Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
Bab 28


__ADS_3

"Shena."


Shena kaget saat melihat ayahnya berdiri di hadapannya dengan pakaian lusuh. Lelaki itu nampak begitu menyedihkan saat ini.


"Ayah."


"Shena maafkan ayah, ayah memang tidak pantas di panggil ayah, tapi ayah memohon kamu memaafkan ayah."


Shena hanya terdiam saat ayahnya meminta maaf. Dia tau bahwa keluarganya telah di usir oleh Romi. Namun dia tidak tau mereka tinggal di mana.


Rasa sakit hatinya kepada keluarganya membuatnya tidak ingin mencari keberadaan mereka.


Ayahnya tau bahwa kesalahannya sangat sulit untuk di maafkan oleh anaknya. Tapi dia tetap ingin meminta maaf. Dia merenungi semua kesalahannya di masa lalu.


"Ayah tau ini berat untuk kamu, ayah memang salah, sekali lagi maafkan ayah." ucapnya lagi.


Dengan wajah yang terpancar kesedihan, lelaki tua itu membalikkan badannya. Shena tidak sampai hati untuk tidak memaafkan kesalahan ayahnya. Bagaimanapun itu tetap ayahnya.


"Ayah, aku sudah memaafkan ayah."


Lelaki itu membalikkan badannya dengan tersenyum. Dia lansung memegang tangan Shena.


"Terima kasih nak, terima kasih telah memaafkan ayah, kamu memang anak yang baik."


"Sama - sama ayah, mari mampir ke rumah aku ayah."


"Lain kali ayah akan mampir, hari ini ayah sedang bekerja."


"Kalian tinggal di mana?"


"Ayah tinggal di mes tempat kerja ayah, ibu kamu ikut Mia, ayah juga tidak tau kemana mereka."


Pembicaraan mereka hanya sampai di situ karena ayahnya harus terburu-buru untuk bekerja.


Shena juga harus cepat pulang kerumah karena ia merasa lelah.


Ketika sampai di rumah, dia melihat Randi sangat senang. Lelaki yang jarang tersenyum itu, nampak sumringah hari ini .


"Kenapa dia?" tanya Shena dalam hati.


Melihat kedatangan Shena, Randi langsung menghampiri wanita itu.


"Shena, ayo kamu harus ikut aku."


"Kemana?"


"Jangan banyak protes."


Randi menarik tangan wanita itu ke ruangan tengah. Di sana nampak seorang wanita cantik duduk.


"Siapa dia? Apa wanita ini pacarnya juga?" bathin Shena.


"Ayo bantu saya buat wanita ini cantik, dan jangan buat dia kelelahan karena dia sedang hamil anak saya." ucap Randi kepada wanita itu.


"Baik tuan."

__ADS_1


"Mari nona, kamar udah saya siapkan" seorang pembantu rumahnya datang menghampiri mereka.


Shena mengikuti langkah kaki pembantunya. Wanita cantik tadi juga mengikuti langkah mereka.


Malam telah tiba, Randi sudah bergaya dengan gagahnya menggunakan jas setelan mahal. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri.


Hari ini ada acara penting di perusahaannya. Papanya juga akan datang menghadiri acara perusahaannya.


"Sudah selesai tuan."


Randi melihat Shena dari ujung kaki ke ujung kepala. Dia terpaku melihat wanita itu yang sangat cantik.


"Cantik, sama seperti dulu." ucapnya.


Shena merasa malu mendengarnya pujian dari Randi. Selama menikah dengannya, dia tidak pernah mendengar kata pujian seperti itu untuk dirinya.


"Terima kasih atas bantuannya, uangnya sudah saya transfer." ucap Randi.


"Baik tuan, permisi."


Ketika wanita itu meninggalkan rumahnya, Randi masih terpesona memandang Shena. Malam ini dia akui wanita itu begitu cantik. Jantungnya berdetak lebih cepat melihat kecantikan wanita itu.


"Apakah aku jatuh cinta lagi kepada wanita ini?" bathin Randi.


"Mas, kita emang mau kemana?" tanya Shena mengagetkan Randi.


Randi berjalan mendekati Shena. Dia lansung menarik tangan Shena ke genggamannya.


"Ikut saja tanpa banyak bertanya."


"Aiman mas?"


"Aiman sudah di urus sama naninya."


Shena hanya terdiam saat mereka di dalam mobil. Dia tidak tau kemana mobil ini akan membawanya.


Aura Randi yang duduk di sampingnya membuat ia merasa minder. Dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa lelaki ini sangat tampan malam ini.


Apalagi saat dia melihat lelaki itu dari dekat dan memejamkan matanya.


