Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
Bab 20


__ADS_3

Flash back


"Ayo terima, ayo terima."


Shena sendiri kebingungan mendengar teriakan siswa - siswi yang menyaksikannya. Dia celingak-celinguk melihat banyak orang menertawakannya.


Shena tidak bisa mengambil keputusan. Dia melihat seorang lelaki remaja yang nampak memakai culun dan kurus kerempeng menyatakan cinta kepadanya.


"Aduh gimana ini? Kalau aku terima bisa malu aku." bathin Shena.


Shena merupakan salah satu siswi cantik yang ada di sekolahnya. Banyak siswa lelaki yang memperebutkannya.


"Aku tidak akan menerima cinta lelaki ini, harusnya dia tau bahwa aku sudah punya pacar." bathinnya.


"Gimana Shena? Apa kamu mau menerima bunga aku, jika kamu terima maka aku akan kirim lebih banyak lagi." ucap lelaki itu.


Semua orang semakin tertawa mendengar ucapan lelaki itu. Tiba-tiba rombongan lelaki datang menghampiri mereka.


"Wah wah ternyata ada pertunjukan hebat di sini." ucapnya lansung merangkul Shena.


Teman - temannya dan yang lai ikut tertawa.


"Kamu mau jadi pacar dia Shena?" tanya lelaki itu.


Shena menggelengkan kepalanya karena dia sangat mencintai Romi. Namun dia tidak ingin menyakiti perasaan lelaki itu.


"Hey cupu, dia tidak akan mau jadi pacar kamu, kalau kamu mau dia jadi pacar kamu, kamu harus ikuti apa yang aku mau." ucap Romi.


"Aku mau, Aku mau." ucapnya dengan bersemangat.


Romi lalu membisikkan sesuatu kepada lelaki itu. Dengan cepat lelaki itu menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Romi.


Shena tidak tau apa yang di perintahkan Romi kepada lelaki itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian lelaki itu datang membawa banyak cabe rawit.


"Liat Shena aku akan memakan ini demi membuktikan cintanya aku kepada kamu." ucap lelaki itu lansung memakan cabe rawit.


Shena kaget melihat lelaki itu memakan cabe rawit itu. Dia melihat bagaimana lelaki itu kepedasan.Namun dia tidak punya cara untuk menghentikannya.


Cabe rawit yang banyak di kantong plastik tampak habis. Wajah lelaki itu nampak memerah.


"Ba....bagai..ma..na Shena?"


"Hahahhaha ya nggak mungkin lah Shena mau sama kamu, dia hanya main-main." jawab Romi tertawa di iringi dengan tawa siswa lain.


"Benaran?" Mata lelaki itu nampak bergelimpangan air mata.


Shena merasa kasihan terhadap lelaki itu. Namun dia tidak mungkin melakukan hal yang tidak dia sukai.


"Maaf aku nggak bisa." ucap Shena.


Ketika beberapa jam kemudian, Shena mendengar kabar dari temannya bahwa lelaki itu di bawa ke UGD akibat lambungnya bermasalah.


Shena merasa kasihan namun dia juga kesal melihat lelaki yang bodoh seperti itu.


"Lagian jadi lelaki juga bodoh, mau - maunya melakukan apapun demi cinta." gerutu Shena.


"Hahahahhaa, kalau dia kenapa - Napa siap - siap kamu di cari polisi."


"Kok aku, dianya yang bego mau aja di begini Romi." jawab Shena dengan kesal.


Setelah kejadian itu Shena tidak pernah lagi melihat lelaki itu di sekolahnya.


Jika dulunya dia akan menerima coklat atau bunga setiap harinya. Namun sekarang tidak ada kiriman lagi. Walaupun dulu berkali-kali wanita itu menolak tetap saja lelaki itu mengejarnya dengan mengirimkan bunga dan coklat.


Walaupun gengsi namun rasa bersalah tetap menyelimuti hatinya. Sepulang sekolah tetap saja dia mencoba untuk menjenguk lelaki itu. Namun dia tidak bisa bertemu karena ketatnya penjagaan di rumah sakit.

__ADS_1


Flashback end


Shena menghapus air matanya. Dia kembali mengingat kepingan - kepingan di masa lalu.


"Ternyata lelaki itu kamu, wajar kamu balas dendam sama aku." gumam Shena menangis sambil tertawa.


Shena sedang berada di dalam kamar. Melihat wanita itu tidak meninggalkan Randi membuat Naila semakin kesal.


"Kok dia nggak marah dan pergi Tante? Harusnya kan dia pergi dari rumah ini." ucap Naila kepada mama Randi.


"Bukan Shena yang pergi dari rumah ini, tapi kamu yang harus pergi dari rumah ini." ucap Randi nampak emosi.


"Kamu apa - apaan Randi, Naila akan tetap di rumah ini." jawab mamanya.


"Lagian yang dia bicarakan fakta, jadi buat apa kamu marah." ucap Maman lagi.


"Ah makin pusing dengan kalian semua." ucap Randi.


Randi meninggalkan Naila dan mamanya. Dia berjalan mendekati ruang tamu untuk menenangkan Cindi yang menangis.


"Udah jangan menangis lagi." ucap Randi.


Saat ini hati Randi sedang di lema. Dia menyayangi Cindi namun dia merasa enggan menceraikan Shena saat ini.


"Kamu jahat, kamu harus ceraikan dia dan nikahi aku."


"Tolong kasih aku waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya."


"Seminggu."


"Sebulan deh, kasih aku waktu sebulan untuk menyelesaikannya." Randi memohon kepada Cindi.


Melihat Randi yang sudah memohon kepadanya akhirnya Cindi setuju. Dalam kepalanya dia juga berpikir bagaimana menyingkirkan wanita itu kurang dari dalam satu bulan di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2