
Mia sedang bersama dengan Geby dan Zio di taman dekat rumahnya. Dia sengaja membawa mereka untuk bermain di taman. Namun tiba - tiba kesenangannya berubah menjadi sebuah ketakutan.Dia kaget ketika seorang lelaki mendekatinya.
Dia memang sudah beberapa Minggu menghindar dari lelaki itu. Dia sedang mencoba mencari perhatian suaminya. Sesuai perkataan ibunya, dia selalu sibuk memikat Romi kembali. Dia tidak mau kehilangan Romi begitu cepat.
"Akhir aku menemukanmu." Ucap lelaki itu sambil tersenyum.
"Ngapain kamu di sini?" Tanya Mia begitu takut.
"Siapa dia tante?" Tanya Gaby.
"Hahahaha aku pacar Tante kamu anak manis."
"Diam kamu, jangan sembarangan berbicara." Ucap Mia marah karena takut Geby akan mengadukan kepada papanya.
"Geby bawa adek Zio main di sana bentar ya, tante mau bicara dengan teman tante dulu."
Geby menurut dengan ucapan tantenya. Dia membawa Zio untuk bermain ayunan di taman.
"Ngapain kamu menemui aku di sini? Gila kamu ya."
"Aku kangen sama kamu sayang, kamu nggak merespon telpon aku."
"Kan aku sudah bilang aku sedang fokus dengan suamiku, kamu jaga jarak dulu sementara waktu, sampai waktu yang aku tentukan."
"Nggak bisa begitu, aku tetap ingin bersama kamu, kamu harus tetap melayani aku sayang, aku kangen saat bersama kamu."
"Riki jangan begitu, tolong mengerti aku, coba jika kamu kaya maka aku tidak akan seperti ini." Ucap Mia akhirnya tidak tahan dengan lelaki itu yang tidak mau mengerti dirinya.
"Kamu menghina aku ha?" Riki memegang tangan Mia dengan kuat.
"Sakit Ki."
"Sekali lagi kamu menghina aku, aku akan lakukan yang lebih parah, aku tidak mau tau dengan suami kamu, aku pokoknya ingin kamu melayani aku seperti dulu, jika tidak aku akan membagikan video syur kamu." Ancam Riki.
Mendengar ancaman Riki membuat Mia terdiam. Dia tidak pernah tau selama ini bahwa lelaki ini mereka kegiatan panas mereka.
"Kamu tidak percaya? Baik aku akan kirim ke kamu."
Mata Mia terbelalak saat melihat video berdurasi kurang lebih 20 menit. Di dalam video tersebut nampak dengan jelas bahwa itu dirinya.
"Kurang ajar kamu Riki." Mia mencoba memukul Riki.
"Jangan pernah kurang ajar atau menjauh dari aku, jika aku suruh kamu menemui aku, maka kamu harus datang, Jika tidak jangan salahkan aku."
Riki mencium pipi Mia sambil tersenyum. Lalu membisikkan sesuatu."Aku mau nanti malam kamu temui aku di apartemen aku."
Lalu ia berjalan meninggalkan wanita itu. Geby melihat ketika Riki mencium Mia. Dia berjalan membawa Zio Ke arah tantenya.
"Kenapa tadi omnya mencium tante?" Tanya Geby dengan polos.
"Diam kamu, awas aja kamu memberi tau papa kamu atau nenek kamu." Ancam Mia.
Geby mengangguk mengerti. Sedangkan Mia mencoba menenangkan dirinya.
"Aku harus atur strategi agar bisa menghapus video tersebut."
Dia lalu memikirkan cara untuk keluar malam ini. Selama ini dia tidak pernah keluar rumah di malam hari.
...****************...
__ADS_1
Romi baru saja pulang dari kantor. Ia merasa tidak enak badan hari ini. Saat membuka pintu rumah, dia dikagetkan dengan Mia yang yang sedang berdiri di balik pintu. Romi menatap wanita itu yang sudah nampak rapi dengan sebuah tas di tangannya.
