DESA SEBERANG

DESA SEBERANG
Bab 17 - Tumbal Terakhir


__ADS_3

Keesokan harinya, berita mengejutkan terjadi dan sekali lagi di rumah Bu Darmi. Kali ini Bu Darmi lah yang bermasalah, wanita itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Seluruh tubuh Bu Darmi mengeluarkan bau busuk akibat luka yang entah dari mana mengeluarkan nanah. Begitu menjijikkan, bahkan semua keluarganya mengisolasi Bu Darmi ke gudang karena tidak tahan dengan baunya.


Warga mulai berbicara perihal apa yang terjadi, ternyata kemarin saat Dekka sedang berada di dalam mimpi dengan sosok besar itu, warga sudah berkerumunan di rumah Bu Darmi. Beliau berteriak meminta ampun entah kepada siapa, menggumamkan kata bahwa dia akan membayar ganjaran atas apa yang telah dia perbuatan. Dan saat kain hitam itu dibakar oleh Bertan menjadi puncaknya, Bu Darmi tiba-tiba berteriak kesakitan dengan berteriak samar mengatakan tumbal yang membuat semua warga syok.


Saat itu semua warga langsung bubar. merasa ketakutan saat Bu Darmi semakin kesetanan, ditambah warga mulai curiga saat Bu Darmi menggumamkan kata tumbal. Dan keesokan harinya saat warga ingin meminta jawaban soalan pertanyaan yang berkeliaran di pikiran mereka, Bu Darmi sudah dalam kondisi seperti itu. Bukan hanya bau dan mengeluarkan nanah, luka di tubuh Bu Darmi bahkan membuat wanita itu tidak bisa bergerak hanya tertidur di tempat tidur. Kedua bola mata Bu Drami membola menatap kosong keatas, hanya bisa berkedit dan digerakkan kanan kiri. Mulutnya menganga, membuat air liur menetep terus membasahi karpet alasnya tidur.


Bertan dan Dekka yang mendengar kabar itu syok bukan main dibuatnya. Ternyata benar-benar Bu Darmi pelakunya, terbukti dari kain itu terbakar Bu Darmi mengalami musibah. Dekka dan Bertan ikut mendekat kesana, mendengarkan penjelasan yang masih warga tuntut dari keluarga Bu Darmi kala itu. Kek Retno juga ada disana, di barisan depan bersiap mendengarkan semua yang akan saudara Bu Darmi ceritakan.


"Sebelumnya saya minta maaf kepada semua warga karena membuat kegaduhan semalam dan membuat kita dalam masalah. Saudara saya Darmi, melakukan ritual pesugihan. Itu semua demi kekayaan kami."


Beberapa bulan sebelumnya Bu Darmi menemui seorang dukun di desa sebelah meminta bantuan untuk melakukan ritual pesugihan. Dukun itu menyanggupi, dengan persyaratan bayaran, dukun itu juga menjelaskan pada Bu Darmi beberapa persyaratan lain. Dia harus berhenti bergaul dengan warga sekitar, jangan sampai ada warga yang tau tentang keberadaan sosok yang ia akan berikan. Bu Darmi menyanggupi, itu sebabnya dia menarik diri dari warga sekitar kemudian, melarang juga anak-anaknya untuk bergaul dengan teman-temannya. Jika ditanya siapa yang tau, maka jawabannya hanyalah saudara laki-lakinya yang sekarang sedang bercerita.

__ADS_1


Syarat kedua adalah Bu Darmi harus menumbalkan orang dengan hubungan darah dengannya selama lima kali sebelum perjanjian itu memerlukan tumbal warga sekitar. Kembali lagi bu Darmi menyanggupi, kehilangan lima anggota keluarga tidak masalah baginya.


Semua berjalan lancar, sampai kemudian Dekka datang dan saat lewat di depan rumah Bu Darmi sosok itu tanpa sengaja terlihat. Bu Darmi di datangi dalam mimpinya, mengatakan bahwa Dekka harus disingkirkan dan saat sosok itu ingin masuk ke dalam rumah Dekka dia tidak bisa. Sehingga dia hanya menunggu kedua pemuda itu datang pulang untuk diberi peringatan.


