Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
bab 8


__ADS_3

Romi sedang dalam di lema. Di satu sisi sebenarnya diabtiak ingin menceraikan Shena. Namun oarwna wanita itu Ngotot memintanta bercerai, maka dia akan berencana membuat Shena tidak mendapatkan apaun. Termasuk gak asuh anak.


Romi sudah menyewa pengacara kondang untuk menyiapkan perceraiannya.


"Aku sudah memutuskan bahwa tidak akan membagi harta gono-gini untuk kamu Shena,Bagi aku kamu tidak berhak mendapatkan apa - apa karena kamu itu tidak memiliki kontribusi apapun dalam hartaku." bathinnya.


Bahkan menurut Romi, Shena hanya menghabiskan uangnya saja. Dia tidak ingin sepersen pun uangnya jatuh ke tangan wanita itu. Maka untuk itu Romi juga memastikan bahwa anak-anaknya akan dalam pengasuhannya.


"Aku yakin jika anak-anaknya dalam pengasuhan dia, maka dia pasti akan meminta uang bulanan kepadaku setiap bulan, Seperti artis - artis yang bercerai dan meminta uang nafkah sesuka hati mereka." bathin Romi lagi.


"Jika gua jadi artis itu, ogah gua kasih uang banyak tiap bulan, paling anak berapa yang habis, yang boros itu  pasti emaknya untuk bergaya agar dapat mencari lelaki baru." Gumam Romi tersenyum.


Mia yang baru datang dari bawah lansung heran melihat suaminya bicara sendiri di ruang kerjanya.


"Mas, lagi mikirin apaan? Kok melamun di sini?" Tanya Lili langsung mendekati suaminya yang duduk di kursi kebesarannya di ruang kerja.


Romi lansung tersenyum melihat sang istri. Baginya saat ini,Mia selalu memberikan apa yang tidak di berikan oleh Shena. Wanita itu selalu hebat dalam urusan ranjang. Dan wanita itu bisamemuaskannya dalam dua tahun terakhir ini.


Mereka selalu bermain di manapun tanpa peduli tempat. Bahkan mereka tidak segan bermain di toilet umum. Bagi Romi itu hal tantangan baru yang membuatnya ingin mencoba dan mencoba hal baru lagi.


"Sayang, kamu harus lebih pandai jaga tubuh kamu, aku nggak mau ada lemak di tubuh kamu ini setidaknya kamu seperti Shena yang tubuhnya selalu ideal." Ucap Romi kepada Mia.


"Tentu sayang, apa yang mas mau akan aku perhatikan, makanya jika mau tubuh aku bagus, kasih uang dong buat perawatan." Ucap Mia sambil duduk di paha sang suami.


Mia sangat tau di mana kelemahan Romi. Dan di situlah dia bisa meminta uang semaunya.


Benar saja Romi sangat senang karena Mia adalah wanita yang mau memulai terlebih dahulu. Berbeda dengan istri pertamanya yang hanya menunggu dan menunggu.


"Kamu nakal ya." Ucap Romi memainkan mainannya sehari-hari.


Mia memang sengaja melakukan hal tersebut agar uang lelaki itu lebih gampang mengalir kepadanya. Dia tidak sebodoh kakaknya yang keluar dari rumah tanpa sepersenpun. Bahkan kakaknya pergi hanya baju kering di badan.


"Aku akan menguras harta kamu sebelum kamu mencampakkan aku, aku tau bahwa ketika aku sudah tidak se hot ini, maka kemungkinan besar kamu akan mencari daun muda." Ucap Mia dalam hatinya.


************************************


Randi Novirsyah sedang membaca laporan proyek yang sedang ditangani oleh perusahaannya. Randi nampak serius sekali membacanya.


Pintu terbuka tanpa ada yang mengetuk pintunya. Dia melihat ke arah pintu, karena ingin tahu siapa orang yang berani masuk tanpa mengetuk pintunya.

__ADS_1


Dia tersenyum ketika melihat wanita yang masuk. Wanita itu adalah kekasih hatinya yang sangat ia cintai. Wanita itu bernama Sindi.


Dia dan Sindi begitu lama dekat. Randi memang suka dengan Sindi karena kesederhanaannya. Selain itu dia juga merasa kasian karena wanita itu selalu di siksa oleh ibu tirinya.


"Sibuk yang?" Tanya Sindi tersenyum lansung duduk di hadapan Randi.


"Biasalah, kamu ngapain ke sini?"


"Emang nggak boleh?"


"ya boleh, kan cuma nanya, apa kamu nggak sibuk?"


"Aku sengaja pergi diam-diam dari kafe yang, habis aku capek banget, ibu menyuruh aku mengerjakan semuanya." Ucap Sindi nampak bercerita agak sedih.


