Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Menemui Sang Kakak 1


__ADS_3

Bab 4


Keesokan harinya setelah Ayu selesai mengurus semua kebutuhan anak-anaknya dan juga Sabrina yang dititipkan ke anak sulungnya Ayya,Ayu pamit ke Ayya ingin pergi kerumah kakaknya yang tak begitu jauh dari rumahnya, Ayu berjalan dijalan setapak melewati pepohonan dan kebun warga setempat yang nampak begitu asri sambil menghirup udara segar di pagi hari beliau terus berjalan, hingga akhirnya beliau tiba disatu rumah yang nampak baru itu karna terlihat batu batanya belum tertutup semen.


" tok tok tok... Assallamualaikum... Assallamualaikum " sambil tengok kanan kiri Ayu mengucapkan salam diluar rumah belum ada sautan dari dalam Ayu mengulang salamnya kembali dibarengi tangannya mengetuk-ngetuk pintu " assallamualaikum mas... " terdengar suara pintu dibuka dari dalam.


" wa'alaikumsalam,,, " jawab istri mas kardun yang bernama Surti berumur 37tahun lebih tua usianya dari Ayu.


" eh Ayu mari masuk yu, duduk dulu " ucapnya sambil bersalaman dengan Ayu, mbak Surti pun mempersilahkan adik iparnya untuk duduk di sofa yang terlihat baru dibeli itu.


" sebentar saya tinggal ke dapur dulu yu, saya buatkan teh hangat manis yah " pamit mbak Surti kepada Ayu.


Ayu pun hanya mengangukinya, ditatapnya punggung mbak Surti yang berjalan kearah dapur sama Ayu


setelah mbak Surti sudah tidak terlihat lagi, Ayu mulai memikirkan bagaimana menyampaikan soal keberadaan Sabrina dirumahnya,Ayu takut kakaknya dan mbak Surti ribut besar, tapi apa pun yang terjadi ia harus memberitahu kakaknya dan kakak iparnya. kasihan Sabrina itulah yang ada didalam pikiran Ayu saat ini.


ketika sedang asyik melamun Ayu yang tidak sadar kalau mbak Surti sudah kembali dari dapur dan kini sedang meletakan gelas yang berisi teh manis hangat diatas meja kayu.


mbak Surti melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ayu tapi tetap saja Ayu tak bergeming sedikitpun hingga akhirnya mbak Surti menepuk pundak Ayu,sampai Ayu terkaget.


" kamu kenapa yu, koq melamun dari tadi lho saya panggil-panggil kamu, karna kamu diam saja makanya saya tepuk pundak kamu, maaf yah sudah ngagetin yu " ucap mbak Surti kepada Ayu


" diminum dulu yu tehnya mumpung masih hangat " sambung mbak Surti " ada perlu apa yu tumben pagi-pagi sekali kerumah "


yang terkaget malah cengengesan menampakan deretan giginya.


" eem... saya kesini mau memberi tahu mas kardun dan mbak Surti, apa mas kardun nya ada mbak " jelas Ayu ke mbak Surti


" ada, mas kardun sedang di ruang kerjanya yu, saya panggilkan dulu yah " ucap mbak Surti

__ADS_1


tak lama kemudian mbak Surti kembali dengan mas kardun yang berjalan didepan mbak Surti, Ayu pun berdiri untuk bersalaman mencium punggung tangan kakaknya.


kini mereka duduk saling berhadapan,Ayu duduk sendirian, sedangkan mas kardun dan istrinya duduk bersebelahan.


" kata Surti, kamu mau memberitahu sesuatu sama mas dan mbak Surti, apa itu yu " tanya mas kardun sambil menatap adiknya yang duduk didepannya terlihat jelas kekhawatiran diwajah Ayu.


" Yu,ayok katakan ada apa,apakah kamu sedang kesusahan bilang mas nanti mas bantu " tebak mas kardun


Ayu pun mulai berbicara kepada dua manusia didepannya yang begitu terlihat angkuh dari wajah keduanya.


