Derita Anak Tidak Diakui

Derita Anak Tidak Diakui
Nasehat Mak Nyai


__ADS_3

Bab 24


Karna Surti tetap tidak ingin pulang dengannya, akhirnya Kardun ngalah malam ini dia menginap di rumah mertuanya,berharap besok pagi istrinya mau pulang bersama kerumah pribadi mereka.


Kini Surti,Mak Nyai dan Kardun sedang berada di ruangan belakang dimana tempat pekerja menganyam rotan,Mereka hanya berbincang² ringan saja,Bapaknya Surti di kampung itu pengusaha rotan juga cuma bedanya rumahan karyawan dan karyawatinya lumayan banyak,belum lagi adik dan sepupu Surti ikut bekerja disitu,karna di kampung tersebut memang sudah terkenal dengan sebutan produksi kursi dan meja yang terbuat dari anyaman rotan.


Bapaknya Surti sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu,kini yang meneruskan usaha pembuatan kursi dan meja dari anyaman rotan Adik bungsu Surti,seharusnya Surti yang meneruskan karna dia Anak Sulung di keluarga itu,namun karna dia tinggal jauh dengan suami dan anaknya jadi Mak Nyai menyerahkan usaha itu sepenuhnya kepada anak bungsunya Mang Endut.


Ketika sedang asyik bincang² kecil Mak Nyai berbicara ke Kardun menantunya.


" Dun,kenapa kamu begitu sikapnya sama Sabrina dan Sulis,mereka sama² Anak kamu,kalau bisa jangan pilih kasih "


" Mbok,Aku tidak pilih kasih,kalau aku pilih kasih,tidak mungkin Anak itu aku kasih makan,boleh tinggal dirumah dan di beri pendidikan " Ucap Kardun


" Bukan itu ajjha maksud Mbok dun,rasa kepedulian kamu dan perhatian kamu itu jangan lah berat sebelah "


" Aku sudah kasih semua Anak itu pendidikan,tinggal dirumah dan uang jajan juga tidak kekurangan,kalau lebih dari itu maaf aku tidak bisa Mbok ?" Tanya Kardun sambil melirik ke arah istrinya.


" Sikap pilih kasih kamu itu yang salah ?"


" Tidak Mbok,Aku tidak pernah pilih kasih sama Sulis dan Sabrina,mereka masing² mendapatkan sama rata, lalu apa lagi... ?" Ujar Kardun belaga tidak peka,padahal ia peka maksud mertuanya itu.


" Mbok cuma mau bilang tolong bersikap lah ke Sabrina seperti kamu bersikap ke Sulis,Sabrina juga butuh kasih sayang dan perhatian dari kamu "


Surti yang mendengar ibunya berucap seperti itu sama suaminya merasa cemburu dan langsung menyela omongan ibunya.

__ADS_1


" Mbok bisa tidak,jangan terus memaksa Mas Kardun,dia juga butuh waktu Mbok,lagian belum tentu Sabrina Anak kandung Mas Kardun !"


" Diam... Kamu Sur,kurang waktu berapa lama lagi Sabrina sudah berumur 10 tahun,dan Mbok sedang bicara sama Kardun bukan sama kamu,memangnya kamu mau suami kamu mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat nanti ha...dosa besar kalian kalau tidak memperlakukan Sabrina dengan baik " Ucap Mak Nyai emosi,karna Surti tidak mau mengerti..


" Apa yang Surti bilang itu benar Mbok dan Aku juga menyalahkannya " Ucap Kardun


" Mas...kenapa mas menyalahkan Aku,dimana letak kesalahan aku jangan sembarangan Kamu Mas kalau ngomong !" Ujar Surti tidak terima.


" Ini memang kesalahan kamu ti,Aku kan sudah menyuruh kamu antarkan ajjha Anak itu ke panti asuhan " Ucap Kardun ngotot.


