
Bab 15
Keesokan harinya di rumah minimalis itu semua orang tengah melakukan aktivitasnya masing-masing,Surti yang sedang memasak sarapan,sedangkan Kardun duduk diruang tengah sambil ngopi dan baca majalah bisnis, Sabrina di kamarnya sedang memasukan buku pelajarannya sesuai jadwal hari ini dan Sulis sudah berangkat pagi-pagi sekali karna dia sekarang bekerja sebagai SPG di salah satu perusahaan di kota itu dan ia harus berangkat keluar kota jadi mengharuskannya berangkat pagi sekali dengan teman²nya yang lain memakai mobil kantor.
Sabrina keluar kamar dengan keadaan yang sedikit tidak rapi karna dia mengkancing baju seragamnya selang seling,dia menghampiri ibunya ke dapur.
" Mak... " Panggil Sabrina, Surti yang di panggil anaknya pun menoleh " Iyah Bina,Emak sedang memasak buat kita sarapan "
" Mak apakah Sabrina sudah betul mengkancing baju seragamnya " Tanya Sabrina
Surti mematikan kompor lalu menghampiri Sabrina yang berdiri di dekat meja makan,ia pun melihat penampilan Sabrina yang menurutnya lucu lalu ia tertawa sambil berkata " Hahaha Bina²,kamu bagaimana si mengkancing bajunya koq kek gini,ini jelas tidak rapi sayang,sini Emak ajarin Sabrina biar rapi "
Lalu Surti pun membuka semua kancing seragam sekolah Sabrina dan menjejerkan sesuai lubang kancingnya,terus menyuruh Sabrina mengkancing semuanya sendiri sambil Surti mengamati,ketika Sabrina sudah beres melalukan apa yang di ajarkan Surti,ia berkata.
" Kalau mau mengkancing baju seragam,Bina luruskan dulu sesuai lubang dan kancingnya masing² lalu baru deh kamu kancing,kan rapi anak Emak sekarang " ucap Surti sambil mencubit gemas pipi Sabrina.
__ADS_1
Tapi ketika Surti melihat bekas pukulan suaminya di tangan Sabrina ia pun berkata,
" Sabrina hari ini tidak usah masuk sekolah dulu ya Nak,liat itu tangan Sabrina masih ada luka " Ujar Surti,lalu ia berjongkok di depan Sabrina dan Merai pundak Anak sambungnya yang diam saja dari tadi,ketika dilihat dari dekat nampak muka Sabrina sedikit pucat ia pun reflek menyentuh jidat Sabrina dengan punggung tangannya ternyata Sabrina demam.
" Sabrina,kamu sakit Nak,kamu panas,kenapa tidak memberitahu Emak " ucap Surti lagi yang merasa khawatir.
" Mak Sabrina tidak apa² koq,dan masalah luka Bina yang kelihatan Bina bisa pakai switer Mak,Bina mau berangkat sekolah,kalau hari ini tidak berangkat nanti Bina ketinggalan pelajaran " jawab Sabrina menyakinkan ibunya kalau dia tidak apa²,karna dia tidak ingin terlihat lemah di mata Kardun.
" Ya sudah Sabrina duduk dulu Emak ambilkan Sabrina sarapan setelah sarapan nanti minum obat okey "
Sedangkan Kardun yang sedang duduk mengopi mendengar pembicaraan antara Anak dan Emak itu ada perasaan sedikit khawatir ketika tahu Sabrina demam,tapi segera ia tepis perasaannya.
Kardun bangkit lalu berjalan ke meja makan untuk sarapan,Bina yang menyadari Kardun berjalan ke arahnya ia gugup dan ketakutan,ketika sudah sampai Kardun langsung duduk di kursi dimana kepala keluarga seharusnya duduk,matanya menelisik gadis kecil disebelahnya yang menunduk,dilihatnya bekas pukulannya kemaren sore di tangan Sabrina,Karna tidak ingin merasa bersalah akhirnya Kardun memalingkan pandangannya ke Surti yang sedang meletakan sepiring nasi dan lauk di depannya.
" Makasih ti " ucap Kardun
__ADS_1
" sama² Mas, silahkan dimakan sarapannya"
" Sulis tidak ikut sarapan pagi ti " tanya Kardun ke istrinya karna ia tidak melihat Sulis keluar kamar dari tadi.
" Sulis sudah berangkat bekerja Mas,dia hari ini ada ivent diluar kota "
Kardun manggut² mendengar jawaban istrinya.
Kini mereka bertiga memakan sarapannya masing² dengan tenang,hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar dan tidak ada lagi obrolan.
Setelah sarapan Sabrina ke kamarnya untuk mengambil switer dan memakainya,Sabrina berpamitan ingin segera berangkat ke sekolah kepada ibunya dan ia menyalami punggung tangannya,Sabrina juga mendekati Kardun ingin bersalaman tapi ada rasa takut dihatinya ketika ingin berbalik untuk mengurungkan niatnya, Kardun bersuara.
" Kamu tidak ingin bersalaman dan berpamitan denganku "
Sabrina segera berbalik dan langsung menyalami punggung tangan bapaknya. " Assallamualaikum Mak,Pak "
__ADS_1
Sabrina keluar rumah dengan buru² karna takut telat masuk ke kelas.karna ia berangkat ke sekolah berjalan kaki.