" mas,mbak,saya datang kesini mau memberi tahu kalau Sabrina anak dari Diani ada dirumah saya dari kemaren siang "


mas kardun pun berdiri dan kaget " apa... jadi wanita itu menyerahkan anaknya ke kamu Yu, kurang ajar "


terlihat merah padam muka kardun menahan amarah.


sedangkan mbak Surti terlihat jelas di mukanya tidak suka dan ada kilat kebencian di dalam matanya.


" Diani memberitahu saya dia mau kerja diluar negri,ke Arab Saudi dan menitipkan Sabrina ke saya karna orang tua bahkan adik–adiknya tidak mau direpotkan karna bapak kandungnya masih ada " ucap Ayu kepada kakaknya


kardun mengepalkan jari–jari tangannya ketika mendengar penjelasan dari adiknya,kardun tak habis pikir kenapa perempuan itu melahirkan anak yang sudah tidak diakui olehnya dan menyerahkan ke adiknya.


apakah perempuan itu ingin menghancurkan rumah tangganya dengan istri tuanya.


kardun pun tersadar karna Surti menepuk pundaknya.


" mas... " panggil Surti


tanpa menghiraukan Surti mas kardun bertanya kepada Ayu.

__ADS_1


" siapa nama anak itu Yu dan umur berapa dia sekarang "


" namanya Sabrina salsabila mas, umurnya 8 bulan " ucapa Ayu sambil memberanikan diri menatap lawan bicaranya.


Ayu kaget ketika mbak Surti menarik tangan suaminya.


Surti yang merasa di abaikan pun langsung menarik tangan suaminya agar mengikuti langkah kaki Surti masuk ke kamar,kardun dan istrinya sudah didalam kamar,terdengar ditelinga Ayu mereka berdua bertengkar,saling teriak dan seperti ada benda yang jatuh sengaja dilempar.


apa yang ditakutkan Ayu pun terjadi kakaknya dan kakak iparnya cekcok karna masalah ini !.


20menit menunggu akhirnya kakak dan iparnya keluar dari kamar,Ayu melihat mbak Surti matanya basa,sedangkan kakaknya terlihat kacau.


dengan perasaan takut Ayu bertanya sama kakaknya


" apa keputusan mas kardun sekarang, kasihan Sabrina mas, anak itu tidak bersalah terimalah dia mas, dia butuh mas kardun sebagai bapaknya, ayok kerumah saya mas, mas lihat langsung anaknya yang sangat menggemaskan dan lucu "


ketika Ayu mengatakan itu, ditatapnya Ayu dengan garang oleh kardun dan berkata


" saya tidak sudi menerima atau pun mengurus anak itu,dia bukan anak saya,saya sudah menyuruh perempuan itu tuk menggugurkan janin dalam rahimnya, kenapa perempuan itu tidak menurut " ucap kakaknya dengan meninggikan suara berbicara kepada Ayu


dengan memberanikan diri Ayu membentak kakaknya karna emosi mendengar kakaknya tidak mau mengakui dara dagingnya sendiri


" kalau Sabrina bukan anak kamu mas, kenapa kalian berdua ada kemiripan, jika kamu mas masih tidak percaya bahwa Sabrina anak kamu, maka lakukanlah tes DNA gampang kan"


sedangkan yang di bentak diam dan membenarkan ide dari Ayu adiknya.Ayu lanjut berbicara lagi


" kalau mas tidak mau menerima dan mengurus Sabrina, biar saya yang mengurus Sabrina " ucap Ayu sambil berdiri dari duduknya ingin segera beranjak pergi dari rumah kakaknya itu, ketika sampai di pintu Ayu mengatakan pamit pulang tanpa bersalaman dengan kakak dan kakak iparnya.


Ayu melirik sekilas kearah mbak Surti kakak iparnya yang diam saja sedari tadi,Ayu yakin karna kakak iparnya lah, kakaknya tidak mau menerima kehadiran Sabrina, dalam hati Ayu ( kasihan kamu nak, punya orang tua lengkap tapi keduanya tidak ada yang mau mengurus kamu )...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nyaa yah. makasih. 🙏🙏🥰


__ADS_2