
Sudah hampir enam bulan, hubungan ku dan Hadi semakin dekat, dia mulai sering berkunjung kerumah kontakan kami, bersama Devan dan Aldo, seperti malam ini, mereka sudah standby di ruang tamu sambil menonton televisi,
"Reina..., sini keluar Rei, gabung sama kita-kita", Teriak Dina dari ruang tamu,
" iya sini Rei, jangan di kamar terus dong, tar keburu tua lo ngerem di kamar aja", sahut Reni.
Aku sebenarnya malas keluar kamar, tetapi ga enak juga kalo aku ga keluar, akhirnya aku turun dari tempat tidur dan mengganti baju ku dengan stelan kaos oblong longgar dan celana rumahan pendek selutut, aku keluar kamar dan melihat mereka sedang asik menonton televisi,
"enak aja keburu tua, orang masih cantik gini", cibir ku,
Mereka berempat tertawa melihat ku merajuk, beda hal dengan Hadi, dia menatapku tanpa berkedip,
" Hai Mas Hadi", sapaku hanya melihat sekilas, tetapi aku langsung menoleh ke arah nya lagi karena tidak ada jawaban,
"Hai Mas Hadi.. ", ku ulangi sapaan ku sambil berbisik ke arah nya,
" eh.. Hai Rei", jawabnya kikuk,
"Mas Hadi kenapa loh, ko ngeliatin aku sampe kek gitu, aku gendutan ya Mas? apa aku berantakan?", cecar ku sambil merapikan bajuku, Hadi langsung menghentikan tangan ku dan bilang
" ga Rei, malah kamu cantik banget kaya gini", Blush.. wajahku terasa memanas,
"Mas Hadi jangan bohong, mana ada tampang mau tidur cantik, Mas Hadi suka Hoak nih kalo ngomong", ucapku untuk mangalihkan ke gugupanku. Hadi hanya tertawa melihat ku merajuk.
" Rei, jadi kapan lo mau nyusul Rio?", tanya Dina,
"nyusul kemana?", jawabku pura2 tidak mengerti, Aldo langsung melemparkan kulit kacang ke arahku
"ga usah belaga gila deh Rei, lo ngerti kan maksudnya apa?",
__ADS_1
"Dih curang lo berdua, main nya kroyokan",
"lo suka asal aja Din kalo ngomong, pacar aja Reina blm ada, mana bisa dia nyusul Rio, buru2 nikah, ya kan Rei?", Devan menimpali, aku melempar kulit kacang dari Aldo tadi ke Devan,
"ga usah di perjelas juga kali", cibir ku,
"lo mau ga Rei gue kenalin temen gue di kantor, lo kan cantik Rei, pasti temen-temen cowok kantor gue bakalan rebutan buat jadi pacar lo", tawar Reni,
"ga ada ya ngenal-ngenalin cowok ke gue, gue ga mau pacaran lagi.. ", belum selesai aku ngomong, Dina langsung mendekati ku
"ya Ampun Rei, ko lo ngomong gitu, lo trauma Rei? Rei, ga semua cowok kaya Rio Rei.. ", aku langsung menutup mulut Dina,
" hush.. apaan sih lo Din, gue belum selesai ngomong juga, main potong aja, maksud gue itu, gue ga mau pacaran-pacaran, tapi gue mau langsung nikah, pacarannya kalo udah nikah aja, gitu, lagian lo ya Din, Rio itu Selingkuh juga atas restu gue kan, jadi biarin aja dia bahagia sekarang, lagian kalian tuh ya, sibuk banget nyariin gue pacar, Mas Hadi juga kan jomblo, jadi bantuin Mas Hadi juga dong cariin pacar",
"aku udah ada calon istri ko Rei.. ", semua orang langsung terdiam mendengar Hadi berbicara seperti itu, begitupun aku, biarpun aku blm menerima Hadi sebagai kekasihku, tetapi jujur aku sudah mulai membuka hatiku untuk nya, dan ucapan nya barusan seperti pisau yg menggores lagi luka ku yang baru perlahan terobati, hampir saja air mataku jatuh, tapi sekuat hati aku tahan,
" lo serius Di? ", tanya Aldo tidak percaya,
"gue ga becanda ko, nanti kalo udah tepat waktunya w kenalin ke lo semua", jawab Hadi sambil melihat ke arah ku, aku langsung mengalihkan pandangan ku agar tidak terlihat genangan air mataku yg hampir jatuh ini,
"oh iya Rei, kapan rencana lo mau cuti?", tanya Dina mengalihkan pembicaraan karena dia dan Reni tau aq sudah mulai membuka hati untuk Hadi,
"hmm.. minggu depan",
" lo jadi mau pulang kampung selama cuti?", tanya Reni,
"kayaknya iya deh, tapi blm tau juga gue, liat nanti aja",
" kamu mau pulang kampung Rei?", tanya Hadi, terlihat dia gelisah mendengar aku akan pulang kampung,
__ADS_1
"iya Mas, mau Ziarah kemakam ibu sama Bapak",
" kapan tanggal pasti nya?",
"aku udah ngajuin Mas, tapi blm tau tanggal nya kapan, emang kenapa Mas?",
" oh...ga apa-apa, cuma nanya aja",
sudah hampir jam 10 malam, akhirnya mereka pun pulang. Baru saja aku merebahkan tubuhku, ada telp masuk, aku lihat layar HP ku, ternyata itu Hadi,
"Halo Rei"
"Ya Mas Hadi, ada apa ya? apa ada yang ketinggalan, biar aku cari",
" engga.. engga Rei, ga ada yang ketinggalan ko, aku cuma mau tanya Rei, tujuan kamu pulang kampung itu benar cuma untuk Ziarah atau ada perlu lain Rei?"
"emang nya ada apa ya Mas?"
"ga ada apa2 Rei, aku cuma penasaran aja, kamu besok ada waktu ga Rei, kalo ada, bisa temani aku cari hadiah?"
"Besok aku ga ada acara apa-apa Mas, emang mau jam berapa Mas perginya?"
"sore aja ya, pagi aku ada meeting, nanti aku jemput kamu"
"oke deh Mas, besok kabarin aja kalo mau jemput ya, biar aku siap-siap"
"oke, sampai ketemu besok ya, Malam Rei"
"malam Mas Hadi"
__ADS_1
Setelah ku tutup telp dari Hadi, aku semakin ga bisa tidur, besok Hadi cari hadiah buat siapa ya? apa buat calon istrinya, dengan memikirkan nya aku rada menyesal menyetujui ajakan Hadi besok.
Bersambung...