DESA SEBERANG

DESA SEBERANG
Bab 10 - Mas Ilham


__ADS_3

Ilham namanya, seorang pemuda yang begitu terobsesi dengan sosok Endah semasa dulu. Dia selalu berusaha merebut perhatian perempuan itu, tapi perempuan itu selalu menolak segala afeksi yang dia berikan secara halus. Hal itu yang membuat Ilham begitu kesal sehingga dia selalu menganggu kehidupan kisah cinta antara Endah dan calon suami nya. Dia juga yang sudah menjelakkan calon suami Endah sehingga ornag tua dari Endah tidak menyetujui pernikahan mereka.


Tapi Endah tetap saja punya cara untuk menolak dan melawannya, sehingga Ilham yang sudah geram melakukan hal yang tak seharusnya pada Endah. Hari itu, dia mengajak Endah bertemu, mengatakan dia akan meminta maaf dan memberikan hadiah terakhir sebelum Endah mempunyai suami. Endah yang tak menaruh curiga akhirnya mengiyakan ajakan dari Ilham. Namun siapa sangka, petemuannya dengan Ilham adalah hari terakhir dia melihat kehidupan sebagai manusia.


Di hari itu, Ilham menganiyaya dirinya melampiaskan segala kekesalan atas segala penolakan yang Endah lakukan. Ilham hari itu telah dibutakan, sehingga saat dia masih saja mendengar penolakan dari Endah untuk menikah dengannya setelah dipojokkan dia memutuskan untuk membuang gadis yang telah lemah itu ke sungai, Tubuh Endah yang lemah di seret ketika hari sudah malam, dilemparnya pada arus sungai yang sangat deras saat itu.


Segera dia melupakan hari itu dan bersikap seperti biasanya keesokan harinya. Tak peduli akan kabar dengan hilangnya Endah yang geger kala itu, dia memutuskan untuk abai dan bersikap seolah tak tau apa-apa. Tapi hal itu tak bertahan lama, ketenangannya kembali terusik saat sosok Endah masuk dalam mimpinya, mengganggu tidur lelapnya dan membuat makannya tak enak.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Endah terus saja menghantuinya. Sosok itu selalu muncul dalam mimpinya bahkan tak jarang menampakkan diri pada Ilham yang sedang melakukan aktivitas di malam hari. Seperti saat ini, setelah tubuh Endah ditemukan dia benar-benar tidak bisa tidur dibuatnya. Suara-suara Endah yang memohon ampun dan meminta tolong padanya terus saja tergiang dalam kepalanya.


"Kamu sudah mati, kamu gak harusnya ganggu saya."


Ilham bergumam dengan wajah yang ia tutupi dengan bantal, tidur menelungkup di atas tempat tidurnya. Namun siapa snagka bahwa suara itu benar-benar berhenti setelah dia berkata demikian. Ilham kemudian membuka bantal yang menutupi wajahnya dan mulai mengangkat wajah secara perlahan. Dia tak melihat apa-apa selain tembok kamarnya, napas lega terdengar dari mulutnya.


"Mas Ilham."

__ADS_1


Ilham reflek menoleh ke belakang, mendapati sosok Endah dengan wajah menyeramkan menatap marah ke arahnya. Pakaian sosok itu basah, dengan rambut panjang menjuntai mengenai wajah Ilham. Ilham tak bisa bergerak, dia masih terpaku dengan tatapan menyeramkan yang Endah layangkan untuknya.


"Tolong, Mas."


Lagi lirihan itu terdengar sehingga membuat Ilham tersentak dari diamnya. Dia segera bangkit, berlari menjauh dari sosok itu secepat mungkin. Dia terus berlari, tak menghiraukan beberapa warga yang masih berada di luar rumah menatap aneh ke arahnya. Dia terus berlari sambil meracau, sesekali melihat ke belakang dan menemukan bahwa Endah masih saja mengejarnya.


"Maaf saya salah, jangan ganggu."


