
Sudah tiga bulan setelah perceraian Shena. Semenjak Aiman tinggal bersamanya di rumah Randi membuat suasana rumah tersebut menjadi ramai.
Shena tersenyum saat melihat perlakuan Randi kepada Aiman. Apalagi saat melihat Randi bawa Aiman tidur di kamarnya.
"Kenapa Aiman di bawa ke kamar tuan?" tanya Shena ketika Randi keluar dari kamarnya.
"Nggak apa-apa, udah kamu sana."
"Tapi tuan?"
"Kamu mau tidur di kamar aku juga?" tanya Randi membuat Shena tersipu malu.
Shena tersipu melihat senyuman Randi. Sangat jarang dia melihat Randi tersenyum di depannya kecuali bersama Aiman.
"Malah bengong." Ucap Randi mengagetkan Shena.
"Tidak tuan, tapi takut Aiman menangis "
"Aiman atau kamu yang akan menangis?." Tanya Randi.
"Ya udah tuan, kalau Aiman menangis panggil aku saja, saya permisi tuan."
Shena membalikkan tubuhnya. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti mendengar ucapan Randi.
"Mari kita menikah Shena." ajak Randi.
Shena tidak habis pikir dengan pikiran tuannya yang berbicara dengan mudahnya tentang pernikahan. Apalagi tiba-tiba mengajaknya menikah dalam keadaan seperti ini.
"Tuan bercanda?"
__ADS_1
"Aku serius,kamu sendiri dan aku sendiri jadi mari kita menikah." Ucap Randi.
"Kenapa tuan ingin mengajak saya menikah? Banyak wanita lain yang menginginkan tuan."
"Karena kamu tidak tergila-gila dengan saya, sedangkan saya sangat menyukai kamu, kamu wanita yang membuat aku memikirkan kamu belakangan ini, Dan aku ingin menjadikan Aiman sebagai anakku." Ucap Randi.
Walaupun ragu pada awalnya Shena akhirnya setuju menikah dengan Randi. Awalnya dia memang tidak setuju dengan ide yang di berikan oleh Randi. akan tetapi setelah memikirkan selama dua hari dua malam, akhirnya dia setuju dengan kesepakatan itu.
Bagi Shena pernikahan ini bisa jadi pelindung untuk dirinya dari fitnah yang tidak jelas. Dan yang kedua karena kedekatan Aiman dengan Randi. Dia hanya ingin anaknya bahagia.
Shena senang akhirnya ada lelaki yang mau menerimanya dengan tulus. Dia tidak menyangka cinta hadir dalam waktu beberapa bulan.
Setelah selesai akad nikah, Shena hendak mencium tangan Randi seperti pasangan pada umumnya. Namun Randi malah pergi meninggalkan karena sedang mengangkat telepon.
Walaupun ini tidak pernikahan pada umumnya, tapi hal tersebut membuat Shena sedih. Namun ia mencoba menenangkan hatinya karena ia juga tau bahwa Randi adalah lelaki sibuk.
Setelah selesai menelpon, Randi lansung membawa Shena kembali ke rumah utamanya.
pernikahan mereka di adakan secara tertutup. Yang hadir hanya asisten dan beberapa teman Randi serta Bi Nelli dan Aiman.
"Nyonya saya mau pamit kebelakang dulu, pekerjaan udah selesai."
"Terima kasih bi, tapi panggil saja saya Shena seperti biasa bik."
"Nggak nyonya, saat ini nyonya adalah istri Tuan Randi."
Shena hanya diam menerima apa yang diucapkan oleh bi Neli. Ia tidak protes lagi karena juga ingin membawa Aiman tidur di kamar.
Setelah meletakkan Aiman di kasur, lalu dia mengganti bajunya. Setelah itu lansung mandi membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Ketika sudah jam 7 malam hari, Shena seperti biasa akan memasak untuk makan malam mereka. Randi seperti biasa sangat senang jika adalah Shena.
Randi turun dari kamarnya sebelum Shena selesai memasak. Randi duduk di meja makan sambil menatap Shena yang tidak sadar akan kehadirannya. Wanita itu terlalu serius dengan pekerjaannya.
Randi terkesima ketika melihat Shena memasak. Dia terllihat sangat cantik ketika berada di dapur memakai celemek di mata Randi.
"Aneh, kenapa dia tampak cantik ketika berada di dapur". Gumam Randi.
"Tapi aku tidak boleh tertarik dengan dia, dia adalah wanita yang mempermalukan aku dulu, ingat Randi ini adalah misi balas dendam." bathinnya lagi.
"Papi." Ucap Aiman memanggil Randi dan berlari ke pelukannya.
Shena kaget saat mendengar suara Aiman. Dia baru menyadari bahwa ada Randi di meja makan.
'Maaf belum selesai masaknya."
"Kamu terlalu lelet sih." Ucap Randi tidak begitu peduli dengan kata maaf Shena.
Randi memilih bermain bersama dengan Aiman. Namun ada yang membuat Randi jengkel ketika mengingat Aiman memanggilnya Papi. Dia tau bahwa ini bukan salah Aiman. Dia yakin bahwa ini yang di ajarkan oleh Shena sendiri.
"Ternyata wanita ini agak licik juga, bisa - bisanya dia menggunakan anaknya, dia pikir dengan Aiman memanggilku Papi, lalu dia menjadi istri sungguhan." Batin Randi.
Setelah makanan selesai Shena langsung menyajikan di atas meja makan. Seperti biasanya Randi akan memakan makanan buatan Shena dengan lahap.
Randi mengakui bahwa masakan wanita yang duduk bersamanya di meja makan itu tidak pernah gagal. Dan yang anehnya perutnya selalu aman memakan makanan tersebut. Padahal terkadang Shena memasak agak pedas. Sedangkan Randi sangat payah untuk makanan yang tergolong pedas. Namun selagi makanan itu Shena yang memasak, maka perutnya tentram sentosa.
Setelah selesai makan Shena seperti biasa membersihkan peralatan perabotan dan mencuci piring. Sedangkan Randi bermain di ruang nonton bersama Aiman. Jika melihat keadaan ini, ini persis seperti keluarga sesungguhnya. Keluarga bahagia.
Setelah selesai membersihkan perasaan dapur, Shena tersenyum memandang pemandangan yang menyenangkan baginya. Aiman begitu bahagia bisa bermain bersama Randi.
__ADS_1
Kebahagiaan Aiman tampak terpancar semenjak pindah ke rumah Randi. Berbeda saat Aiman tinggal bersama papanya. Di sana dia juga tidak punya teman bermain.
Lalu bagaimana dengan papanya Aiman?. Papanya Aiman tetap menanyakan kabar putranya. Bahkan dia juga tidak lupa memberikan uang bulanan kepada Aiman.