
Bab 17
Jam 6 pagi Kardun baru sampai rumah setelah mengantarkan Sahabatnya ke stasiun kereta api,ia turun dari motor,melangkah masuk kedalam rumah lalu duduk di sofa ruang tamu, Kardun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan mengusap wajahnya kasar.
Semalam ia bermain judi kalah banyak sampai tabungannya sisah sedikit,mungkin kalau pagi ini Anton tidak harus menghadap atasannya bisa ludes itu uang tabungan Kardun.
Kardun yang sedang duduk di sofa,mendengar sapaan Surti," Mas... " ia segera menengok ke sumber suara,ternyata Surti sudah berdiri di samping sofa yang ia duduki.
" Iya ti,ada apa " Tanya Kardun sambil memencet pangkal hidungnya.
" Mas dari mana ajjha,semalam kenapa tidak pulang,Surti nungguin Mas pulang sampai tertidur di sofa dan terbangun subuh karna mendengar suara Azan dari masjid "
" Kemaren sore Anton Dateng ke pabrik ku,kami mengobrol sebentar lalu pergi ketempat kita biasa nongkrong,sudah yah ti,Mas capek dan ngantuk,Mas mau tidur dulu sebentar nanti tolong bangunkan Mas jam 8 " Ucap Kardun sambil membaringkan tubuhnya di sofa panjang.
" Kenapa Mas malah tidur disini,lebih baik pindah ke kemar Mas "
" Halah apa bedanya ti sama² tidur koq,sudah sana Mas mau istirahat sebentar,soalnya jam 9 Mas mau ke pabrik,ada kerjaan yang harus Mas handle "
Surti pun berlalu pergi dari ruang tamu tanpa menjawab ucapan suaminya,Tapi Surti merasa ada yang ditutup-tutupi oleh suaminya,apakah dia mulai judi ge,biasanya kalau penyakitnya itu kambuh memang sering pulang pagi.
__ADS_1
Sebenarnya Surti tidak menyukai perangai Kardun yang suka judi dan mabuk²an apa lagi main perempuan,Apalah daya Surti mengingatkan ajjha kena semprot apa lagi melarang bisa² kena pukul.
Ketika Surti sedang di samping rumah kasih makan burung dara dan kelinci peliharaan kepunyaan suami dan anak gadisnya Sabrina,ia mendengar suara Kardun yang begitu keras sampai terdengar keluar rumah seperti sedang memarahi seseorang,karna merasa penasaran akhirnya Surti pun pergi mengecek masuk melalui pintu belakang,Sesampainya di sumber suara Surti kaget melihat Sabrina yang sudah gemetaran tubuhnya mau dipukul dengan mengunakan sebatang rotan yang sudah berada di genggaman tangan suaminya.
Kardun yang memang sedang kesal karna kalah judi semalam akhirnya melampiaskan kemarahannya kepada Sabrina yang tidak sengaja sudah menganggu tidurnya,ia hampir mau dipukuli lagi,Untung saja Surti tiba sebelum Kardun menyabetkan rotan ke badan Sabrina.
Hanya karna kalah judi Kardun membesar besarkan masalah hadeuuuhhh.
Buru² ia berlari menghampiri keduanya dan berteriak, " Jangan Mas... " sambil meraih tubuh Sabrina lalu menyembunyikan Sabrina kebelakang tubuhnya.
" Surti biarkan Mas memberi pelajaran ke Anak kardus itu,kurang ajar memang "
" Berani Kamu sekarang sama Mas ti hanya karna Anak si*lan itu,Kau selalu saja membelanya,merasa dibela dia besar kepala dan semakin kurang nanti,Mas marah sama dia bukan tanpa sebab,Mas sedang tidur Anak kesayangan Kau itu menyalahkan tv dengan volume tinggi,bikin naik darah saja "
" Kenapa Mas,hanya karna masalah kecil Mas semarah ini sama Sabrina,apa Mas semalam berjudi lagi dan kalah " Cecar Surti kepada suaminya
" Kalau iya memangnya kenapa,Mas semalaman memang berjudi dan kalah tapi Uang yang Mas pakai Uang dari tabungan Mas sendiri " Ucapnya sambil melotot ke Surti
" Bisa tidak Mas kebiasaan buruk Mas itu di rubah sedikit demi sedikit,kan yang rugi Mas ketika kalah main "
__ADS_1
Mendengar ucapan Surti,Kardun tidak membalasnya,karna memang benar.
" Dan kalau Mas terganggu tidur disini " Sambung Surti " Kan sudah Surti suruh Mas tidur di kamar tadi,biar tidak terganggu,Sabrina pasti tidak tahu Mas sedang tidur di sofa " Ucap Surti mengingatkan lagi.
" Bisa tidak jangan selalu membelanya tapi mengajari Anak itu caranya meminta izin terlebih dahulu sama orang yang ada di rumah ini kalau mau mengunakan barang,biar tidak ada orang yang terganggu " Bentak Kardun kepada Surti dan Sabrina.
Sabrina yang mendengar bentakan bapaknya kembali gemetaran tubuhnya,Surti yang menyadari itu langsung mengusap punggung Sabrina agar Anak itu merasa dalam lindungannya.
Setelah Kardun mengatakan itu,ia langsung pergi menuju kamarnya dan membanting pintunya dengar kencang,hingga mengagetkan Anak dan ibu yang masih duduk di sofa.
Beberapa menit kemudian dirasa keadaan mulai tenang Surti pun menasehati Sabrina.
" Sabrina lain kali kalau mau menyalakan tv,Bina izin dulu ya biar tidak ada yang terganggu,kalau tidak ada Emak cari Bapak dan kalau tidak ada bapak Bina izin sama kak Sulis dan bukan hanya menyalakan tv saja Bina harus izin kalau mau pergi main atau belajar bareng sama teman juga biar kami tidak khawatir sama Bina "
" Sabrina tidak tahu Mak,bapak sedang tidur di sofa dan ketika Sabrina menyalakan tv volume nya memang sudah nyaring,Maaf " Ucap Sabrina sambil menundukkan kepalanya
" Sudah tidak apa²,jangan di ulangi lagi yah sayang" Tutur Surti lembut kepada Bina.
" Iya Mak Sabrina mengerti dan tidak akan mengulanginya lagi "
__ADS_1