Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Sabrina Salsabila


__ADS_3

Bab 3


Sepeninggalan sang ibu kini Sabrina mulai hari ini dan seterusnya akan diurus sama Ayu yaitu bibinya ( adik dari bapaknya ). Sabrina rewel dan nangis terus mungkin,karna bina merasakan ibunya sudah pergi meninggalkannya, sampai Ayu dibuat kelabakan dan bingung harus bagaimana segala bujukan sudah Ayu lakukan tapi,bina masih saja menangis. saat sedang menimang bina datanglah anak sulungnya yang entah dari mana hingga mengagetkan Ayu.


" itu anak siapa mih, dan kenapa nangis terus " ucap anaknya Ayu yang bernama Ayya umurnya 15tahun,Ayu yang merasa dikagetkan sama anaknya yang tiba-tiba saja datang tanpa memberi salam pun refleks menjewer telinga sang anak.


"Auh mimih kenapa menjewer telinga Ayya sih "? pedes tau !ucap Ayya kepada ibunya


" lagian siapa suruh ngagetin, sudah gitu masuk rumah tidak pakai salam, sudah berapa kali mimih kasih tahu kamu kalau mau masuk rumah biasakan mengucap salam dan cium tangan orang tua masih saja membandel " oceh Ayu kepada anak sulungnya.


" ya sudah,Ayya ulang ya " lalu Ayya pun berbalik keluar rumah setelah diluar rumah dia pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


" Assallamualaikum... " Ayya memberikan salam kemudian menyalami tangan


sang ibu dan Ayu pun langsung menjawab salam sambil mengulurkan tangannya.


" wa'alaikumsalam... Nah gitu dong baru anak Sholeha'nya mimih " ucapnya sambil tersenyum ke anaknya.


Ayya pun mengulang pertanyaan kepada ibunya siapa anak balita lucu itu yang berada dalam gendongan ibunya.


" mimih Ayya tanya,anak siapa ini lucu banget,pipinya gembul mih " ? sini Ayya mau gendong Ade'nya pinta Ayya sambil membentangkan tangan kearah balita lucu itu.


Ayu pun menyerahkan Sabrina yang sedang menangis kepada Ayya, " namanya Sabrina, anaknya wak Diani. apakah kamu masih ingat dengan wak Diani " ? tanya Ayu ke anaknya yang sedang mengendong Sabrina.

__ADS_1


" Ayya lupa mih " jawab Ayya apa adanya


" wak Diani itu istrinya wak kardun juga, dulu pernah main kesini nyari wak kardun, saat itu wak Diani sedang hamil tua " terang Ayu ke Ayya.


Ayya pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia menyimak penjelasan ibunya.


namun entah mengapa Sabrina tidak berhenti menangis, walaupun sudah digendong Ayya,anak itu tetap saja menangis.


Ayya memperhatikan bina dan detik berikutnya menengok ke arah ibunya, seolah-olah ia bertanya kenapa bina masih saja menangis, lalu Ayya pun berkata,


" mih,Ade mungkin haus,dari tadi tangan Ade maunya masuk mulut terus " Ayya yakin anak ini kehausan, dilihatnya balita itu mengisap-isap jarinya.


" itu tas Ade kah mih " tanya Ayya yang langsung diiyakan oleh Ayu.


buru-buru Ayu buka tas tersebut berharap benar kata Ayya didalamnya ada susu buat Sabrina,begitu tas sudah dibuka dan mengacak-acak isi dalam tasnya Ayu tidak menemukan susu atau pun botolnya.


Ayu berbalik menatap Ayya dan Sabrina yang masih ditenangkan sama Ayya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" tidak ada susu dan botol satu pun di dalam tas keperluan Sabrina " ucap Ayu kepada Ayya


"adanya baju-bajunya saja " sambung Ayu.


Ayya pun menatap iba sama balita yang tengah digendongnya, lalu ia melihat ada segelas teh manis diatas meja ruang tamu rumahnya,Ayya meraih gelas yang berisi air teh lalu mencicipinya, ( oh benar dugaanku, ternyata manis tehnya ) ucapnya dalam hati.

__ADS_1


teh manis itu langsung Ayya minumkan ke Sabrina, bina langsung minum teh manis itu dengan tidak sabar sampai tangan Ayya basah terkena tumpahan teh yang sedang diminum Sabrina.


selang beberapa detik bina menyudahi minumnya sampai ngos-ngosan nafasnya, Ayya melirik ibunya sambil bicara " mih Ayya mau belikan bubur buat Ade, minta duit " ucap Ayya sambil cengengesan.


selain haus sih Ade pasti lapar pikir Ayya


Ayu mengangguk sambil tersenyum, memang anak sulungnya ini menyukai anak kecil, wajar saja kalau Ayya begitu perhatian sama Sabrina, lalu Ayu pun beranjak dari tempat duduknya, berjalan memasuki kamarnya yang tak jauh dari ruang tamu.


lima menit kemudian Ayu keluar dari kamarnya sambil memegang dompet kecil ditangannya, duduk kembali ke kursi yang semula ia duduki, terlihat Sabrina sedang dinyanyikan lagu pok ame-ame sambil kedua tangan Sabrina dipegang Ayya ditepuk-tepuk bersama, Ayya melirik sang ibu sebentar setelahnya melanjutkan main bersama bina lagi,Ayu mengeluarkan uang dari dompetnya


" Ayya ini uang nya buat beli bubur,ke kedai pak Wawan sudah buka wayah gini, oh iya belikan juga buat kedua ade-ade kamu,


Aisyah dan Ara main kemana ya koq jam segini belum pulang "? tanya Ayu sambil melihat jam dinding yang menunjukkan jam 3 sore.


" beli bubur sekalian cari adik kamu, kalau ketemu jangan dimarahin, bilang disuruh pulang sama mimih " Ayya pun mengangguk patuh.


Aisyahrani adik kedua dari Ayya berumur 10tahun sedangkan Ara adik bungsu Ayya berumur 7tahun.


Ayya berdiri menghampiri ibunya lalu mendudukkan Sabrina dipangkuan sang ibu. Ayya pun pamit kepada ibunya dan mencubit gemas pipi bina sebentar, dilihatnya balita itu tertawa memperlihatkan gigi bawahnya yang samar-samar sudah tumbuh,ia segera keluar untuk membeli bubur dan sekalian mencari kedua adiknya itu.


Mohon dukungannya yah guys.


Saya Pemula. harap di maklumi. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2