Larian Ilham membawanya ke arah sungai, tanpa memerhatikan jalan dan hanya fokus dengan sosok Endah yang masih mengejarnya membuat Ilham tercebur ke dalam sungai. Hal itu menyadarkannya, sosok Endah yang tadi mengejarnya juga sudah menghilang dan Ilham hanya bisa bernapas lega karena hal itu. Dia berjalan ke tepian sungai, mengusap wajahnya kasar dan menatap ke sekeliling yang penuh dengan kegelapan.


Mereka semua menatapnya, melayangkan tatapan marah ke arahnya yang ketakutan. Ilham tak tau harus berbuat apa dan seperti sebelumnya dia hanya berlari, namun naas. Saat dia menyusuri pinggiran sungai yang gelap, kakinya terpeleset yang membuatnya limbung dan terjatuh dengan kepala yang mengenai sebuah batu besar di belakangnya. Darah merembes keluar, dan napas Ilham segera terhenti. Dia meninggal di tempat dengan keadaan mata terbuka dan darah yang masih merembes keluar dari kepalanya.


Keesokan harinya, salah satu warga yang hendak membuang air dikejutkan dengan penemuan jasad Ilham di sana. Darah sudah memenuhi salah satu batu yang menghantam kepala Ilham, dan akhirnya dengan cepat warga mengeksekusi tubuh Ilham. Banyak warga kemudian bertanya-tanya, bagaimana bisa setelah kemarin mayat Endah baru saja dikebumikan kini Ilham turut meninggal.


Banyak warga yang menganggap itu hal aneh, terutama warga-warga yang melihat kejadian kemarin malam saat Ilham berteriak dan berlari kesetanan menuju arah sungai. Tangis orang tua Ilham juga tak dapat di bendung lagi, hari itu juga jasad Ilham akhirnya di kebumikan.

__ADS_1


"Kemarin Mas Ilham di kejar mbak Endah, kayaknya Mbak Endah masih belum terima deh," ucap Dekka kepada Bertan dan Kek Retno setelah pemakaman. Mereka sedang berada di rumah Kek Retno sekarang, sambil menyeruput kopi yang tentu saja Bertan buatkan di rumahnya. Kek Retno hanya mengangguk dan membenarkan, sedangkan Bertan hanya membulatkan mulutnya mengerti.


"Tapi bukanya kalau gitu malah dia gak bisa liat Mas Ilham di penjara ya?" tanya Dekka.


"Orang-orang punya cara sendiri untuk balas dendam Dekka. Nanti kamu akan menemukan yang lebih ekstrim dari ini, dan saat itu kamu tidak boleh ketakutan."


"Udah Dekka, lo gak usah ikut campur lagi dengan hal ginian," ucap Bertan.


"Itu takdirnya." Kek Retno membalas.


"Kakek selalu saja membicarakan tentang takdir Dekka," balas Bertan.


"Tapi saya penasaran atas satu hal kek, kematian nenek saya yang tiba-tiba apakah Kek Retno tau penyebabnya, dan juga alasan saya tidak diperbolehkan hadir di pemakaman?" tanya Dekka. Bertan ikut mengangguk, dia juga masih penasaran dengan kematian neneknya. Kek Retno menggeleng, dia tidak mengetahui hal itu tapi mungkin dia tahu ini berhubungan dengan masa lalu itu.


"Hanya nenek mu dan Tuhan yang tau Dekka, dan mungkin suatu saat kalian juga akan mengetahuinya. Pulanglah, ketimbang bertanya pada kakek tua ini lebih baik tanyakan pada ibu mu."

__ADS_1


Kek Retno mengusir keduanya, dan Dekka juga Bertan hanya bisa mengangguk. Mereka berdua memikirkan perkataan dari Kek Retno yang mengatakan suatu saat mungkin mereka akan tau. Jadi saat sampai di rumahnya, Dekka memutuskan untuk menelepon ibunya, menyakan perihal rahasia yang mungkin tak ia ketahui.


__ADS_2