"Jika mereka berani menyiksa kamu, bilang saja ke aku, aku akan memberi pelajaran kepada mereka." Ucap Randi yang geram melihat sikap ibu tiri dari wanitanya yang selalu jahat.


"Makanya kamu nikahi aku yang, biar aku nggak tinggal sama mereka lagi, kamu kapan sih mau menikahi aku?"


"Tunggu sayang."


"kamu nggak mau menikahi aku?" Tanya Sindi dengan mata berkaca-kaca.


"Dari dulu kamu berjanji seperti itu, tapi sampai sekarang kamu juga tidak menikahi aku, apa kamu ragu karena melihat latar belakang keluarga aku." Ucap wanita itu bersedih.


Randi selalu tidak tahan melihat wanita itu bersedih. Dia lansung menenangkan wanitanya.


"Beri aku waktu 6 bulan lagi, aku akan menyelesaikan proyek ini, lalu kita akan menikah setelah proyek aku selesai."janji Randy kepada wanitanya itu.


"Benar ya, jangan ingkar janji." Ucap wanita itu tersenyum senang.


"Baik aku lanjut baca laporan ini dulu ya." Ucap Randi meminta izin untuk membaca laporan pekerjaannya.


Sindi menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. Dia juga tidak ingin menganggu Randi dalam bekerja.


Sambil menunggu Randi menyelesaikan membaca laporan, maka Sindi memainkan ponselnya. Wanita itu sengaja memainkan ponselnya agar ia tidak bosan di sana.


Sedangkan ditempat lain, Shena nampak menyiapkan makan malam untuk tuan rumah. Semenjak dia bekerja di rumah ini, dia disuruh mengambil alih urusan dapur karena menurut Bi Neli masakannya enak.


Dan ternyata ucapan bi Neli benar, soalnya tuan mereka juga menyukai masakan Shena. Shena memang suka memasak sejak kecilnya.

__ADS_1


Walaupun demikian, pikirannya selalu memikirkan anaknya. Dia bahkan selalu menangis saat mengerjakan apapun.


Dia sudah berusaha sekuat mungkin untuk bisa bertemu anaknya.Akan tetapi sampai hari ini ia masih belum bisa bertemu dengan anaknya karena ketatnya penjagaan.


Shena juga sudah mencoba ke sekolah anaknya yang paling besar, akan tetapi dia juga tidak dibolehkan bertemu anaknya. Romi selalu mengirimkan body guard di sisi anaknya.


Randi yang baru masuk ke rumah sudah mencium aroma masakan yang enak. Perutnya langsung lapar ketika mencium aroma tersebut.


"Pasti Shena yang masak ini." Ucapnya tersenyum senang.


Randi berjalan menuju dapur untuk matamu melihat apa yang dimaksud oleh wanita itu. Setibanya di dapur dia menemukan wanita itu sedang duduk melamun.


Randi tau bahwa wanita itu sedang dilema memikirkan anak-anaknya. Dia juga mencoba akan membantu wanita itu untuk mendapatkan hak asuh kedua anaknya.


Randi tidak jadi melanjutkan langkahnya menuju dapur. Dia tidak ingin mengganggu wanita itu yang sedang duduk melamun.


Randi berjalan menuju kamarnya di lantai 2, tidak lama kemudian bi Neli menghampiri Shena yang sedang melamun duduk melamun.


"Nggak baik banyak melamun, nanti cepat tuanya" Ucap bi Neli.


"Ahk bibi, bikin kaget saja." Ucap Shena tersenyum malu karena ketauan melamun.


"Tadi bos ke dapur, dia akhirnya nggak jadi masuk dapur karena takut menganggu kamu sepertinya, jika melamun itu di menghasilkan uang, melamunlah sesuka hati kamu." Ucap  bi Neli mulai membawa makanan ke meja makan satu persatu.


"Maaf bi." ucap Shenaerasa tidak enak hati. Namun bi Neli tidak menjawabnya lagi.


"Apa bi Neli marah ya?" bathinnya.


Randi kembali turun saat makanan sudah terhidang semua di meja makan. Dia nampak gagah sekali menggunakan baju kaos putih dan celana pendek. Dia nampak lebih fresh apalagi dengan rambut basah.


"Ayo makan bergabung." Perintah Randi kepada Shena karena Bi Neli tidak akan mungkin bergabung makan dengannya.


Shena juga duduk di kursi yang tidak jauh dari Randi. Shena tidak sadar mengambil piring Randi, lalu mengisi nasi dan beberapa lauk.


Randi terdiam melihat apa yang di lakukan wanita itu. Sedangkan bi Neli tersenyum melihat apa yang terjadi di meja makan.


"Ini tuan." ucap Shena menyodorkan piringnyabkakubdi sambut oleh Randi.


"Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2