
Bab 11
Sulis kini sedang main masak masakan sama Sabrina di ruang di tv dan dengan beberapa mainan lainnya seperti boneka,Sulis yang jadi penjualnya sedangkan Sabrina yang jadi pembelinya, Sabrina di dudukkan dengan 2 boneka seolah olah mereka sedang menunggu pesanannya matang.
Tara " Bina ini pesanan nasi goreng sosis kamu sudah jadi,silahkan di makan "
Bina yang masih masih kecil itu langsung mengambil mainan tersebut dan memasukan ke dalam mulutnya,reflek Sulis pun melarang adiknya itu.
" Bina,jangan dimasukin ke mulut ya sayang mainan Kakak ini kotor,nanti Ade sakit gimana " Oceh Sulis sambil mendudukkan Sabrina ke pangkuannya.
Setelah itu mereka main gelitik Bina yang di gelitik sama Sulis tertawa membuat Sulis gemas dan ikut tertawa.
Ketika Sulis dan Bina sedang tertawa tanpa anak anak itu sadari,pintu rumah terbuka dan muncul lah Kardun yang baru pulang kerja,Kardun yang melihat interaksi Sulis dan Sabrina pun berhentikan langkahnya sejenak melihat kedua anak itu yang cepat sekali akrabnya,terlebih Sulis anaknya yang sangat ia sayangi terlihat begitu menyayangi Sabrina.
Tanpa Kardun sadari ia pun tersenyum melihat kedua anak itu yang sedang tertawa renyah,lalu ekor matanya ia fokuskan ke Sabrina anak yang tidak diakuinya sekarang ada disini,tak begitu jauh dari tempatnya ia berdiri,Sabrina memberi warna di rumahnya yang dulunya begitu sepi dan sunyi sekarang ramai tawa,ocehan bahkan mungkin tangisnya nanti.
__ADS_1
Sabrina anak itu begitu lucu dengan pipinya yang gembul,rambutnya yang lurus dan badannya yg agak gemuk dengan warna kulit kuning Langsat seperti dirinya.
Terbesit rasa aneh di dalam hati yang kardun sendiri tidak tahu,ketika sedang fokus menatap kedua anak anaknya dari kejauhan tanpa Kardun sadari Surti sudah berada di dekatnya.
" Mas,mereka sangat akrab,anak kita Sulis pun nampaknya begitu menyayangi Sabrina " ucap Surti tiba tiba yang entah sejak kapan dia berada di samping Kardun sehingga membuat lelaki paruh baya itu kaget.
" Astagfirullah ti,kamu bikin Mas kaget saja,untung Mas tidak terkana serangan jantung kamu ini kebiasaan " ujar Kardun kepada sang istri.
" Maaf Mas kalau aku sudah ngagetin Mas Kardun,habisnya suruh siapa berdiri bengong disini,awas lho Mas hati hati kesambet hiiii " ujar Surti sambil menyalami punggung tangan suaminya.
" Sudah lah Mas mau masuk ke kamar dulu,mau mandi lengket banget ini badan ti " ucap Kardun tanpa menjawab ucapan istrinya.
" Ya sudah Mas mandi dulu,Aku sudah siapin air hangat di ember buat Mas dan baju ganti Mas juga sudah Aku siapkan di atas tempat tidur,aku mau memanaskan lauk pauk dulu ya buat makan malam Mas Kardun "
Kardun pun melangka untuk memasuki kamarnya dan ingin segera mandi karna badannya sudah amat terasa lengket,ketika ia memegang kenop pintu Kardun pun membalikan badannya dan memanggil Sulis.
__ADS_1
" Sulis "
Orang yang merasa namanya di panggil pun segera menengok,seketika senyum di bibirnya terbit ketika melihat sosok bapaknya yang sangat ia sayang.
" Bapak sudah pulang,koq Sulis tidak dengar ya salam dari bapak " Sulis pun bangkit dari duduknya sambil mengendong Sabrina dan menghampiri bapaknya ketika sudah dekat ia pun langsung menyalami punggung tangan bapaknya.
" Gimana mau denger salam bapak,kamu sedang asyik sama kawan kecil kamu itu "
Sulis yang mendengar ucapan bapaknya langsung menyanggahnya
" Bapak,Bina bukan kawan kecil Aku tapi Bina itu Adiknya Sulis kata Emak, kenalin pak namanya Sabrina,lucu banget kan Dede nya "
Tanpa menghiraukan ucapan Sulis, Kardun langsung membuka pintu kamarnya dan masuk.
Sulis yang melihat sikap Bapaknya demikian pun melirik Sabrina seketika ia merasa Bapaknya tidak menyukai Sabrina.padahal Sabrina anak yang lucu dan menggemaskan pikir Sulis.
__ADS_1
Lanjut besok lagi ya, author nya sudah ngantuk guys. 🥱🥱🥱