"Mau kemana kamu?"
Mia nampak kikuk saat Romi bertanya. Dia pikir malam ini Romi tidak pulang seperti biasanya. Namun sebelum pergi dia sudah menyiapkan alasan klasik.
"Aku ada janji sama teman-teman makan malam, boleh ya mas?" Tanya Mia dengan lembut.
"Aku sedang tidak enak badan, lebih baik kamu di rumah saja merawat aku." Ucap Romi melangkahkan kakinya.
"Tapi aku udah terlanjur janji mas, please mas cuma malam ini."
Romi membalikkan badannya mendengar ucapan istrinya.
"Harusnya kamu mengiyakan ajakan orang ketika sudah dapat izin dari suami, contoh dong Kakak kamu." Ucap Romi membuat Mia kesal. Tapi ia mencoba menahan dirinya karena tidak ingin Romi semakin marah sama dia.
"Iya mas, aku akan belajar lebih baik lagi, tapi bagaimanapun aku tetap yang terhebat di atas ranjang daripada kakakku, buktinya kamu lebih sering memilih tidur di ranjang aku kan yang." Ucap Mia memeluk suaminya.
Romi memang sangat menyukai wangi tubuh Mia yang selalu wangi. Berbeda dengan Shena ,saat menjadi istrinya selalu pakai daster dan kadang tidak ada wangi - wanginya.
"Kamu memang terbaik, cuma kamu harus belajar melayani aku lagi dengan hal yang lain, bukan hanya di ranjang."
"Baik mas, tapi jika aku berubah seperti itu, mas juga jangan tidur dengan wanita manapun ya, termasuk Wulan." Ucap Mia dengan manja.
Romi lansung menganggukkan kepalanya. Romi juga tidak ingin pernikahannya hancur lagi yang menyebabkan anak - anaknya sebagai korban. Apalagi dia sudah melihat bagaimana keadaan Geby akhir - akhir ini banyak diam.
"Baik mas, kamu pingin di layani apa? Tapi malam ini aja, izinkan aku pergi setelah itu ya."
Romi yang merasa kasihan sama Mia akhirnya menganggukkan kepalanya. Selama ini Mia juga tidak pernah pergi malam - malam. Istrinya selalu bepergian di siang hari.
"Pergilah, nanti biar bibi aja yang siapin makan malam."
Setelah itu mereka berpisah di situ. Mia merasa senang karena suaminya tidak menaruh curiga sedikitpun.
"Jika bukan karena harta kamu mas,mana mau aku bertahan sama kamu." Bathin Mia.
Mia pergi menggunakan mobilnya sendiri. Tidak sampai 15 menit dia telah sampai di apartemen Riki. Sebelum lelaki itu menerornya maka dia akan datang menuntaskan kemauannya.
Mia menekan tombol pin apartemen lelaki itu. Melihat Mia datang membuat Riki tersenyum senang. Dia tau bahwa wanita itu akan datang sendiri kepadanya.
"Selamat malam sayang." Ucap Riki lansung merentangkan tangannya.
"Cepat apa maumu, aku tidak bisa lama-lama."
"Terus kapan kita akan bermalam bersama sayang? Aku mau tidur sama kamu sampai pagi seperti pasangan pada umumnya."
"Kalau kamu seperti itu maka kerja yang rajin, pertebal dompet kamu agar aku bisa nyaman bersama kamu terus."
"Kurang apa aku? Aku sudah berusaha bekerja sekuat tenaga aku, aku memang tidak sekaya suami kamu, tapi aku bisa menghidupi kamu."
"Kamu aja sampai sekarang tinggal di apartemen seperti ini, aku itu punya keluarga besar, maka kamu harus punya rumah mewah."
"Kasih aku waktu sayang."
"Kamu nikahi aja wanita yang bisa menerima kamu, kamu bisa cari wanita muda."
