
Mia POV
Aku adalah Mia Arlen yang merupakan adik Shena Anindita. Kami adalah dua bersaudara.
Aku memang tinggal dengan kakak ku sejak dia menikah dengan suaminya. Kami sekeluarga memang diboyong oleh kak Shena ke rumah barunya.
Shena memang royal terhadap keluarga kami. Dan dia sangat beruntung mendapatkan suami seperti mas Romi yang kaya raya.
Ayahku sudah lama tidak bekerja sehingga kami hanya mengandalkan kakakku untuk bertahan hidup. Untungnya Dia mempunyai suami yang sangat mapan.
Dan nasib kami berubah setelah kakakku menikah dengan mas Romi. Aku akui kakakku memang cantik makanya ia bisa mendapatkan suami yang kaya raya.
Aku cukup dekat dengan abang iparku. Dia sangat baik kepadaku. Bahkan dia sangat royal kepadaku. Aku selalu di berikan jatah bulanan yang fantastis di belakang kakakku.
Aku mau merasa nyaman dengan Abang iparku. Jika ada yang ingin di beli, aku hanya tinggal minta uang kepadanya. Aku terkadang begitu kesal dengan penampilan Shena yang nampak agak kuno setelah melahirkan anak pertamanya. Dia lebih sering memakai daster saat di rumah.
Berbeda dengan aku yang agak bergaya modis. Aku selalu minta uang kepada Abang ipar untuk memenuhi kebutuhanku.
Hingga terjadi apa yang seharusnya tidak terjadi kepada kami. Kami terlalu nyaman saat bersama. Tidak di sadari tumbuh benih - benih cinta di antara kami.
Ketika Shena di nyatakan hamil anak kedua. Mas Romi dan aku sering bertemu di luar. Sehingga terjadi apa yang tidak terjadi untuk pertama kalinya. Kami memadu kasih di sebuah hotel.
Entahlah, aku tidak menyesali apa yang terjadi. Karena aku juga menginginkan mas Romi dalam hidupku.
Karena kak Shena dalam kondisi hamil trimester pertama membuat mas Romi tidak bisa menyalurkan hasratnya. Hal itu membuat dia semakin tidak bisa jauh dari aku. Kami selalu melakukan hampir setiap hari. Dalam sehari bisa berkali-kali. Jika tidak di hotel, maka kami melakukannya di rumah dengan sembunyi - sembunyi. Kami sudah merasakan melakukan di berbagai tempat termasuk kamar kak Shena.
Sampai akhirnya perselingkuhan kami di ketahui oleh ibuku. Awalnya ibu syok akan kelakuan kami. Ibu memberi tau ayah. Namun mereka berusa tidak punya pilihan selain diam. Karena mas Romi memberikan uang yang banyak kepada kedua orang tuaku.
Selain itu mas Romi tidak ingin terjadi apa - apa kepada kandungan Shena maka dia meminta semua diam. Jika tidak maka mas Romi mengancam akan mengusir mereka dan membuat mereka miskin.
Ketika aku di nyatakan hamil, akhirnya kami memilih rumah tinggal terpisah. Sejak itu mas RomiĀ sering tidak pulang kerumah karena lebih sering menemani aku.
__ADS_1
Namun keluarga tidak ingin aib ini tersebar. Akhirnya ayah meminta Mas Romi menikahi aku. Aku sangat senang karena akhirnya mas Romi menikahi aku walaupun secara sirih.
Untuk menutupi semua dari kak Shena, tentunya kami sudah mengatur strategi dengan menyewa seseorang untuk menyamar sebagai suami aku. Dan kami memainkan drama. Drama seolah aku ditinggal suami yang berlayar yang pulang sekali setahun.
Karena suamiku berlayar di dalam cerita, namun dia kan pulang setiap tahun seperti pelayat umumnya. Namun suami aku seolah membawa aku pulang kerumah kami. Namun nyatanya hanya aku yang pergi ke rumahku sedangkan lelaki itu hanya sandiwara.
Namun hal itu berjalan sempurna, Kakakku tidak pernah merasa curiga dengan semua sandiwara kami. Namun kadang sandiwara kami membuat aku dan mas Romi tidak bisa bertemu beberapa hari dan itu kadang membuat mas Romi kesal.
Sampai melahirkan kak Shena terlalu sibuk dengan anaknya sehingga dia tidak sadar hal itu membuat suaminya mencari kenikmatan dari wanita lain.
