Dia Yang Mancintaiku

Dia Yang Mancintaiku
Pertemuan


__ADS_3

Alarm ponselku membangunkanku, sudah jam 6 Pagi, aku lupa menyetel ulang alarm ku, aku kesiangan, cepat-cepat aku membasuh wajahku dan menggosok gigi, lalu aku turun menyiapkan sarapan, aku hanya menyiapkan Sandwich pagi ini, setelah siap aku kembali ke kamar ku membangunkan Hadi,


" Mas... ayo bangun ", ucapku, namun Hadi sama sekali tidak bergerak,


" Sayang... ayo bangun, kita udah kesiangan loh ", paksa ku menarik tangan Hadi untuk bangun, Hadi pun membuka matanya perlahan,


" Udah Jam berapa Sayang? ", tanya Hadi mengusap matanya, akupun langsung ke ruang baju menyiapkan baju kantor untuk ku dan Hadi,


" udah jam 7 Sayang, kamu mandi duluan ya, aku siapin baju dulu ", jawabku, Hadi bangun lalu masuk kamar mandi, akupun merapikan tempat tidur lalu turun untuk mandi di bawah. Setelah rapi, kamipun sarapan bersama,


" Sayang, kita panggil orang aja ya buat bantuin kamu, biar kamu ga repot ",


" Ga usah Mas... aku masih bisa ko kerjain sendiri, cuma hari ini kita kesiangan aku lupa setel ulang alarm nya ", jawabku sambil tersenyum,


" Tapi kalo tiap malem kita tidur pagi terus, kamu kecapean Sayang ", ucap Hadi sambil menaikkan alisnya menggoda ku,


" Ya jangan sampe tidur pagi lagi dong Mas, masa tiap hari? emang Mas ga capek? ", jawabku, Hadi tertawa mendengar jawabanku.


Setelah selesai sarapan kami pun berangkat, sesampainya di kantorku,


" Aku masuk dulu ya Mas, Hati-hati di jalan ya Sayang ", ucapku sambil mencium Hadi,


" Iya Sayang, nanti jam makan siang aku telpon ya ", jawab Hadi mengelus Pipiku, akupun masuk ke kantor ku.


Hari ini kerjaan ku lumayan banyak, karena cuti kemarin, tanpa terasa sudah jam makan siang, Ponselku berbunyi, aku melihat nama Hadi disana,


" Ya Hallo Mas.... ",


" Hallo Sayang, kamu udah makan makan siang? " tanya Hadi,


" Belum Mas.. ", jawabku


" Mau Mas jemput ga, Mas baru selesai meeting nih ",

__ADS_1


" Tapi temen-temen aku udah ajakin aku makan siang Mas, kita makan bareng temen kantorku gimana Mas? ", tanyaku,


" Hemmm.. ga usah Sayang, kamu makan siang sama temen-temen kamu aja, sebenernya Mas udah makan, cuma mau nemenin kamu aja ", jawab Hadi,


" Mas Hadi beneran ga apa-apa aku makan sama temen-temen kantor? ",


" Iya Sayang ga apa-apa, kamu hati-hati ya di jalan, Mas mau balik ke kantor dulu, nanti Mas jemput kamu ", jawab Hadi,


" Ya Udah sayang, aku jalan dulu ya.. Love you ",


" Love you Sayang", jawab Hadi lalu menutup nya, akupun berjalan beriringan dengan beberapa teman kantor ku, setibanya di depan restoran langganan kami, tiba-tiba ada yang memanggil ku,


" Reina.... ", aku pun menoleh ke arah suara itu, aku sempat terkejut karena orang yang memanggil ku itu ternyata Rio, Rio pun menghampiriku,


" Loh Mas Rio, Mas Rio ada kerjaan di daerah sini ", tanyaku


" Iya Rei, kebetulan aku baru selesai meeting tadi ", jawab nya


" Mereka Sehat ko Rei, kamu sendiri gimana? ", tanya Rio balik,


" Aku juga sehat Mas, ya udah aku duluan ya Mas, temen-temen aku udah nungguin ", tanpa jawaban dari Rio aku langsung meninggalkannya, Rio terpaku melihat ku pergi, setelah aku duduk, aku langsung mengirim pesan pada Hadi, aku tidak ingin Hadi mengetahui aku bertemu Rio dari orang lain,


