
Bab 9
Setelah mengantarkan suaminya sampai teras Surti bergegas masuk kembali kedalam rumah dan mengajak Sulis untuk segera membersihkan kamar yang akan di tempati oleh Sabrina.
30 menit kemudian,mereka selesai membersihkan kamar itu.
" Sulis,ayok kita kerumah bibi kamu jemput Ade " ajak Surti
" ayok Mak, Sulis juga sudah tidak sabar pengen ketemu dan gendong Ade bina "
mereka keluar bersama dan tak lupa mengunci pintu rumahnya.
15 menit kemudian mereka sampai dirumahnya Ayu,tidak membutuhkan waktu lama karna jarak rumah mereka tidak terlalu jauh.
" Assallamualaikum Yu " Surti mengetuk pintu sekaligus mengucapkan salam.
" Wa'alaikumsalam Mbak,Mas Kardun nya mana,kenapa tidak ikut serta Mbak "? tanya Ayu kepada kakak iparnya.
" Oh ya ayok masuk,mari duduk dulu saja Mbak " ucap Ayu
Surti, Sulis dan Ayu pun duduk.
" Sabrina mana Yu " tanya Surti tanpa basa-basi
__ADS_1
" Bina sedang di dalam ayunan di belakang rumah ditemani oleh Ayya,saya buatkan Sabrina ayunan Mbak karna selepas di gendong sama Sulis malam itu Bina sering rewel,ternyata benar kata orang tua jaman dulu,darah lebih kentang dari air "
Mendengar Bina di belakang rumah Sulis pun langsung mengajak ibunya segera kesana,tapi Surti menyuruh Sulis duluan saja,karna Surti mau bicara berdua dengan Ayu,ia pun mengangguk lalu bangkit dan berjalan menuju belakang rumah bibinya.
" Yu,Mas Kardun sudah mengizinkan Aku membawa Sabrina ke rumah " sambil tersenyum Surti memberitahu adik iparnya itu.
" Syukurlah Mbak,aku senang akhirnya Mas Kardun mau menerima kehadiran Sabrina "
" Aku juga Yu sudah menyiapkan kamar tidur untuk Sabrina " ujar Surti bersemangat.
" Jadi Mbak mau bawa Bina sekarang juga "
Surti pun mengangguk.
" Ya sudah kalau begitu Mbak,aku mau merapikan baju dan memasukan keperluan Sabrina ke tasnya dulu,Mbak mau tunggu disini apa nyamperin anak anak kebelakang "
Setelah kepergian iparnya,Ayu masuk ke kamarnya dan langsung membereskan barang barang Bina kedalam tasnya,setelah semuanya beres Ayu keluar kamar sambil menenteng tas Sabrina.
Ayu meletakkan tas Sabrina diatas sofa ruang tamunya lalu pergi kebelakang rumah dimana semua orang ada di sana,ketika sampai suasana ramai terdengar tepuk tangan dan tawa,Surti,Sulis dan Ayya sibuk godain Sabrina yang di pangku Sulis.
Melihat itu Ayu semakin percaya kalau Mbak Surti sudah benar benar menerima kehadiran Sabrina dan itu membuat perasaan Ayu lega,kekhawatirannya juga sudah tidak ada lagi sekarang.
Tapi rasa sedih juga hadir di dalam hati Ayu,bukan tanpa alasan Ayu sedih,seminggu lebih Sabrina tinggal dirumahnya,mengurus Sabrina layaknya anak kandung sendiri dari memandikan,menyuapi dan menimang Sabrina sampai tidur dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Ayu sadar ada bapaknya yang lebih berhak darinya.
Surti dari kejauhan melihat Ayu yang sedang melamun langsung menghampiri Ayu.
" Hay,koq malah melamun disini,kenapa tidak kesana gabung sama anak anak Yu,Hem benar kata kamu Yu Sabrina anak yang lucu dan menggemaskan "
" Aku harap Mbak dan Mas Kardun benar benar mengurus dan menjaga Sabrina dengan baik " ucap Ayu sambil matanya terus menatap kearah Sabrina yang sedang tertawa lucu.
" Insya Allah Yu,Aku,Mas Kardun dan Sulis sanggup mengurus dan menjaga Sabrina,kamu tahu sendiri kan suamiku punya pabrik ya walau pun masih kecil-kecilan tapi pemasukannya lumayan besar " ujar Surti sedikit sombong.
" Iya Mbak aku tahu "
" Kamu sudah mengemasi barang-barang Sabrina ke dalam tasnya kan Yu " tanya Surti.
Ayu pun mengangguk.
" Sulis sini,ayok kita pulang kerumah nak,emak lupa belum masak untuk makan siang "
Sulis yang di panggil pun menghampiri ibunya sambil menggendong Sabrina.
" Tapi Ade jadi kita bawa pulang kerumah kan Mak"
" Iya Lis kita bawa Ade pulang kerumah,kan kamarnya sudah Sulis siapkan buat Ade,masa tidak jadi " seru Surti kepada anak gadisnya.
__ADS_1
Surti dan Sulis pun pamit pulang ke Ayu,membawa serta Sabrina bersama mereka.Ayu merasa sepi rumahnya setelah kepergian Sabrina tidak ada suara balita yang menangis dan tertawa ge.
BERSAMBUNG.tunggu Bab berikutnya ya guys.