
" Devan.. Aldo.. kalian mau kemana Pagi-pagi gini, udah rapi aja? " tanyaku,
" Kita udah masuk kerja Rei, kan lain sama Pak Bos Hadi, dia mah bebas mau masuk kerja apa engga, kita kan divisi nya beda satu di bawah laki lo ", jelas Aldo,
" Kalian buru-buru ga? kalo ga, kita sarapan bareng yo, gue udah bikin nasi goreng tuh ", ajak ku,
" Ga usah Rei, gue sama Aldo cuma mau ambil berkas aja, lagian kita juga udah sarapan tadi ", jawab Devan, tidak lama kemudian Hadi keluar membawa berkas-berkas yang akan di bawa sama Devan dan Aldo, lalu Hadi menyerah kan nya, Aldo mengambil berkas tersebut lalu mereka langsung berangkat ke kantor. Setelah kepergian mereka aku mengajak Hadi sarapan,
" Sayang, kita sarapan yuk ", ajak ku sambil menggandeng tangan Hadi masuk ke ruang makan, Hadi pun mengikuti ku.
" Sayang, hari ini aku ada janji ketemu klien, ketemuannya ga di kantor, kamu ikut ya sekalian kita belanja keperluan dapur, aku kan ga tau apa aja yang biasanya ibu rumah tangga butuhkan kalo di dapur ", ucap Hadi di sela-sela makan kami,
" Boleh, jam berapa Mas janjian nya? aku juga mau lihat dulu, mau aku catet apa aja yang dibutuhin ya Mas, Mas kasih tau aja tempat Mas simpen nya dimana ", jawabku.
" iya Sayang, aku janji ketemu nya jam 10 ",
" Ya udah habis ini aku ganti baju ya, aku udah mandi, jadi cuma ganti baju aja ",
Setelah aku ganti baju, kami pun berangkat ke tempat Hadi bertemu Klien nya, setelah itu kami pun berbelanja kebutuhan rumah, lalu pulang, aku sampai rumah sudah agak sore, akupun menyusun barang-barang belanjaan di tempatnya, lalu aku menonton TV, Hadi ada di ruang kerja nya karena tadi menerima telp dari kantor, Lagi-lagi aku tertidur, Hadi melihat TV yang masih menyala dan remot TV masih di tangan ku, hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum, dia membenarkan posisi tidurku, memcium bibir ku lalu duduk di bawah sofa yang aku tiduri sambil menonton TV.
__ADS_1
Jam 8 malam, Aku menggeliat di atas sofa aku mencium aroma mie instan yang biasa aku makan, lalu aku bangun dan menuju dapur, aku melihat Hadi sedang duduk di meja makan sambil memakan mie instan, Hadi melihatku berjalan ke arahnya lalu dia menghampiri ku lalu memeluk ku,
" kamu udah bangun Sayang, kalo masih ngantuk tidur lagi ya, aku anter ke kamar ", ucap Hadi sambil menarik lembut tangan ku, lalu aku menarik tangan nya,
" Mas,, aku mau mie nya ", jawab ku manja, lalu Hadi berbalik,
" Kamu mau makan mie Sayang, aku buatin sebentar ya, kamu duduk dulu ", ucap Hadi sambil menuntunku duduk, aku menarik tangan Hadi,
" Aku mau nya yg ini Mas, suapin ya ", pintaku Manja, Hadi merasa heran, tapi dia tetap menyuapi ku makan mie yang tadi dia makan, akupun dengan lahap tiap menerima suapan dari Hadi,
" Kamu lucu banget sih sayang, gemesin banget deh, bersyukur banget aku dapetin kamu Rei ", ucap Hadi, aku tersipu malu mendengarnya,
" Terima kasih Sayang ", jawab Hadi sambil mengusap pipiku,
Setelah makan, aku naik ke kamarku, sedangkan Hadi sedang mengunci pintu-pintu rumah, aku langsung masuk kekamar mandi, lalu aku mandi, Hadi pun sudah masuk ke kamar, lalu duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkan ponselnya, setelah acara mandi ku selesai, aku baru ingat kalo aku tidak membawa handuk, aku membuka pintu kamar mandi, hanya sebatas kepalaku saja,
" Maasss... aku lupa bawa handuk, minta tolong ambilin ya.. ", pintaku pada Hadi sambil tersenyum, Hadi pun langsung mangambilkan handuk untuk ku, lalu memberikan nya padaku,