" Mas, aku barusan ketemu Rio di mall ", pesan ku singkat,


" Hah... dimana Sayang? trus dia bilang apa? aku ketempat kamu ya sekarang ", balas Hadi,


" Di depan restoran tempat biasanya akan aku makan bareng temen kantor, dia ga bilang apa-apa sih, cuma nanya kabar aja tapi habis itu aku tinggal, Mas ga usah kesini, kan nanti pulang nya Mas jemput ", jelas ku,


" Huft.... ya udah sayang, nanti aku jemput ya ", balas Hadi, aku menyadari, dari pesan nya itu Hadi pasti sangat khawatir, tetapi aku juga tidak ingin ada salah faham diantara kami, jadi aku berusaha tidak ada yang di sembunyikan dari nya. Kamipun selesai makan siang dan kembali ke kantor, aku melanjutkan pekerjaan ku sampai waktu nya jam kantor berakhir, Ponsel ku pun berdering, aku tau itu dari Hadi mengabarkan dirinya telah sampai, Hadi membukakan pintu mobilnya untuk ku,


" Gimana kerjaan kamu hari ini Sayang ", tanya Hadi,


" Lumayan banyak Mas, tapi cuma laporan-laporan aja sih, Mas Hadi gimana tadi meeting nya? lancar? ",

__ADS_1


" Lancar Sayang, kerjaan aku banyak yang sudah selesai di kerjain Devan sama Aldo ", jawab Hadi


" Anak-anak udah pada pulang blm ya Mas kira-kira, aku pingin mampir deh ", usul ku


" Coba aja kamu telp Reni atau Dina ", saran Hadi, lalu akupun mengikuti saran Hadi dan menghubungi Dina, namun ternyata Reni dan Dina blm pulang, akhirnya aku dan Hadi pun langsung kembali ke rumah. Setelah sampai rumah, aku dan Hadi langsung mandi dan berganti pakaian, sejak dari kantorku Hadi banyak diam, aku sengaja blm cerita tentang Rio, aku berencana menceritakannya pada saat kami bersantai. Akupun langsung menuju dapur saat Hadi sedang di dalam ruang ganti,


" Sayang, tadi gimana cerita nya kamu bisa ketemu Rio? " Tanya Hadi sambil memelukku dari belakang yang sedang memasak makan malam,


" Tadi pas aku sampe restoran langganan temen-temen kantor, tau-tau ada yang manggil aku, trus pas aku nengok ternyata Rio, katanya dia habis ketemu klien juga di sana ", jawab ku,


" Trus dia bilang apa aja di sana? ", selidik Hadi sambil mengeratkan pelukan,


" Dia nanya kabar aq, aku juga tanya kabar Nayla, ayah sama ibu nya, habis itu aku pamit samperin temen-temen aku ", jawabku


" Trus dia nya gimana Sayang ", aku langsung mematikan kompor lalu berbalik menghadap Hadi,


" Aku ga perhatiin lagi Mas, kan aku langsung pergi aja, ga nengok-nengok lagi trus ngobrol sama temen-temen ", jawab ku sambil mencium pipinya, aku melihat Hadi tersenyum mendengar penjelasan dari ku,


" Aku udah ke fikiran macem-macem Sayang, waktu kamu bilang kamu ketemu Rio ", keluh Hadi,


" Tapi sekarang aku udah lega denger langsung ceritanya dari kamu, hufttt... untung aja dia udah ga sekantor lagi sama aku Sayang ",


" Loh emang nya kalo masih satu kantor kenapa Sayang? " tanyaku penasaran,


" Yaa.. pasti nanti suasana kerja nya ga enak, nanti dia mikir aku rebut kamu dari dia atau fikiran jelek lain ", jelas Hadi


" Aku sih mikirnya ga ada masalah sih Mas, Mas kan ga ngerebut aku, trus dari awal juga kan dia yang nikah duluan jadi harusnya sih ga masalah kan",


" iya Sayang kamu bener, tapi ga semua orang yang pola fikir nya se santai kamu ", ucap Hadi sambil mencubit hidungku,


" aauww..sakit ihh,, udah yuk, makanan udah siap, aku siapin dimeja dulu ya, Mas duduk aja ya", pintaku sambil mendorong tubuh Hadi, Kami pun makan malam dengan tenang, Hadi membatuku membereskan dan membersihkan peralatan makan kami


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2