Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
Bab 21


__ADS_3

"Baik mas, jika kamu menikahi aku karena benci atau balas dendam, maka aku tidak akan melepaskan kamu, biar kamu tau rasanya hidup dengan wanita yang kamu benci ini." gumam Shena menghapus air matanya.


"Iya, aku tidak akan kalah dengan kamu mas, kita liat saja sejauh mana kamu bisa balas dendam sama aku." Shena akhirnya berdiri dari tempat duduknya.


Dia akhirnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia bersiap untuk menjemput Aiman.


Ketika Randi masuk dia melihat Shena sudah rapi. Namun wanita itu hanya mendiamkannya.


Randi juga enggan bertanya karena gengsi. Dia hanya duduk memperhatikan wanita itu.


"Mau kemana dia? Apa dia akan pergi dari rumah ini?" tanya lelaki itu dalam hatinya.


Randi melihat wanita itu mendekatinya. Wanita itu mengulurkan tangannya kepadanya.


"Mas aku mau pergi jemput Aiman dulu." ucapnya berpamitan.


"Hmmm."


Setelah bersalaman akhirnya Shena berangkat. Randi heran melihat wanita itu yang tidak marah kepadanya.


"Terbuat dari apa hati wanita itu? Bisa - bisanya seperti tidak terjadi apa - apa." bathin Randi.


"Atau dia sedang mempersiapkan balas dendam agar aku termakan umpan aku sendiri, wah tidak bisa di biarkan ini." Randi tidak terima jika dia harus termakan umpannya sendiri.

__ADS_1


Di tempat lain, Romi dan Mia serta anak - anak mereka sedang menunggu kehadiran Shena. Sebenarnya Shena malas bertemu mereka. Namun semua di lakukan demi anak-anaknya.


"Akhirnya kamu datang juga." ucap Mia nampak kurang suka pertemuan ini.


Shena tidak menjawab ucapan dari Mia. Dia malas meladeni wanita itu.


"Geby apa kabar?" tanya Shena kepada anak pertamanya.


"Baik mama, Geby kangen kumpul sama papa dan mama serta Aiman." ucap Geby.


Mendengar ucapan Geby membuat Mia semakin meradang.


"Mama juga kangen sama Geby."


"Papa sekali - kali aku boleh nginap di tempat mamakan?" tanya Gebby meminta persetujuan.


"boleh di akhir pekan." jawaban papanya membuat Geby dan Shena sangat senang.


Melihat kegembiraan di wajah Shena membuat Mia kesal.


"Udahlah, kamu mulai menjadikan anak kamu sebagai umpan untuk balik, ingat kamu itu sudah mantannya mas Romi, apa nggak ada lelaki lain yang mau sama kamu." sindir Mia.


"Mia." tegur Romi.

__ADS_1


"Mas mau bela dia? Mas nggak peduli sama aku lagi?" tanya Mia dengan sedih di buat - buat.


"Bukan seperti itu, bicara yang baik - baik saja didepan anak - anak."


Di tempat lain seorang lelaki nampak tidak tenang karena sejak dua jam tadi Shena belum juga kembali.


"Ahhh kemana wanita ini? katanya cuma sebentar, tapi ini sudah mau tiga jam tapi belum juga kembali." gerutu Randi.


"Mana perut aku lapar pula, masakan Bu Neli nggak cocok pula sama selera aku." gerutunya dengan kesal.


Randi bolak balik mengecek ponselnya namun tidak ada panggilan masuk.


"Apa aku hubungi aja dia ya, tapi kalau aku hubungi dia yang ada dia malah besar kepala pula dia." gerutu Randi lagi.


Pintu kamarnya di buka membuat Randi hampir kaget. Dia segera menetralkan dirinya agar tidak terlihat menunggunya.


"Darimana sajakah kamu baru pulang jam segini?"


"Baru jemput Aiman, tadi makan dulu, untungnya dia udah tidur di sebelah." jawab Shena.


"Buatkan aku makan."


"Mas belum makan?" Shena menyadari bahwa ia belum masak hari ini.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya, segera masak karena aku pengen makan." hardik Randi.


Shena segera bergegas menuju lantai satu. Dia ingin memasak apa yang ada di kulkas.


__ADS_2