Di Sebalik Duka

Di Sebalik Duka
bab 19


__ADS_3

Ting tong


Bunyi bel rumah mewah itu bergema di siang hari. Penghuni rumah juga tidak tau siapa tamu yang datang ke rumah mereka.


Shena yang membuka pintu rumah merasa tidak mengenal tamunya. Dia melihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu.


"Cari siapa mbak?" tanya Shena.


"Randi ada?" tanyanya dengan angkuh.


"Teman mas Randi? Kirain teman Naila." bathin Shena.


"Kok kamu diam aja? Ayo panggilkan majikan kamu." wanita itu menyelonong masuk kedalam rumah.


"Mbak yang sopan dong, kamu nggak bisa masuk tanpa izin saya." Shena mencoba menghalangi wanita itu.


"Kamu tidak tau siapa saya? Berani kamu menolak saya, bisa saya pecat kamu." ucap wanita itu dengan kesal.


"Siapa lagi wanita ini? dulu mama mas Randi juga begini, apa jangan-jangan keluarganya yang lain."


"Cepat panggil tuan kamu." teriak wanita itu memerintah.


"Kenapa sih ribut - ribut?"


Kedua wanita itu melihat ke arah yang bertanya. Mama Randi sedikit kaget melihat kedatangan wanita itu.


"Wanita ini cantik, siapa dia?" bathin mama Randi.


"Tante, apa kabar?" Cindi lansung menyalami wanita itu.


Mama Randi agar linglung. Namun dia bisa berpikir cepat sehingga bisa menemukan sebuah solusi.


"Jika Randi tidak mau dengan Naila, maka dia sepadan dengan wanita ini, dia nampaknya sangat cantik dan tidak kampungan." bathin mama Randi tersenyum.


"Kamu siapanya Randi?" tanya mama Randi.


"Aku Cindi Tante, aku pacarnya Randi, maaf baru berjumpa dengan Tante."


Jawaban Cindi membuat Shena kepanasan. Dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.


Melihat Shena yang masih diam membuat Cindi semakin kesal.

__ADS_1


"Kenapa pembantu songong seperti itu tidak di pecat aja Tan? dari tadi di suruh malah diam diri." ucap Cindi kesal.


"Kamu nggak tau siapa dia?" tanya Mama Randi memancing.


"Emang dia siapa lagi Tante jika bukan pembantu rumah ini, gayanya aja kampungan gitu."


"Tapi faktanya dia istri Randi." ucap mama Randi.


Cindi kaget mendengar ucapan mama Randi. Dia tidak mengetahui mengenai pernikahan sang pacar.


"Tante bohong kan? nggak mungkin Randi menikahi wanita itu Tan, dia janji mau menikahi aku secepatnya." ucap Cindi tidak percaya.


"Tante ngerti perasaan kamu, bahkan tante juga tidak terima dengan pernikahan anak tante, wanita licik itu menjebak Randi, kamu sabar ya." ucap mama Randi.


Shena merasakan bagaimana mama mertuanya tidak menginginkan dirinya.


"Apa karena aku tidak selevel dengan mereka sehingga aku tidak pantas di jadikan istri." bathin Shena.


"Kamu cepat panggil Randi." perintah mama Randi.


Shena membalikkan tubuhnya untuk memanggil Randi. Namun baru saja membalikkan telapak tangannya barulah dia melihat Randi sudah turun dari lantai dua.


Randi begitu kaget saat melihat Cindi berada di rumahnya. Dia sebelumnya lupa bahwa wanita itu baru saja kembali dari kota lain.


Cindi yang melihat Randi di sana lansung mengeluarkan air matanya. Dia tidak terima dengan apa yang terjadi.


"Kamu jahat ndi, kamu mengkhianati aku." ucap Cindi memukul tubuh Randi.


Randi mencoba menenangkan wanita itu. Mama Randi tersenyum ketika melihat bagaimana Randi memperlakukan Cindi.


"Kamu lihat bagaimana anak saya menenangkan wanitanya? Mereka baru cocok." bisik mama Randi di telinga Shena.


Shena terluka berdiri di sana menyaksikan semuanya. Hatinya terluka.


"Jika kamu sangat mencintai wanita itu, kenapa kamu menikahi aku mas?" tanya Shena dalam hatinya.


"Aku tidak terima kamu membohongi aku ndi."


"Kamu tenang dulu, aku akan menjelaskan semuanya kepada kamu, kamu tenang ya." bujuk Randi.


"Ayo jelaskan, kenapa kamu menikahi wanita itu?" tunjuk Cindi menunjuk Shena yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Ayo kita selesaikan di tempat lain, aku akan ceritakan semuanya." ajak Randi.


"Kenapa tidak di sini aja mas?"


Randi semakin kesal ketika mendengar Shena bersuara.


"Iya, aku mau semua orang mendengarnya, apa alasan kamu menikahinya." Cindi juga sependapat dengan Shena.


"Baik, biar aku akan menjelaskan." Randi menatap Naila yang baru saja datang ikut campur.


Shena melihat bagaimana cara Naila menatapnya dengan senyum mengejeknya.


"Mas Randi menikahi dia karena dendam masa lalu,mas Randi hanya ingin dia merasakan apa yang mas Randi rasakan." ucap Naila dengan lantang.


Semua orang yang berada di sana nampak kaget mendengar ucapan Naila. Sedangkan Randi nampak agak panik.


Mama Randi sangat senang dengan pengakuan Naila. Sedangkan Cindi masih belum paham apa yang terjadi. Shena apalagi karena dirinya merasa tidak pernah punya masalah dengan lelaki itu.


"Dendam apa mas? Apa kesalahan aku di masa lalu?" tanya Shena.


Randi berjalan mendekati wanita itu. Dia merasa bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk menyakiti wanita itu.


"Iya, kamu lupa bahwa kamu pernah menikah seorang lelaki ketika waktu SMA, kamu bahkan mempermalukan dia di depan umum." ucap Naila.


Naila baru saja tau info tersebut dari asisten Randi baru - baru ini. Dia merasa mendapatkan lotre keberuntungan setelah tau alasan lelaki itu menikahi wanita itu. Namun dia tau bahwa masih ada penghalang untuk dirinya.


Shena baru bisa mengingat siapa lelaki itu. Lelaki yang mengejarnya di waktu zaman sekolah dulu.


"Jadi itu alasan kamu mas?" tanya Shena menangis sambil tertawa.


Dia merasa dirinya telah di tipu oleh lelaki itu.


"Dan asal kamu tau, mas Randi juga yang membuat kamu bercerai dengan suami kamu, dia sengaja membuat suami kamu dekat dengan wanita lain, dan menjebak suami kamu tidur dengan wanita lain, termasuk adik kamu."


Shena semakin kaget dengan ucapan Naila. Sedangkan Randi semakin merasa tidak nyaman.


"Sudah Naila."


"Aku tidak akan diam mas, biar aja dia tau apa yang terjadi sebenarnya."


"Tapi suami kamu itu sangat tamak dan rakus, dia menikmati itu semua sehingga....."

__ADS_1


"Cukup..." teriak Shena tidak sanggup mendengarkan ucapan Naila lagi.


Shena berlari meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2