DESA SEBERANG

DESA SEBERANG
Bab 25 - Santet Kutukan (2)


__ADS_3

Di hari itu, disaat kelulusan Nora berniat memberitahukan perihal rasanya kepada Bayu. Namun ia sempat mengurungkan niat itu karena mereka akhirnya memutuskan untuk berkemah bersama di salah satu tempat perkemahan di luar kota. Dengan bekal dan perlengkapan seadanya, mereka akhirnya berangkan dengan uang yang sudah lama mereka kumpulkan untuk kegiatan ini.


Mereka memilih tempat di tepi danau, agar mereka bisa menikmati cantiknya matahari pagi yang disertai dengan sejuk udara di pinggir danau. Hari itu mereka akhirnya menepati semua rencana yang sudah mereka buat sedari dulu, bersama-sama mereka merayakan kelulusan. Perasaana senang tak bisa dipungkiri saat mereka tau bahwa mereka lulus dengan nilai yang memuaskan, belum lagi ternyata pemilik perkemahan ini adalah teman dari ayah Bayu jadi mereka bisa dengan mudah mendapatkan diskon disana.


Hari itu, dibawah sinar rembulan dengan ribuan bintang yang menghiasi langit, Nora bertekad untuk menyampaikan rasa yang selama ini dia pendam. Berbekal keberanian yang dia kumpulkan, Nora menarik napasnya menenangkan diri untuk bertemu dengan Bayu. Namun sepertinya dunia sedang tidak berpihak padanya, karena di sampingnya Rondo hilang. Dan diluar tenda, ada dua bayangan insan berbeda jenis sedang mengobrol berdua.


Nora urungkan niatnya, mendekat ia ke arah luar tenda untuk memastikan siapa yang sedang diluar. Itu pasti adalah Rondo, namun entah dengan siapa karena disana hanya terpasang tenda mereka. Pembicaraan samar Nora dengar, membuatnya semakin mendekat ke arah luar tenda. Ia pertajam indra pendengarannya untuk memastikan suara siapa yang ada diluar sana.


"Rondo, jadi istri ku ya?"


Hati Nora patah seketika mendengar suara itu, dia sangat tau itu suara siapa. Itu suara Bayu yang ketika Nora melihat ke luar tenda tengah berjongkok di hadapan Rondo. Bisa dia lihat bayangan Rondo seakan tak percaya, sambil menutup mulut samar Nora bisa melihat Rondo mengangguk setuju. Semakin patah hatinya, dia yang ingin menyampaikan rasa sekarang ditampar oleh fakta.

__ADS_1


Dia kembali melihat keluar tenda, kedua insan itu berpelukan disusul oleh tepukan tangan banyak orang yang melihat. Nora merasa terhianati, padahal dia yang ingin menyampaikan rasa, kenapa malah Rondo yang sekarang dilamar? Lalu apa yang selama ini Bayu lakukan untuknya hanyalah hal biasa? Nora rasa tidak begitu adanya pastilah Rondo yang menggoda Bayu untuk bisa bersama dengan lelaki itu.


Gelap sudah hati dan matanya, dan ketika Rondo kembali memasuki tenda setelah pelukan dari Bayu, dia langsung diserang oleh Nora dengan berbagai macam pertanyaan. Di malam itu, mereka berdua yang semula sahabat berdebat hebat untuk pertama kalinya. Dan dihari itu, semua rencana mereka berantakan, dihati itu hubungan persahabatan yang lama terjalin akhirnya sirna begitu saja.


"Kamu harusnya sadar diri, liat aja tubuh kamu. Kamu pikir Bayu bakalan suka? Kamu pikir selama ini Bayu suka sam akamu, jangan harap."


