
Romi nampak sibuk memeriksa laporan pemasukan perusahaannya. Dia cukup senang karen perusahaannya berkembang dengan pesat.
Bunyi notifikasibuay Romi menghentikan pekerjaannya sejenak. Dia meraih ponselnya untukelihat pesan yang masuk.
Ad nomor tidak dikenal mengirimkan beberapakali foto dan vidoe. Romi nampak marah karena melihat video dan foto - foto yang dikirimkan seseorang yang tidak dikenalnya itu sangat membuatnya hancur.
Dalam video tersebut manfaat seorang wanita yang sedang memperagakan adegan dewasa. Dan juga ada foto - foto yang tidak senonoh.
"Ini baju yang di kenakan pada malam itu, artinya dia bukan bertemu temannya, tapi pergi tidur semalaman dengan lelaki itu." gumamnya menahan emosi yang memuncak.
Yang mengirimkan foto itu mengancamnya akan menyebarkan video tersebut jika Romi tidak memberikan uang sebanyak 5 Miliar.
Romi berjalan keluar dari ruangan kerjanya dengan emosi. Wulan melihat kemarahan Romi saat berjalan meninggalkan kantor.
"Kenapa lagi dia?" Tanya Wulan dengan penasaran.
Romi membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Dia tidak sabar ingin melepaskan kemarahan yang dia tahan sejak tadi.
Tidak butuh lebih dari 30 menit, akhirnya lelaki itu tampak bergegas turun dari mobilnya. Dia lansung menuju kamarnya tanpa menegur kedua mertuanya saat melewati keduanya di ruang tengah.
Brakkkk
Mia yang sedang menelpon kaget ketika pintu terbuka dengan keras. Di balik pintu nampak Romi seperti singa yang yang sedang kelaparan.
"Mas udah pulang?" Mia mencoba menetralkan dirinya dari kekagetan. Dia juga segera menutup telponnya sepihak.
Plakkkkkkk
Mia terhuyung kebelakang beberapa langkah. Dia tidak paham kenapa suami itu memukulnya dengan keras.
"Mas kenapa kamu memukul aku? Apa salah aku kepada kamu?" Tanya Mia dengan bibir yang berdarah.
"Ini belum apa - apa jika di bandingkan dengan apa yang kamu lakukan."
Mia tidak tau apa yang di maksud oleh suaminya sendiri.
"Apa salahku mas?"
"Masih bisa berakting kamu saat ini? Masih pura - pura tidak melakukan sesuatu kamu?" Tanya Mia lansung mengeluarkan ponselnya dari sakunya. Dia lalu melemparkannya ponselnya itu ke atas kasur.
"Liat sendiri apa yang kamu lakukan di belakang aku, beraninya kamu selingkuh dari aku." Ucapan Romi bagaikan petir di panas bolong.
Mia lansung melihat video yang sedang di putar di ponsel Romi. Dalam video tersebut nampak jelas bahwa itu dirinya dan lelaki bajingan itu.
"Mas tolong dengarkan aku, aku di jebak."
__ADS_1
Mia lansung berjalan menuju Romi. Dia segera menggapai kaki suaminya.
"Maafkan aku mas, aku tau aku salah, tapi aku di jebak mas." Tangis Mia.
"Dasar wanita murahan, menyesal aku memilih kamu daripada melepaskan wanita sebaik Shena."
"Mas maafkan aku mas, aku siap di hukum mas, tapi jangan tinggalkan aku." Tangis Mia.
"Mempertahankan kamu? Hey kamu pikir aku Sudi menyentuh kamu wanita yang menjijikan." Romi menarik rambut Mia dengan kencang.
"Sakit mas."
"Sakit? Sakit ya?" Romi mengusap kepala Mia.
Tidak lama kemudian dia menarik rambut wanita itu dengan kencang lalu mendorong wanita itu dengan keras sehingga wanita itu terpental ke dinding.
Romi tidak bisa menoleransi sikap Mia. Dia menarik wanita itu keluar dari kamarnya dengan kasar.
"Sakit mas."tangis Mia kesakitan.
Kedua orangtuanya Mia kaget saat anaknya di tarik oleh suaminya.
"Ada apa ini Romi?" Tanya ibu Mia.
"Ajari anak ibu dengan benar, saya tidak akan Sudi dengan wanita murahan seperti dia." ucap Romi mendorong Mia ke arah ayah dan ibunya.
