,ikan Mujaer dan ikan Emas,yang mengelola Surti dari membersikan daun yang jatuh ke Balong,memberi makan ikan dan memanennya


Ketika Surti sedang melamun,lamunannya Buyar karna ia di sapa sama jizah teman sekelas Sabrina " Ceu Sur... " Surti mengangkat wajahnya guna melihat orang yang menyapanya itu.


" Eh iya Zah,baru pulang sekolah,Sabrina nya mana " Tanya Surti sambil celingak-celinguk


" Sabrina masih di sekolahan Ceu,pak Ridwan memberikan pertanyaan soal matematika kalau bisa jawab,bisa pulang cepat,Jizah tadi sempet nungguin Sabrina,karna lama Sabrina nyuruh aku pulang duluan Ceu "


Jizah ini teman sekelas Sabrina juga,mereka kerap pulang sekolah bareng,makanya Surti hapal sama anak berkulit hitam manis itu yang sedang berdiri di jalan setapak kurang lebih lima meter dari Balong.


" Makasih yah Zah sudah memberitahu Ceu Sur Sabrina pulang telat hari ini " Surti bicara sambil berjalan mendekati Jizah,tangannya menenteng keresek berisi Kue dan biskuit lalu memberikannya ke Jizah.


" Ini buat kamu,di makan yah " sambung Surti.


Jizah membuka kantong kresek yang barusan ia terima dari Ceu Sur.


" Wah makasih Ceu,pasti aku makan kue nya " Ucap Jizah dengan mata berbinar.


" Kamu pulang gih nanti Emak kamu khawatir,ini sudah jam Satu lebih sudah lewat jam pulang sekolah "

__ADS_1


" Aku pamit pulang dulu Ceu Sur,sekali lagi makasih kue nya " Ucap Jizah tulus


" Hati–hati di jalan "


Setelah Jizah pulang Surti kembali duduk di Jonggol dan tak lama kemudian. Terdengar suara Sabrina " Assallamualaikum Emak "


" Wa'alaikumsalam Nak " Jawab Surti seraya mengulurkan tangannya ke Sabrina dan Anak itu menyalami punggung tangan ibunya.


" Gimana belajarnya tadi di sekolah,Hem "


" Matematika sungguh sulit Emak,sampai pening palak Bina "


" Berarti Sabrina harus belajar lebih rajin lagi atau mintalah di ajarkan sama Ka Sulis,Ka Sulis jago lho pelajaran Matematika "


" Kan Sabrina bisa besok siang atau malemnya minta di ajarkan,tidak hari ini juga kan,iyalah Kakak capek "


" Jadi hari ini Kakak pulang Mak ?" Tanya Sabrina.


" Iyah nanti sore Kakak sampai rumah,sekarang Sabrina pergi ganti baju gih dan makan siang,Emak mau disini dulu Adem anginnya sepoy² "


" Okey Mak " Jawab Sabrina dan beranjak pergi dari sana.


20 menit kemudian,Surti menyusul masuk kerumah dan melihat Sabrina sedang duduk lesehan diruang tv sambil makan,Surti pun menghampiri dan duduk di sebelah Sabrina.

__ADS_1


" Sabrina,nanti sore Kamu temani Emak cari Bapak mau ?"


" Mau Mak,kenapa Bapak tidak pulang–pulang Mak "


" Bapak kamu itu lagi asyik Judi,makanya lupa pulang "


Mendengar nada bicara ibunya agak tinggi Sabrina diam saja tidak menjawab.


" Sabrina hari ini ada PR dari guru tidak " Tanya Surti.


" Ada Mak,PR Matematika "


" Yah sudah cepat selesaikan makannya,terus tidur siang,jangan main diluar panas "


" Tapi Sabrina ada janji sama Nita mau mengerjakan PR bareng² Mak,habis makan Sabrina mau kerumahnya "


" Malem saja mengerjakan PR nya,suruh Nita yang kerumah "


Mau tidak mau Sabrina menuruti perintah ibunya,Surti juga tak habis pikir sama suaminya,bisa²nya dia tidak pulang² dan membiarkan pabrik begitu saja.


Kardun kali ini benar-benar keterlaluan,Surti harus segera mencari suaminya dan kalau sudah ketemu ia akan memintanya pulang bersama karna pabrik membutuhkan dia,ia perlu berbicara dari hati ke hati sama suaminya,agar berhenti berJudi kalau begitu terus kelakuan Kardun lama–lama pabrik bisa Bangkrut,ia tidak mau pabrik yang sudah di bangun dari 0 sama suaminya Bangkrut begitu saja.


Surti masih harus membiayai sekolah Sabrina,ibunya ( Nenek Sulis ) dan Mertuanya.

__ADS_1


Maaf baru sempat update,dukung terus yah karya aku.☺️☺️☺️ Mksh. 🙏🙏🙏


__ADS_2