" Terima kasih ya Sayang.. ", ucapku padanya, lalu aku melilitkan handuk di tubuh ku dan keluar dari kamar mandi, namun baru berapa langkah aku keluar dari kamar mandi, Hadi menarik tangan ku dan langsung memelukku, hampir saja handuk ku terlepas, Hadi mencium bibir ku sangat lembut, setelah agak lama, lalu Hadi mengangkat tubuh ku sambil tetap mencium ku, merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur, lalu menciumi kening ku, pipiku, kemudian bibir ku, aku benar-benar terbuai dengan ciumannya, lalu Hadi mencium leherku, perlahan turun ke dadaku, tanpa terasa aku mendesah, mendengar desahan ku Hadi semakin bergairah, tangan kanannya membuka handuk ku, lalu tangan kiri nya mulai meraba bagian bawah ku, ciumannya turun ke bagian ****** ku, lalu di hisapnya perlahan, aku benar-benar kehilangan akal sehatku, tanpa sadar aku meremas punggung Hadi, aku sangat menikmatinya, di saat aku mengatur nafas ku, Hadi menghentikan kegiatan nya lalu menatap ku,
__ADS_1
" Sayang, apa boleh sekarang? ", tanya hadi penuh harap, aku melihat wajahnya yang penuh gairah, lalu aku mengangguk tanda setuju, Hadi terlihat sangat bahagia aku menyetujui nya, lalu dia bangun dari posisinya dan membuka satu persatu apa yang dia pakai, sungguh jantungku berdetak sangat cepat, ada rasa takut dan malu menyadari kami sedang di posisi seperti ini, lalu Hadi kembali mencium bibir ku, sangat lembut, dengan perlahan dia memainkan ****** ku dengan sebelah tangan nya, sedangkan tangan satunya menyentuh bagian bawah ku yang sudah sangat basah di sana, lalu Hadi menegakkan tubuhnya di atasku, sambil tersenyum,
" Mas mulai ya Sayang, Ini akan sakit tapi ga akan lama, kalo kamu ga kuat, kamu bilang ya ", ucapnya lembut, akupun mengangguk dan tersenyum padanya, kembali Hadi mencium bibir ku, di bawah tubuh ku aku merasa ada benda keras yang ingin masuk ke dalam nya, dengan lembut Hadi mencoba memasukkan nya, agak sedikit susah, tapi lama kelamaan perlahan benda itu memasuki tubuh ku, baru setengah benda itu masuk, aku merasakan sakit yang luar biasa di bawah ku, aku merasa ada yang robek, dan ada yang mengalir dari sana, aku menutup mulutku agar tidak berteriak,
" Kamu kuat ga Sayang? ", tanya Hadi khawatir,
" Kuat Sayang, tapi pelan-pelan aja ya ", jawabku, aku tidak ingin membuat Hadi kecewa, sesakit apapun akan aku tahan, lalu Hadi melanjutkan kegiatan nya dengan berhati-hati dan penuh kelembutan,
Blash.... akhirnya benda keras itu masuk sepenuhnya di tubuh ku, tanpa teras air mataku mengalir, Hadi terdiam sesaat, memberikan ku ruang untuk bernafas, Hadi menghapus air mataku lalu mencium ku, membuat aku kembali tenang dan terasa nyaman,
" Maaf ya Sayang, ini cuma sementara sakit nya, aku lanjutin ya ", pinta Hadi, aku mengangguk pelan sambil tersenyum, lalu aku memeluk Hadi, Hadi pun melanjutkan kegiatan nya, dan benar saja, setelah berapa lama, rasa sakitnya telah hilang dan berganti menjadi kenikmatan yang luar biasa,
Desahan-desahan ku dan Hadi memenuhi ruangan, Entah sudah berapa kali aku mendapatkannya, begitu pun Hadi, tetapi entah mengapa pula Hadi terasa enggan menyudahi nya, aku merasa sangat lelah di buatnya, setelah pelepasan terakhir, Hadi pun menyelesaikan kan kegiatan kami, mencium seluruh bagian wajahku, dan menjatuhkan tubuhnya di sebelahku,
" Terima kasih Sayang, aku benar-benar bahagia banget ", ucap Hadi, namun tidak mendapat jawaban dari ku, Hadi melihat ke arahku lalu tersenyum, dia melihatku sudah tertidur,
" Maafin aku ya Sayang, udah bikin kamu kesakitan dan kecapean kaya gini ", Hadi menarik tubuh ku ke dalam pelukan nya dan menyelimuti tubuhku, lalu dia pun ikut tertidur,
Bersambung...
__ADS_1