Ibu Mia langsung menampar sama anak karena keselnya. Dia sudah menyuruh anaknya untuk memutuskan lelaki itu.
"Kamu memalukan." Ucap ibunya dengan emosi.
Mia hanya bisa pasrah karena semua aibnya sudah terbuka semuanya.
" Aku sudah memutuskan untuk menceraikan kamu, silahkan kamu keluar dari rumah ini tanpa apapun."
Mendengar ucapan Romi membuat kedua orang tuanya Mia nestapa. Mereka masih belum siap untuk tinggal kan rumah itu.
"Romi tolong maafkan Mia, tolong maafkan sikap dia, ibu janji ini tidak akan terulang lagi."
"Maaf aku tidak bisa, melihat dia saja darah aku mendidih, bisa - bisa aku bunuh dia hari ini juga jika tidak pergi menjauh dari pandangan aku." ucap Romi dengan tatapan emosi.
"Mas ampuni aku." Mia masih berusaha meluluhkan hati sang suami. Dia belum siap miskin.
"Jauhkan tangan kamu dari tubuh aku." Romi mendorong tubuh Mia dengan kasar sehingga wanita itu terjatuh ke lantai.
Kepala wanita nampak berdarah. Namun Romi tidak peduli sama sekali.
__ADS_1
"Keluar kalian dari rumah ini." Romi menarik Mia yang sudah tidak berdaya.
Hal tersebut membuat sang anak Zio menangis. Dia tidak tahu apa yang terjadi antara mama dan Papanya.
" Geby bawa Adik kamu masuk ke kamar." Ucap Romi kepada anak pertamanya.
"aku akan membawa Zio." Ucap Mia tidak ingin berpisah dengan anaknya.
Namun Romi sudah menyeret tubuh Lili dengan penuh emosi. Tidak lama kemudian kedua orang Mia juga keluar dari kamarnya dengan koper di tangannya.
"Tidak ada yang bisa kalian bawa dari rumah ini karena semua barang kalian beli pakai duit saya."
"Jangan begitu Romi, kasihanilah kami." ibu Mia memohon.
Mereka tidak menyangka bahwa hidupnya akan kembali miskin karena kelakuan anaknya.
Seorang security membantu Romi untuk mengusir mereka semua tanpa membawa apa-apa. Tangisan Lili tidak ada gunanya bagi Romi saat ini.
Setelah wanita dan keluarganya pergi meninggalkan rumah, Romi nampak mengusap wajahnya dengan kesal. Lelaki itu nampak agak sedikit berpikir.
"Apa ini karma atas apa yang aku lakukan?" Gumamnya.
Dia menyesali telah menduakan istrinya yang begitu baik kepadanya. Wanita yang tidak pernah berpegian kemana-mana jika tanpa dirinya.
"Aaaaaahhhjhhhhh." Teriak Romi sangat frustasi mengingat nasib dirinya saat ini.
Sedangkan di kamar Geby, Zio nampak menangis. Asisten rumah tangga membantu menenangkan anak lelaki itu. Geby hanya terduduk diam dengan pemikirannya sendiri.
"semua pergi dari rumah ini, apa yang terjadi." Gumamnya pelan.
Mia nampak di bolong oleh kedua orang tuanya. Ibunya begitu kesal sejak tadi kepada anaknya itu namun dia juga kasihan melihat anaknya yang sudah tidak berdaya.
"Semua karena kamu, harusnya kami duduk senang di masa tua kami, namun kamu buat kami kesusahan kami saja, sudah aku peringatkan kamu untuk meninggalkan lelaki kere itu."
"Jadi kamu tau dia selingkuh?"
Ibunya menganggukkan kepalanya. Ayahnya sangat marah karena hal ini.
"Ini juga kesalahan kamu, coba kamu bisa mengatasi semua ini, maka kita tidak akan seperti ini." Ucap ayahnya juga ikutan emosi.
"Kok bapak nyalain ibu? Ibu sudah mengingatkan dia, emang dianya yang bloon." Jawab ibunya kesal karena disalahkan oleh suaminya sendiri.
"Udahlah kalian sama aja, untuk saat ini kita selamatkan diri kita masing - masing." ucap ayah Mia yang marah lansung pergi meninggalkan istri dan anaknya.
"Jika itu mau kamu silahkan, kita liat saja nanti siapa yang hidupnya melarat." Ibu Mia tidak kalah emosi.
__ADS_1
Sedangkan Mia hanya diam karena tubuhnya sangat lemas.