Kala itu tanda sadar Rondo mengucapkan kata menyakitkan itu pada Nora. Satu kesalahan fatal yang membuatnya harus hidup dalam kesengsaraan seperti sekarang. Keesokan harinya juga setelah hari itu mereka akhirnya kembali karena suasana semakin runyam. Dari hari itu, hubungan antara Rondo dan Nora sudah tidak baik-baik saja. Dan sebelum mereka benar-benar tak lagi berkomunikasi, ada satu hal yang Nora katakan yang membuat Rondo hingga saat ini mengingatnya.


"Kamu akan menyesal Rondo. Kamu akan menyesali semua keputusan mu."


Pernah sekali Rondo menjalin hubungan lagi, namun lelaki itu juga tertimpa masalah yang sama dengan sangg suami. Semua begitu, akhirnya mereka sendiri yang memutuskan untuk menjauh. Itulah alasan mengapa Rondo selalu menjauh saat ada lelaki yang mendekatinya, karena takut lelaki itu akan bernasib sama dengan suaminya. Satu hal yang membuat Nora yakin jika itu adalah perbuatan Nora karena sosok besar itu sendiri yang mengatakannya.

__ADS_1


Kembali ke masa sekarang, Mbak Rondo mengusap air matanya yang menetes. Dia masih merasa bersalah atas apa yang menimpa Bayu suaminya. Dekka dan Bertan hanya diam tak tau bagaimana menanggapi, dan Kek Retno hanya mengangguk mengerti.


"Maaf sudah mengungkit luka lama mbak," ucap Dekka tak enak. Mbak Rondo menoleh ke arahnya lalu mengangguk. Dia melihat ke arah foto suaminya, tersenyum miris melihatnya. Dia merindukan kebersamaan mereka yang singkat tempo dulu.


"Kalau begitu kami pamit mbak, soalnya kami gak perlu menjelaskan apa-apa lagi," ucap Bertan.


Mereka bertiga akhirnya pergi dari sana dengan membawa perasaan tidak enak. Dekka melihat ke sekeliling, merasa ada yang aneh dari rumah itu namun tidak ada sosok yang bisa dia lihat. Perasaan sesak mampir tiba-tiba, membuatnya mempercepat langkah untuk cepat-cepat pergi dari tempat menyesakkan itu.


Terlalu lama berfokus dengan Mbak Rondo membuat Dekka dan Bertan melewatkan berita baru di Desa. Katanya ada sosok lelaki yang selalu menghantui Desa Seberang beberapa hari terakhir. Dekka tidak mengerti, dia tidak pernah melihat sosok lelaki sebelumnya, pun dengan Bertan. Dia dengar dari desas desus warga kampung, lelaki itu seolah mempunyai demdam dengan mereka.


"Kayaknya bentar lagi kita bakalan punya tugas baru deh," ucap Bertan senang. Dekka hanya mengangguk setuju sambil tertawa, sepertinya sosok lelaki itu merupakan korban pembunuhan sengaja ataupun tidak. Alasannya datang ke Desa ini pasti karena ada hubungannya dengan kematiannya.

__ADS_1


Maka di hari berikutnya, Dekka dan Bertan bertekad sengaja menampakkan diri di depan rumah pada malam hari agar mereka bisa bertemu dengan sosok itu. Ditunggu lumayan lama, sosok itu tak juga hadir. Namun ketika jam menunjukkan tepat pukul 22.00 hawa dingin tiba-tiba berhembus di sekitar mereka. Hawa berubah menjadi lebih menyesakkan dari sebelumnya.


Di depan mereka sosok itu hadir, berdiri menghadap ke arah Dekka dan Bertan. Wajahnya hancur dengan salah satu bola mata yang keluar dari tempatnya. Membuat belatung-belatung sebagai gantinya keluar dari sana. Dekka dan Bertan kompak mundur, saat hawa menyesakkan semakin jelas terasa di sekitar mereka. Lama sosok itu tak bergerak, sampai akhirnya pergerakan tiba-tiba dari sosok itu menyerang ke arah Dekka.


__ADS_2