" Bukan hanya Surti yang salah kamu juga lebih bersalah dan Dosa besar kalau sampai Sabrina kalian taruh ke panti asuhan,kenapa kamu dun tidak percaya kalau Sabrina Anak kamu " Selah Mak Nyai.


" Kalau memang Sabrina Anak Aku Mbok harusnya dia ada mirip²nya sama Aku,Mbok lihat Sabrina mana ada mirip denganku... " Ucap Kardun.


" Bener itu Mas... " Ucap Surti memperkeruh suasana.


" Apaan si Mbok,tidak usah repot-repot melakukan tes DNA,semuanya sudah jelas mereka bukan Bapak dan Anak...hem " Ucap Surti yang masih terus ajjha menghasut suaminya agar tetap pada pendiriannya.


" Surti bisa tidak jangan terus menyela,Mbok sedang bicara sama suami kamu,harusnya kalian bisa saling membimbing dan meluruskan kalau ada yang berbuat salah dan tidak baik,bukan malah saling mendukung " Ucap Mak Nyai sedikit meninggikan suaranya ke Surti.


Sedangkan Kardun terlihat bimbang ketika ibu mertuanya menyuruhnya untuk melakukan tes DNA,apakah harus agar semuanya jelas itu lah yang ada di dalam pikiran Kardun saat ini.


Surti yang melihat kebimbangan di raut wajah suaminya merasa khawatir.


" Yah sudah Mbok Aku akan melakukan tes DNA jika itu perlu " Ucap Kardun.

__ADS_1


" Bukan hanya perlu dun...tapi harus,kamu tidak tahu kan kalau Sabrina sering menangis dalam diam... ?" Ucap Mak Nyai.


Kardun mendengar itu hanya diam ajjha tidak merespon ucapan mertuanya.


" Kemaren Mbok lihat Sabrina menangis di kamar Mbok dan di dekat kandang ayam,Mbok kasihan melihatnya,Anak sekecil Sabrina itu lebih peka,mana yang benar² sayang dan yang tidak dun " Sambung Mak Nyai.


" Halah bisa ajjha itu tangisan pura² Mbok,jangan gampang percaya begitu ajjha " Ujar Surti...


" Mbok heran sama kamu ti,kenapa kamu berubah,dulu kamu sangat peduli dan sayang sama Sabrina,bahkan menganggap dia seperti Anak kandung kamu sendiri "


" Manusia itu bisa berubah kapan ajjha Mbok termasuk Aku..." Ucap Surti.


" Tidak mungkin tidak ada sebab musababnya,jawab jujur Nak sebabnya apa,jangan sampai karna keegoisan kamu,Sabrina yang terluka... "


" Mbok tahu jawabannya tanpa harus Aku beritahu,Aku memang peduli dan sayang sama Sabrina tapi itu dulu... " Sarkas Surti yang di matanya terlihat kilatan kebencian terhadap Sabrina.


" Apa pun itu sebabnya,Mbok ingatkan kepada kalian,Sabrina masih kecil dan tidak berdosa,dia tidak tahu menahu masalah kalian orang tuanya,tanamlah kebaikan Nak agar kelak di masa depan keberkahan yang kalian Tuai... " Nasehat Mak Nyai kepada Anak dan mantunya.


Tanpa mereka bertiga sadari Sulis berdiri tidak jauh dari tempat dimana orang tua dan neneknya sedang mengobrol,sekarang Sulis tahu sebab dari menangisinya Sabrina.


Kenapa kamu tidak jujur ajjha sama Kakak dek,tidak seharusnya kamu pendam sendirian... Ucap Sulis dalam hatinya.


Tadinya Sulis mau memberitahu orang tuanya dan juga neneknya kalau malam ini laki² kenalannya mau main kerumah.


Tapi karna melihat situasinya yang tidak memungkinkan akhirnya ia urungkan niatnya dan berbalik badan pergi dari sana...

__ADS_1


Bersambung,maaf baru update lagi... 🙏🙏☺️


Jangan lupa dukung terus karya aku yah guys.makasih. 🥰🥰🥰


__ADS_2