Aku dengan senang hati ketika mas Romi masuk ke kamarku. Walaupun terkadang tengah malam. Karena di saat itulah aku bisa meminta uang sesukaku.
Perselingkuhan ini berjalan lebih dua tahun. Kami akan melakukan di manapun jika ada peluang. Bahkan kami juga pernah melakukan di taman belakang rumah.
Namun malam itu malam yang nahas bagi kami. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Kak Shena melihat suaminya masuk ke kamarku. Bahkan dia mengetahui apa yang kami lakukan.
Karena sudah kepalang basah makanya kami akhirnya mengaku. Entahlah apa yang ku rasakan malam itu. Hatiku sedih karena kakakku mengetahuinya. Namun hatiku juga senang karena bisa memiliki mas Romi seutuhnya.
Malam itu Dewi Fortuna sedang berpihak kepadaku. Mas Romi menceraikan Kak Shena bahkan mengusirnya pergi.
Setelah pagi mas Romi telah menyediakan penjaga gerbang. Dia tidak ingin mantan istrinya membawa anak-anaknya untuk kabur.
Sesuai prediksi akhirnya dia pun benar datang menjemput anaknya. Awal mulanya sang anak ingin mengejar ibunya. Namun aku melarangnya sesuai perintah mas Romi.
Aku memandang dari kaca rumah. Aku melihatnya menangis di gerbang utama. Aku sedih melihatnya menangis.
Namun aku juga gak bisa berbuat apa -apa. Karena ini semua demi kebaikan aku juga. Ini adalah perintah dari mas Romi. Dan aku tentunya lebih memilih mas Romi karena dia lebih menguntungkan daripada kakakku yang bodoh itu.
"Siapa sih berisik banget?" Tiba-tiba ibuku sudah berdiri dari belakang.
"Kak Shena."
__ADS_1
"Ngapain lagi tu anak ke sini? Apa cari masalah lagi? Haduw bisa gawat jika Romi tau dia ke sini."
"Ibu suruh aja dia pulang sebelum mas Romi pulang."
"Iya, aku akan temui dia, kamu bujuk Romi agar menambah jatah bulanan ibu." Ucap ibu sebelum pergi.
Jatah bulanan ibu padahal sudah gede bagiku. Akan tetapi beliau masih merasa kurang. Aku hanya melihat ibuku menghampiri Kak Shena yang berdiri di gerbang itu.
Aku juga berjalan agar membawa anak-anaknya masuk kedalam kamar. Agak susah untuk anak yang nomor dua. Karena dia belum mengerti apa - apa.
"Kenapa kamu tidak boleh menemui mama Tante?" Tanya keponakanku yang paling besar.
"Karena papa kamu tidak ingin kamu di hasut mama kamu, mama kamu melakukan hal yang fatal sehingga papa kamu tidak bisa memaafkan mama kamu."
"Apa salah mama Tante."
"Tante nggak tau, cuma papa bilang begitu."
"Terus kenapa Tante dan Oma tidak ikut mama juga pergi, kan kalian adalah satu keluarga?" Tanya keponakanku ini. Aku kesal dengan pertanyaannya.
"Karena papa tau yang salah di sini adalah mama kamu, kami nggak mau ikut orang yang salah, apalagi mama kamu juga tidak punya penghasilan tetap, bisa makan apa kita jika ikut mama kamu." Jawabku membuatnya nampak berpikir.
"Dah nonton aja di kamar, jaga adikmu sebentar, Tante akan panggil naninya."
Aku pun pergi meninggalkan ke dua keponakanku. Aku masuk kedalam kamar dan melihat anakku dan mas Romi baru saja bangun dari tidurnya.
"Ah sayang mama baru bangun." Aku menggendong Zio lalu menciumnya.
Zio adalah versi diriku dari laki - laki sehingga ketika dia lahir tidak menimbulkan kecurigaan siapapun.Mas Romi juga sangat menyayangi Zio sama seperti anak-anaknya dari Kemuning.
Tidak lama kemudian aku melihat ibu sudah masuk kembali. Beliau masuk sambil merengut.
__ADS_1
"Anak sialan, bisa - bisanya dia mengatai aku, awas aja nanti dia." Ucap ibuku sambil berjalan menuju kamarnya.
Aku sedang malas untuk bertanya kepada ibuku. Aku lebih fokus kepada Zio yang baru saja bangun tidur.