Tanpa di duga, keesokan harinya Bu Darmi atas perintah dari sosok besar itu mengundang dekka dan Bertan kerumah. Kotak itu sengaja diletakkan disana, dan sesuai rencana kedua pemuda itu membawa kain hitam itu pulang, mempermudah akses sosok itu untuk menyakiti mereka. Itu sebabnya sosok itu berhasil membawa jiwa Dekka pergi dari sana. Membawanya masuk ke alamnya berniat menyakiti pemuda itu, namun dia salah dugaan.


Sebelum Dekka, ada pemuda juga yang sempat melihat sosok itu saat Bu Darmi pergi ke kota. Pemuda itu langsung menghampiri Bu Darmi, memberi peringatan tanpa ia ketahui bahwa dialah yang harus berhati-hati. Karena sesaat kemudian pemuda itu kecelakaan, membuat pemuda itu meninggal di tempat. Kejadian itu Bu Darmi ceritakan pada saudaranya, dan rahasia akhirnya tersimpan diantara keduanya.


"Tunggu, bukanya kmu bilang tidak boleh ada yang tau. Kenapa kau bisa tau? Apa kau juga bersekongkol dengan mereka untuk melakukan pesugihan?' tanya salah satu warga yang langsung di sahuti warga lain. Riuh mulai terjadi, warga yang dikuasai oleh emosi bahkan tak membiarkan sang pembicara memberi penjelasan dahulu.


"Diam, biarkan dia menjelaskan." Kek Retno menengahi, membuat warga diam walaupun setengah dari mereka menjulid. Tak terima karena merasa belum puas menghakimi saudara dari Bu darmi itu.

__ADS_1


"Ini adalah persyaratan terakhir, salah satu anggota keluarga harus mengetauhi hal ini. Dan Darmi memilih saya."


Tepat setelah kalimat itu terucap, teriakan keras dari gudang mengalihkan atensi. Segera para warga berbondong-bondong mendatangi kesana tanpa perintah. Dekka dan Bertan juga mengikuti di belakangnya, Sampai disana, saudara Bu Darmi berteriak histeris meneriakkan nam saudaranya. Anak-anak Bu Darmi juga berteriak histeris melihat ibu mereka berada di pojong ruangan dengan badan penuh darah.


Sesaat kemudian, Bu Darmi yang awalnya lemas berubah tegang, matanya melotot ke aras menampakkan putih matanya, terlihat begitu menyeramka. Tangannya mencekik lehernya sendiri,dan semua warga yang datang hanya melihat tanpa berniat untuk menolong. Bahkan dari keluarga Bu Darmi melakukan hal serupa, mereka merasa sudah tak lagi memiliki empati pada Bu Darmi.


Apa yang warga lihat dan apa yang Dekka, Bertan serta Kek Retno lihat merupakan hal yang bebeda. Jika yang lainnya melihat Bu Darmi yang mencekik lehernya sendiri, maka mereka melihat sosok besar itu yang sedang mencekik Bu Darmi dengan satu tangannya. Bahkan satu tangannya lagi menggoyang kulit Bu Darmi membuat luka baru di tubuh wanita itu.


Kondisi semakin tak terkendali saat tubuh Bu Darmi melayang ke atas dan kemudian terlempar ke bawah. Para warga berhamburan, beberapa warga menyumpah serapahi Bu Darmi dengan kata kasar. Sedangkan keluarga Bu Darmi dan ketiga lainnya masih disana. Sampai akhirnya Bu Darmi merangkak mendekat ke arah keluarganya merintih minta tolong dengan tangan penuh nanah terangkat.


Mereka yang di hampiri bergidik ngeri, dan akhirnya napas terakhir Bu Darmi terhembus saat Dekka dan juga Bertan melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana sosok besar itu menindih tubuh Bu Darmi. Keduanya menahan napas mereka, Kek Retno yang juga melihat hal itu memejam sembari menggelengkan kepalanya. Korban terakhir sudah ditemukan, dan itu adalah Bu Darmi sendiri. Dia yang membunuh korban sebelumnya akhirnya harus meninggal karena perbuatan yang juga ia lakukan sendiri.

__ADS_1


"Selamat, saudari kamu membuat Desa ini kembali dalam ancaman."


__ADS_2