Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
Bab 13


__ADS_3

"Dengan ini menyatakan bahwa gugatan perceraian saudari Shena Anindita kepada saudara Romi Ferrari dan semua gugatannya di kabulkan."


Hakim mengetuk palu tiga kali pertanda sidang selesai.Shena tersenyum karena akhirnya semua ini berakhir. Dia akhirnya bisa bersama dengan anak-anak.


Shena berdiri dari tempat duduknya dan lansung menghadap Romi. Dia pun menyalami Romi dengan tersenyum. Bagi Shena dia memulai dengan Romi dengan baik maka selesai juga harus dengan baik.


Romi menyambut salam Shena dan lansung pergi tanpa ada senyum di wajahnya. Romi nampak kesal sekali karena hak asuh anaknya jatuh ke tangan mantan istrinya.


Randi lansung tersenyum kepada Shena. Dia senang melihat ada senyum di wajah Shena yang akhir - akhir ini menangis. Semenjak tinggal di rumahnya wanita itu tidak pernah tersenyum. Bahkan Randi sering melihatnya menangis.


"Makasih tuan." Ucap Shena tersenyum bahagia.


Shena tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya hari ini. Dia benar-benar bahagia. Tidak ada yang bisa membuatnya sebahagia ini setelah mendengar keputusan hakim.


Setelah menyalami Randi, Shena juga menyalami pengacaranya yang setia mendampingi dan membantunya selama ini.


Shena di dampingi Randi keluar dari ruang persidangan. Dia ingin menemui anak - anaknya secepatnya karena sudah terlanjur kangen.


Sesampai di luar dia juga melihat Mia dan ibunya serta anaknya. Shena lansung memeluk anaknya yang paling besar.


"Geby mama kangen sekali sama kamu." Ucap Shena lalu memeluk dan mencium anaknya.


"Geby juga kangen ma." Ucap Geby.


Mata Geby menangis menatap papanya. Dia tau bahwa papanya saat ini sedang bersedih. Papanya nampak tidak berbahagia.


Melihat papanya hendak meninggalkan tempat itu, Geby melepaskan pelukannya dari mamanya.


"Papa mau kemana?" Tanya Geby takut di tinggalkan papanya.


"Geby kamu ikut mama, kamu maukan ikut mama?" Ajak Shena


Langkah kaki Romi berhenti mendengar anak perempuannya menangis.

__ADS_1


"Papa jangan tinggalkan Geby, Geby nggak mau tinggal sama mama." Ucap Geby menangis.


Shena kaget mendengar ucapan anaknya. Hatinya merasa terluka karena anaknya tidak menginginkannya.


"Mama tolong jangan paksa aku tinggal sama mama, aku hanya mau tinggal sama papa, jika mama maksa maka aku lebih baik nggak punya kalian, aku nggak mau hidup dirumah jelek, aku nggak mau nggak punya mainan yang banyak." Ucap Geby sambil mengeluarkan air matanya .


Randi yang mendengar ucapan anak Shwna lansung mengerutkan keningnya. Ia heran apa penyebab seorang anak menolak kehadiran ibunya.


"Bukankah seorang anak senang tinggal daripada ibunya dari bapaknya?" Pikir Randi.


"Nggak bisa nak, kamu harus ikut mama bukan ikut papa."


"Apa yang bisa mama berikan kepada Geby, lagian mama itu jahat, mama udah ninggalin kami, mama udah pergi dari rumah demi laki - laki lain, mama itu jahat." Ucap Geby.


Romi kaget mendengar ucapan anaknya. Namun walaupun begitu dia tersenyum mendengar ucapan Geby yang lebih memilih dirinya.


"Mas jahat kamu mas, ini pasti kelakuan kamu kan mas?" Tanya Shena menatap wajah mantan suaminya. Di wajahnya nampak begitu emosi.


"Aku tidak melakukan apa-apa."


"Aku tidak pernah meracuni pikiran Geby, jika Geby memilih Aku maka itu hak dia, artinya dia tau mana yang terbaik untuk dirinya."


"Ini bukan masalah hak mas, tapi ini pencucian otak, kamu menghasut dia, bahkan kamu juga membolak-balikkan fakta dengan menuduh seperti itu." Ucap Shena sudah tidak tahan lagi.