"Tampan sekali." bathin Shena memperhatikan wajah lelaki itu dari dekat.


Semenjak kehamilannya berada di dekat lelaki itu adalah hal yang menyenangkan bagi wanita itu.


"Aku tau aku tampan, jangan di pandang terus."


Shena lansung membuang muka setelah mendengar ucapan Randi. Dia merasa sangat malu karena lelaki itu mengetahui bahwa ia sedang mengagumi lelaki itu.


Randi hanya tersenyum saat melihat kecanggungan wanita itu. Dia lalu membaringkan kepalanya di pundak kiri wanita itu.


"Aku merasa lelah, biarkan aku di sini sebentar."


Entah kenapa akhir - akhir ini dia merasa kepalanya sering pusing. Namun ketika dia menyandarkan kepalanya di pundak Shena, barulah dia merasa agak baikan.


"Tubuhmu wangi."

__ADS_1


Shena merasa agak aneh dengan lelaki ini. Dia teringat dengan ucapan Romi dulu bahwa tubuhnya selalu bau bawang. Tapi dia tidak mau pusing hal tersebut saat ini.


Mereka telah sampai di tempat berlangsungnya acara tersebut. Randi menggandeng tangan Shena. Semua mata tertuju kepada mereka.


"Siapa wanita cantik itu, kenapa dia berjalan bersama tuan Randi?"


"Bukankah itu mantan istrinya pak Romi dulu? kenapa sekarang bersama tuan Randi, apakah tuan Randi penyebab perceraian mereka?"


Macam-macam pertanyaan yang muncul di benak ornag gang melihatnya termasuk para karyawan Randi. Wajah Shena tidak asing baginya walaupun dulu tidak secantik ini.


"Halo pa, ini Shena menantu papa."


"Hahahaha, akhirnya kamu mengenalkan kepada papa."


Shena menyalami papa mertuanya setelah tau bahwa lelaki yang berdiri bersamanya adalah mertuanya.


"Ini Tante Bella, beliau istrinya papa juga."


Shena juga menyalami istri kedua papa mertuanya. Dia melihat bahwa wanita itu nampak anggun dan wajahnya bersahabat. Berbeda dengan mama Randi yang nampak sombong dan judes.


"Randi kenapa kamu bawa perempuan ini kesini? Jangan bikin malu lah." tiba-tiba mama Randi datang bersama Naila.


"Kamu yang membuat malu, kenapa harus malu dengan istri Randi, dia cantik dan lembut." ucap papa Randi nampak menegur mama Randi.


Shena melihat perbedaan keduanya. Dia melihat bahwa papa Randi adalah sosok yang baik.


"Mungkin perbedaan ini yang membuat papa Randi menikah lagi." bathin Shena.


"Randi malam ini kamu harus mengenalkan Shena secara resmi sebagai istri kamu, Tante liat mata para lelaki tertuju kepadanya malam ini." ucap Tante Bella tersenyum.


Mendengar ucapan Tante Bella membuat mama Randi dan Naila semakin kesal.


"Iya ndi, kamu liat aja tatapan mereka ingin memiliki Shena." ucap papanya sambil tersenyum.


Randi juga merasakan hal yang sama saat ia memasuki gedung itu. Tatapan mata para lelaki kepada Shena seakan-akan ingin menjadikan wanita itu milik mereka.


Randi mengandeng tangan istrinya pertanda wanita ini adalah miliknya. Dia juga membawa istrinya ke area panggung untuk mengenalkan secara resmi.


"Halo selamat malam semuanya, perkenalkan secara resmi bahwa wanita yang berdiri di samping saya ini adalah istri saya."


Mendengar Randi mengenalkan Shena secara resmi membuat Naila semakin kesal. Dia tidak terima dengan semua ini.


Berbeda dengan Shena yang agak kaget. Dia nampak kikuk karena baru kali ini di perlakukan seperti ini.


Berita tentang istri Randi Novirsyah beredar dengan cepat di media sosial. Hal itu tidak luput dari pandangan Romi dan Mia serta ibunya.


"Lihat Shena sangat beruntung, dia pandai memikat lelaki kaya, bukan seperti kamu yang terjebak sama pria miskin." ucap mamanya dengan kesal kepada Mia.


Mia juga kesal karena ibunya membandingkannya dengan Shena.


"Mama sabar aja, secepatnya aku akan menemukan lelaki kaya agar kita kaya lagi." jawab Mia


dengan percaya diri.


"Ah terlalu lama, bosan ibu tinggal di kontrakan sempit seperti ini."

__ADS_1


__ADS_2