Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
Bab 10


__ADS_3

Romi POV


Setelah perselingkuhan aku dan Mia terbongkar membuat Shena memilih pergi. Aku membiarkan wnaita itu pergi karena aku tau bahwa dia akan memohon kembali kepadaku. Semua akses menemui anak - anak aku tutup.


Sehari setelah aku usir, aku mendengar bahwa dia kembali ke rumah. Aku tidak tau entah apa yang di katakan mertuaku sehingga dia bisa pergi dari rumahku.


Mertuaku memang aneh. Ah mereka memang matre. Buktinya mereka lebih mendukung aku dengan Mia padahal Shena juga anaknya. Semua itu berkat uang. Semua bisa mengendalikan keadaan jika kamu punya uang.


Setelah itu aku menunggu kembali kedatangannya. Tapi dia tidak kunjung kembali. Sebenar aku berat untuk melepaskannya. Shena istri pertamaku adalah rezeki bagiku. Dia yang banyak memberikan ide-ide atas pencapaian pekerjaanku saat ini.


Apalagi Shena sangat telaten dalam menyiapkan kebutuhanku sehari-hari. Berbeda dengan Mia yang kurang peduli dengan apa yang aku butuhkan.


Biasanya setiap pagi, Shena sudah menyiapkan baju di atas kasur. Dan setelah memakai baju, dia selalu ikut campur merapikan apa yang aku kenakan. Belum lagi di meja makan. Susu dan sarapan pagi telah tersedia.


Tapi Shena lupa akan kebutuhan lainnya. Dia sibuk dengan anak-anak kami setelah hamil anak kedua. Dia bahkan sering menginap di kamar anak kami daripada di kamar kami.


Bagaimanapun aku ini adalah lelaki normal. Aku tidak tahan harus berpuasa terlalu lama. Shena juga kurang pandai berdandan. Dia lebih sering memakai daster saat di rumah.


Shena bisa melakukan apa-apa sendirian. Dia jarang meminta tolong kepadaku sehingga aku merasa bosan dengannya.


Awalnya aku biasa saja dengan Mia. Aku tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya. Namun karena seringnya kami berduan akhirnya kami berdua sama - sama khilaf. Kami melakukan hal itu pertama kalinya di kamarnya.


Saat itu aku lupa kemana perginya istriku dan penghuni rumah. Kami sama-sama merasa bersalah ada saat itu. Namun seiringnya waktu, Mia semakin dekat dengan aku. Kami ketagihan dan akhirnya melakukan terus menerus.


Kami melakukan saat Shena tidak dirumah. Terkadang kami melakukan di hotel atau di rumah yang aku belikan untuk Mia.


Terkadang aku jarang pulang dengan alasan keluar kota. Padahal aku pulang ke rumah satu lagi dengan Mia. Terkadang Mia juga aku ajak keluar kota jika ada pekerjaan. Aku bersamanya merasa jiwa mudaku kembali. Bersama Mia memang menyenangkan dan terpuaskan.


Akhirnya aku tidak bisa jauh dari Mia. Mia mengaku hamil membuat aku menyampaikan apa yang terjadi kepada mertuaku. Aku tidak ingin Shena tau saat itu karena sedang hamil anak kedua kami.


Aku memberikan uang tutup mulut  kepada seluruh keluarganya. Akhirnya setelah itu mereka seolah tidak terjadi apa - apa antara aku dania. Aku akhirnya menikahi Mia dengan diam - diam.

__ADS_1


Saat pernikahan berlangsung, semua anggota keluarga dan sahabat dekatku datang. Bahkan sahabatnya Shena juga tau tentang pernikahan ini.


Dua tahun berjalan dengan lancar. Setelah menikah dengan Mia, aku merasa tidak ingin melepaskan Mia juga. Mia bisa memenuhi kebutuhan biologis aku. Sedangkan Shena bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bukannya itu paket lengkap.


Tapi malam itu semua permainanku terbongkar oleh Shena. Itu semua karena aku kurang berhati-hati pergi ke kamar Mia. Mia yang masih mudah begitu hot. Dia mengerti apa yang aku mau. Segala jenis model gaya bisa dia lakukan. Tidak dengan Shena yang selalu kaku.


Karena Shena ingin minta berpisah karena perselingkuhan itu, akhirnya aku mengabulkan permintaannya juga malam itu. Aku tidak ingin melepaskan Mia sama sekali.


Aku berpikir bahwa dia akan memohon untuk kembali lagi. Akh tapi tidak sama sekali.