Shena memukul dada Romi dengan kesal. Dia sudah tidak tahan lagi setelah mendengar Geby tidak memilihnya.


"Mama jangan pukul papa, papa tidak salah, mama jahat,mama jahat, aku tidak mau mama yang jahat." Ucap Geby memukul badan mamanya.


Di mata Geby mamanya adalah jahat karena telah meninggalkan papanya dan apalagi memukul papanya seperti ini.


"Geby, dengar mama." Ucap Shena duduk menatap Geby.


"Aku tidak mau mendengarkan mama, mama jahat sama kami, gara - gara mama pergi kami jarang bertemu papa, papa jadi sibuk cari mama, mama jahat,aku nggak ingin punya mama seperti mama." Ucap Geby panjang lebar.

__ADS_1


Hati Shena semakin hancur sehancurnya. Dia rasanya tidak sanggup untuk berdiri lagi. Sedangkan Randi tidak bisa ikut campur. Dia hanya menonton drama perpisahan sebuah keluarga. Dia hanya bingung kenapa anak sekecil itu bisa berbicara setajam itu.


"Apakah ini hasil didikan Shena selama ini?" Bathin Randi.


Shena berdiri dan lansung mendekati anak keduanya Aiman. Aiman tersenyum senang saat mamanya mendekati dirinya. Dia tidak mengerti apa yang terjadi antara mama dan kakaknya. Baginya kehadiran mamanya sangat berarti.


"Pergilah Geby bersama papa kamu." Ucap Shena dengan tegas sambil menahan gejolak di dadanya.


Shena lalu mengajak Aiman untuk meninggalkan tempat itu. Shena berjalan dengan tatapan yang kecewa.


"Mungkin ini namanya adil, jika Geby tidak mampu bersamaku tidak apa, semoga aku masih bisa bertemu dengannya." Bathin Shena.


Randi mengekor Shena dari belakang sambil mengomel. Hari ini dia seperti pengawal wanita itu yang setia menjaga wnaita itu.


Randi juga dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Shena.


"Mengapa aku melakukan ini untuk dia? Kan di sini aku tuannya." Bathin Randi yang juga masuk ke dalam mobil.


"Tidak apa-apa, setelah ini kamu akan mencapai tujuan kamu Randi." bathinnya lagi.


Sedangkan di tempat lain, Romi tersenyum senang. Walaupun dia tidak bisa bersama Aiman, tetapi ketika Geby memilihnya rasa bahagia itu jelas adanya.


"Geby pintar loh, kenapa Geby bisa berbicara seperti itu?" Tanya Romi kepada anaknya.


"Kata Tante mama jahat, mama meninggalkan kita karena lelaki lain." Ucap anak itu dengan jujur.


Romi menatap Mia yang tersenyum kepadanya. Romi senang karena pengaruh Mia akhirnya anaknya memilihnya. Namun ia juga takut dengan sikap wanita itu.


"Bahaya wanita seperti ini, sama kakaknya sendiri aja kejam, apalagi dengan orang lain, kenapa aku bisa menikahi wanita seperti ini?" Bathin Romi sambil berjalan.


Hari berlalu begitu cepat, Randi masih belum melihat senyum Shena padahal ia sudah ada Aiman ikut bersamanya. Randi tau bahwa wanita itu terluka dengan ucapan anaknya yang masih kecil. Akan tetapi Randi tidak tau bagaimana cara menghibur wanita Itu.


Semenjak kedatangan Aiman, rumah Randi terasa ramai. Dia merasa bersemangat untuk pulang kerumahnya dengan terburu-buru. Baginya Aiman hiburan tersendiri setelah lelah melakukan aktivitas seharian.

__ADS_1


Yang membuat Randi semakin senang adalah Aiman mudah dekat dengan semua orang yang di rumahnya. Kehadiran Aiman juga membuat bi Neli dan keluarganya senang. Sering sekali Aiman di bawa main ke tempat tinggal bi Neli. Apalagi anak bi Neli cuma satu danĀ  itupun sudah remaja.


__ADS_2