
Bab 7
Surti dan Sulis begitu sampai langsung masuk rumah, Sulis masuk ke dalam kamarnya,Surti pun sama ingin ke kamarnya tapi saat melewati ruang kerja suaminya,Surti heran karna pintunya sedikit terbuka,karna penasaran Surti pun mendekati ruang kerja suaminya ketika sampai didepan pintu yang sedikit terbuka itu Surti mengetuk dan langsung masuk,melihat suaminya duduk di kursi kerja,Surti menyapa suaminya.
Kardun melirik sekilas istrinya yang masuk ke ruang kerjanya itu dan memfokuskan kembali matanya ke arah laptop di depannya tanpa menjawab sapaan sang istri.
karna di cuekin sama Kardun akhirnya Surti pun mendekat dan duduk di kursi yang ada di depan meja kerja suaminya.
" mas,ada yang ingin aku bicarakan sama kamu mas " ucap Surti
" mau bicara soal apa,bicaralah " jawab Kardun
" mas besok kita sama–sama yok pergi kerumahnya Ayu,kita jemput Sabrina " ujar Surti
Kardun yang sedang fokus sama kerjaannya seketika langsung menatap istrinya dan berkata
__ADS_1
" kenapa tiba-tiba kamu ajak mas jemput anak itu dirumah Ayu,bukannya 2 hari yang lalu kamu menolak kalau anak itu tinggal dirumah ini "
" setelah aku pikir–pikir,tidak apa–apa Sabrina tinggal dirumah ini mas jadi adiknya Sulis,aku kan cuma punya anak satu,biar Sulis ada temannya,aku dan Sulis sudah menemui Sabrina,anaknya menggemaskan dan lucu banget mas " ujar Surti sambil tersenyum ketika mengingat wajah balita mungil itu.
" terserah kamu ti kalau mau bawa anak itu tinggal di rumah ini,tapi mas tidak tanggung jawab kalau ada apa–apa sama anak itu baik di dalam rumah atau pun diluar rumah "
Surti yang mendengar perkataan suaminya pun senang. " jadi mas kardun mengizinkan Sabrina tinggal bersama kita "
mas kardun pun mengangguk secara tidak langsung setuju karna melihat wajah senang Surti.
" makasih ya mas sudah mengizinkan Sabrina nanti tinggal disini,kalau begitu besok pagi saya mau pergi kerumahnya Ayu menjemput bina,mas ikut ya " ujar Surti ke suaminya
" mas besok pagi jam 9 ada pertemuan dengan client ti,jadi mas tidak bisa ikut,kamu pergi sendiri saja tidak apa-apa kan "?
" ya sudah tidak apa-apa mas biar aku sendiri saja yang jemput bina besok " Surti tidak mau memaksa suaminya ikut karna takut mas Kardun marah dan berubah pikiran,sudah menyuruh ia menjemput bina sendiri saja ia bersyukur.
__ADS_1
Surti bangun dari duduknya dan ingin keluar dari ruang kerja suaminya,baru tiga langka terdengar suara suaminya " Surti,emang kamu sudah menyiapkan kamar untuk anak itu tidur "
mendengar ucapan kardun Surti berbalik sambil menepuk jidatnya " oh iya aku lupa belum membersikan kamar dan menyiapkan kasur buat bina mas,besok saja lah pagi pagi aku siapkan kamar tidur buat bina "
" maklum mas faktor U " ujar Surti sambil tergelak
" apa itu ti faktor U " tanya Kardun penasaran
" mas tidak tau faktor U itu apa,ya'ela mas mas,faktor Umur hehehe " Surti menertawai suaminya yang tidak tahu bahasa anak muda.
Kardun yang ditertawai oleh istrinya pun langsung menghampiri Surti dan menyentil hidung peseknya karna merasa di ledekin.
Surti mengajak suaminya untuk istirahat di kamar karna malam sudah larut.
sesekali pasutri itu becanda ketika berjalan menuju kamar tidur mereka,sesampainya di kamar Surti menyuruh suaminya untuk gosok gigi sebelum tidur.
__ADS_1
BERSAMBUNG.