
Sudah hampir 1 jam aku duduk di depan meja riasku, bayang-bayang Rio masih saja menghiasi separuh fikiranku, bagaimana tidak, Rio adalah lelaki yg sudah hampir 2 tahun ini menjadi kekasihku, tetapi hari ini, aku akan menghadiri pesta pernikahan nya. Ya... Rio akan menikah dengan anak dari Bos tempat dia bekerja, Bukan karena Rio yg mata duitan, dan aku tahu alasan dia menikahi putri semata wayang dari bos nya itu karena apa. Dia sempat menolak, tetapi aku sendiri yang mendukung keputusan orang tuanya untuk menerima pernikahan itu, Rio seorang laki2 yang bertanggung jawab, bukan dengan keluarga nya saja, denganku pun dia sangat baik dan penuh perhatian. Huft.. rasanya sesak sekali hati ku mengingat semua kenangan-kenanganku bersama Rio.
"Rei, udah siap belum, lo jadi dateng kan?", suara Dina mengagetkan ku,
" Jadi Din, bentar w keluar" jawabku. Langsung ku buka pintu kamarku dan melihat Dina sudah memajukan bibirnya
"Lama banget sih dandan nya, biar Rio nyesel ya ninggalin lo? ", ucap Dina
" Hush.. ngaco lo kalo ngomong, ga gitu lah, ayo jalan " jawabku. Dibawah sudah ada Devan, Reni, dan Aldo pacarnya Dina, dan aq hanya bisa tersenyum pahit karena sekarang aq jomblo. Devan dan Aldo adalah teman satu kantor Rio, sedangkan Reni dan Dina kekasih mereka yg dikenalkan Rio kepadaku, karena sudah sangat dekat, akhirnya aku, Reni dan Dina menyewa satu rumah supaya tetap bisa kumpul bareng biarpun punya pacar masing2. Di saat kami akan naik mobil Devan tiba-tiba ada satu mobil membunyikan klakson, dia adalah Hadi, teman satu kantor juga sama Rio, sebenarnya hubungan kita semua dekat, tetapi karena Hadi tidak punya pacar, jadi dia jarang ikut kalo kita lagi kumpul, serasa obat nyamuk katanya..
Rumah Hadi satu komplek dengan rumah yg aku tempati, sering dia mengajakku berangkat kerja bareng biarpun kami beda arah, tetapi aku menolak karena takut Rio salah faham. Aq merasa Hadi menaruh hati kepadaku, karena sebagai perempuan pasti peka apabila ada laki-laki yang suka kepada kita.
__ADS_1
" Van, naik mobil gue aja biar sekalian " teriak Hadi, Devan melihat Aldo,
" ya udah, ayo " jawab Aldo, dan mereka berempat langsung naik ke mobil Hadi, aku baru selesai mengunci pintu, dan aku melihat Hadi berdiri menunggu ku,
"Hai Mas Hadi, apa kabar? " aku berbasa-basi, tetapi Hadi hanya diam menatap ku tanpa menjawab,
" Mas Hadi ", panggil ku agak sedikit keras,
" eh iya Rei " jawabnya kikuk,
" Kesambet hantu Cantik kaya kamu aku rela Rei ", Jawab Hadi sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berjalan, karena aku jarang memakai sepatu heels, makanya agak sedikit susah untuk berjalan.
__ADS_1
" ga usah gombal deh Mas, yuk ah, nanti kehabisan makanan enak" jawabku asal. Dan Hadi pun hanya tersenyum mendengar celotehan ku itu.
Selama perjalanan aku lebih banyak diam, dan Hadi melihat itu, dia tidak berani bertanya karena diapun sudah tau ceritanya, hanya sesekali aku menanggapi obrolan di dalam mobil. Akhirnya kami pun sampai di gedung pernikahan Rio dan Nayla, anak dari bos nya itu, Devan, Reni, Aldo dan Dina sudah keluar dari mobil, tinggal aku dan Hadi yang blm turun,
"Rei... ", panggil Hadi, akupun menengok ke arahnya
" Ya Mas", jawabku,
"kamu yakin mau masuk ke dalam ", tanya Hadi, aku melihat kekhawatiran di matanya,
" iya Mas, aku ga apa-apa ko, yuk turun ", akhirnya kami berdua turun, tetapi entah mengapa rasanya kakiku berat sekali buat melangkah masuk ke dalam gedung itu, karena sejujurnya aku berat menerima kenyataan ini biarpun aku yg mendukung Rio menerima nya. Tanpa aku sadari, ada yang menggenggam tanganku, aku melihat Hadi tersenyum kepadaku dan bilang
__ADS_1
" kamu yang kuat ya, ada aku di sini ", entah mengapa perasaan dan hatiku terasa tenang dan hangat. Aku hanya mengangguk dan akhirnya berjalan memasuki gedung tersebut.
Bersambung..