"Aku tidak bisa move on dari kamu, kamu terlalu gurih sayang ketika di makan."
Riki lalu menarik Mia dengan kuat sehingga jatuh di atas ranjang. Dia lansung ******* bibirnya Mia dengan rakus. Dia sudah tidak tahan lagi sehingga lansung menanggalkan semua yang ada di tubuh wanita itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam aja Sayang? Aku gak suka yang fasif seperti ini."
Mia mengikuti apa yang di mau oleh lelaki itu. Lagian dia memang terpancing oleh lelaki itu.
Melihat Mia seperti cacing kepanasan membuat Riki tersenyum.
"Kamu tidak akan bisa melupakan aku sayang, apa yang aku berikan tidak akan bisa di berikan oleh suami kamu itu."
Mia membetulkan ucapan Riki. Sentuhan lelaki itu yang sedikit kasar membuatnya sangat menyukai itu.
Jam telah menunjukkan pukul 12 malam. Romi terbangun dari tidurnya. Dia tidak menemukan sang istri di sampingnya.
"Kemana dia? Kenapa belum pulang"
Romi mengambil ponselnya untuk menelpon istrinya. Namun ponsel wanita itu sudah tidak aktif lagi.
"Katanya sebentar, apa dia mabuk lalu di bawa teman - temannya."
Romi akhirnya membaringkan tubuhnya kembali. Tidak terasa Romi sudah ketiduran lagi.
Esok paginya Romi masih tetap tidak menemukan Mia.Dia membiarkan hari ini wanita itu menghabiskan masa bahagia.
Romi lansung duduk di meja makan. Di atas meja makan sudah tersedia beberapa menu sarapan pagi.
"Mia mana Mi?" Tanya mama mertuanya
"Nggak tau ma, tadi malam dia izin mau reuni katanya, sampai pagi ini dia belum pulang." Jawab Romi sambil menuangkan nasi goreng di piringnya.
"Kamu cari dia dong pa, di nasehatin anaknya."
"Iya." Jawab papanya.
"Biar aja dia hari ini bersenang ma, aku sengaja memberikan izin tadi malam biar dia puas.
Semua terdiam di meja makan tanpa ada yang bersuara lagi.
Setelan selesai makan Romi mengantarkan Geby terlebih dahulu sebelum ke kantor.
Sedangkan istrinya baru saja selesai mandi berdua dengan Riki. Sambil mandi mereka bermain air di sana.
"Aku ingin istirahat dulu, pesan sarapan." Ucap Mia.
"Iya, kamu memang hebat ayang bisa memberikan aku servis menarik, setelah sarapan kita istirahat dulu."
Mia mengakui bahwa apa yang mereka lakukan tadi malam membuatnya dimabuk kepayang. Bahkan mereka hanya tidur sebentar saja.
Awalnya Mia hendak pulang namun hasratnya begitu bergejolak sehingga dia memutuskan untuk menginap di apartemen Riki.
Mia hanya diam berpura-pura sudah tertidur. Riki yang melihat Mia tertidur, akhirnya juga memilih tidur di sebelah wanita itu.
Setelah tertidur pulas akhirnya Mia berusaha untuk mencari bukti rekaman itu. Dia ingin menghapus semua video itu.
"Dimana dia simpan videonya?" tanyanya kesal karena tidak menemukan video tersebut dari ponsel lelaki itu.
"Pokoknya aku harus menemukan video itu agar hidup aku tenang." ucapnya mencari di ponsel Riki.
Mia tersenyum senang saat dirinya menemukan video tersebut. Dia lansung menghapus video itu sambil tersenyum.
Lalu setelah itu dia bersiap untuk meninggalkan apartemen lelaki itu. Dia berjalan pulang meninggalkan lelaki itu. Dia akui dia begitu menginginkan lelaki itu. Namun hatinya tidak bisa berbohong bahwa dia tidak mau hidup susah. Dia ingin hidup bergelimang harta sebagai istri Romi yang kaya raya.
__ADS_1