
"Oek oek oek."
Terdengar tangis memenuhi ruang bersalin. Shena merasa lega karena akhirnya ia bisa melahirkan anak ketiganya dengan selamat.
"Selamat Bu, anak ibu cowok dan lengkap." ucap dokter mengendong sang bayi.
Randi mencium kening Istrinya. Dia melihat dengan mata kepalanya bagaimana sang istri berjuang melahirkan anaknya.
"Terima kasih sayang atas perjuangan kamu." ucapnya.
Shena hanya tersenyum lalu memejamkan matanya. Dia sangat lelah hari ini.
Setelah beberapa proses akhirnya Randi bertemu dengan sang bayi. Dia lansung mengazankannya.
Randi sangat bahagia setelah mengendong sang bayi tampan.
"Akhirnya kamu launching juga Juniorku?" ucapnya.
Pintu ruangan terbuka menampakkan Tante Bella dan papa Randi. Mereka nampak sangat senang dengan kehadiran cucu pertama mereka.
"Mana cucu papa." ucap papanya antusias sekali.
Yah papa Randi sangat mendukung hubungan anak dan menantunya. Baginya Shena wanita yang tepat untuk Randi. Papanya juga yang selalu membela Shena saat mama Randi berani macam-macam.
Karena kehadiran papa Randi dan istri keduanya di Indonesia membuat mama Randi akhirnya tidak tahan di rumah Randi.ama Randi akhirnya memutuskan kembali ke rumahnya. Dan Naila juga terpaksa balik ke keluarganya.
Selama tante Bella tinggal di Jakarta, dialah yang mengurus dan menjaga Shena. Randi akhirnya sadar kenapa papanya memilih Tante Bella sebagai istri kedua. Tante Bella adalah wanita yang baik.
"Randi malah melamun, sini cucu papa." Randi agak kaget karena papanya menepuk pundaknya.
"Sabar dong pa, aku aja yang punya produk baru sebentar."
"Banyak jawab, sini sama kakeknya."
Randi memberikan sang anak kepada sang papa sambil tersenyum. Sedangkan Tante Bella sedang duduk membelai rambut Shena.
"Siapa nama cucu papa ini?" tanya sang papa.
"Shaka Novirsyah pa." jawab Randi.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka lagi. Randi kaget melihat tamu yang tidak di undang. Mereka adalah Mia dan ibu kandung Shena.
"Siapa Ran?" tanya papa Randi.
"Ibunya Shena pa."
"Suruh masuk, kenapa bengong aja."
Randi sebenarnya malas untuk bertemu dengan mereka. Namun demi menghormati ibunya Shena akhirnya dia mempersilakan kedau wanita itu masuk.
Shena mendengar ucapan Randi membuka matanya. Dia kaget ketika melihat kedatangan ibu dan adiknya. Hatinya belum siap untuk bertemu dengan mereka.
"Mas bisa bawa mereka keluar."
Papa Randi nampak kaget mendengar ucapan Shena menantunya. Randi hanya diam mematung di tempatnya.
"Mas tolong usir mereka,aku tidak ingin bertemu mereka." ucap Shena lagi.
"Buk maaf, saya tidak tau ada masalah apa di antara kalian, tapi menantu saya sedang tidak ingin kalian hadir di sini, mohon keluar dulu demi kesehatan menantu saya." ucap papa Randi.
"Baiklah, maafkan kami." ucap sang ibu akhirnya membawa anaknya meninggalkan ruangan itu.
"Makasi pa."
Papa Randi meletakkan sang anak di boxnya kembali. Tante Bella hanya tersenyum sambil membelai rambut Shena tanpa henti.
"Tante tidak akan memaksa kamu untuk bercerita, tapi jika kamu butuh teman cerita, Tante siap untuk mendengarkan."
Shena menganggukkan kepalanya. Dia merasa Tante Bella sebagai pengganti ibunya. Walaupun tidak ada ikatan darah, tapi wanita itu tulus kepadanya.
...****************...
"Jadi Shena menolak kamu?" tanya ayahnya.
"Iya yah." jawab Mia.
"Wajar sih, bisa jadi dia takut kamu akan merebut suaminya lagi."
"Kok ayah menuduh aku seperti itu? Aku benar sudah berubah yah."
__ADS_1
"Yah buktikan sendiri."
Yah memang mereka tau bahwa hari itu Shena melahirkan dari ayahnya. Mia memohon kepada ayahnya untuk memberi tau karena dia ingin meminta maaf.
Semenjak bercerai dengan Romi dia merasa hidupnya lebih kacau. Dia sangat menderita karena sejak dulu dia sangat tidak bisa bekerja.
Dia terpaksa saat ibu bekerja untuk bertahan hidupnya. Dia tidak mungkin hanya mengandalkan ibunya. Sedangkan ayahnya hanya untuk bertahan hidup sendiri.
"Aku rasa setelah aku meminta maaf sama dia maka hidup aku akan membaik yah." ucapnya dengan tulus.
"Ya silahkan di coba terus, pengkhianatan kita kepada kakakmu itu keterlaluan dan pastinya sangat menyisakan kepedihan, dia bisa saja memaafkan tapi tidak akan bisa bersama kita lagi seperti dulu, kitavakan tetap orang asing baginya."
"Ya ayah, aku tau resikonya.
...****************...
Di tempat lain seorang wanita muda tampak sedang sibuk di depan komputernya. Dia adalah Cindi.
"Banyak betul pekerjaan hari ini, apa dia nggak salah nih kasih aku." ucapnya menggerutu tapi tetap mengerjakan pekerjaannya.
" Kok bisa punya bos seperti dia, menyebalkan."
"Kamu menyumpahi saya?"
Cindi kaget saat mendengar suara yang ada di belakangnya.
"Eh ada pak Raka, bapak salah dengar kali pak."
"Bagaimana dengan pekerjaan kamu? Apakah sudah selesai?"
"Tentu saja belum pak,ini sangat banyak jadi jangan salahkan saya jika nggak selesai pak." jawab Cindi dengan enteng.
"Baik, lanjutkan lembur sampai selesai, saya mau pulang."
"Pak jangan hari ini pak, besok ya pak." ucap Cindi melihat jam telah menunjukkan pukul 5 sore.
"Lembur, besok saya akan gunakan."
Cindi hanya menghela nafas saat melihat bosnya pergi meninggalkan kubikel tempat ia bekerja. Sedangkan teman - temannya sudah pada pulang.
__ADS_1
"Dasar bos nggak punya hati, semoga aja tidak ada wanita yang mau sama anda."
Cindi mengerjakan pekerjaannya dengan semangat. Dia berharap jam delapan malam telah selesai.