Akhirnya apanyabg aku tunggu datang juga.Dia datang pagi-pagi sebelum aku berangkat ke kantor. Dan itu meminta barang - barangnya. Bahkan dia menolak ide yang aku tawarkan kepadanya.


Akhirnya aku memberikan surat dari pengadilan untuknya. Kami resmi bercerai secara agama dan hukum. Tapi dari yang aku dengar bahwa dia akan merebut hak asuh anak.Tapi bagiku itu hanya angin lalu karena aku tau bahwa tidak akan dikabulkan oleh pengadilan. Kenapa tidak karena hidupnya sendiri masih terluntang lantung.


Aku berjalan menuju ruang kerjaku. Aku menundukkan kepalaku ketika berpapasan dengan bos aku.


Aku masuk ke ruang kerjaku dan lansung melihat kertas - kertas yang ada di meja kerjaku. Aku sedang membuat proposal untuk proyek besar tahun ini. Seperti biasa, aku akan memainkan dananya.


Jika kamu berpikir bos aku ini telah tua dan pikun maka kamu salah. Bos aku ini adalah lelaki muda yang sekiranya umurnya masih di bawa aku. Aku rasa dia menjadi pimpinan karena usaha keluarga. Jika tidak aku rasa dia tidak kayak masuk jajaran bos.


Setelah membuat proposal, aku juga menelpon klien agar bisnis kamu berjalan dengan lancar. Tiba-tiba pintu ruanganku di ketuk.


"Masuk."


Aku melihat sekretaris bos masuk kedalam ruangan ku. Aku yakin bahwa dia membawa pekerjaan terbaru.


"Ini ada pekerjaan, dan bos meminta di kerjakan segera mungkin."


"Iya sabar."


"Aku hanya menyampaikan." Ucapnya sambil memasang wajah kesal terhadap ku.

__ADS_1


Aku tidak terlalu peduli dengan wanita ini.Bagiku selagi pekerjaanku lancar maka dia bukan halangan bagiku. Tidak lama kemudian pintu terdengar ada yang mengetuk lagi. Aku yakin bahwa ini masih sekretaris bos lagi.


"Masuk."


Ketika pintu di buka membuat aku sangat kaget. Yang berdiri membuka pintu itu adalah Shena. Aku yakin bahwa karyawan di kantor ini masih belum tau bahwa wanita ini bukan lagi istri aku.


"Ngapain kamu ke sini?"


"Sepertinya tuan Romi nampak kaget melihat kedatangan aku." Ucap wanita itu dengan wajah santai.


"Apa tujuanmu datang kemari?" tanyaku. Ternyata bertemu denganku di rumah tadi belum cukup baginya.


"Aku hanya ingin memberi tau kamu bahwa aku akan merebut anak-anak dari kamu, dan jika perlu aku akan melaporkan kamu kepada atasannya kamu, bahwa kamu itu lelaki jahat, kamu lelaki yang telah berselingkuh dengan adik iparnya sendiri."


"Kamu jangan coba macam-macam, kamu coba saja ambil hak asuh anak jika bisa, karena kamu tidak akan mendapatkannya, mana mungkin hakim memberikan sementara kamu hidup tidak punya pekerjaan tetap." Jawabku tersenyum mengejek.


"Kamu mau kita berpisah baik - baik atau kamu mau kita bertengkar, kamu nggak mikirin dampaknya ke anak - anak."


"Jika begitu maka kamu saja yang mengalah, aku layak mengasuh anak - anak karena duit aku banyak." Jawabku sengaja tersenyum mengejek. Aku sangat ingin wanita itu mengalah dan memilih  menjadi istriku lagi.


"Baik, aku akan sewa pengacara untuk mengalahkan kamu di pengadilan, aku yakin setiap anak di bawa umur akan ikut ibunya, seperti hukum Islam."


"Sok tau tentang hukum kamu, buktikan saja jika kamu mampu."


"Aturan terkait pemegang hak asuh anak dituangkan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Dalam Pasal 105 KHI, pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun merupakan hak ibunya."


"Itu jika ibunya mempunyai penghasilan." Ejekku lagi. Aku tertawa dalam hati mendengar dia menyebutkan pasal hak asuh anak. Aku yakin bahwa itu dia dapat dari orang lain. Shena tidak mungkin tau tentang hal itu.


"Pergilah, aku tidak mau melihat kamu lagi, atau saya suruh security seret kamu keluar."


Mendengar pengusiranku akhirnya wanita itu pergi dengan wajah yang kesal. Aku hanya tersenyum melihat dia keluar dari ruanganku.

__ADS_1


__ADS_2