Dia Yang Mancintaiku

Dia Yang Mancintaiku
Cemburu


__ADS_3

Sore itu Hadi pun menjemput ku, entah kenapa aku jadi merasa malas pergi karena rasa penasaran ku untuk siapa hadiah yang Hadi minta aku bantu mencari nya, Huft.


"Hadi.. ", panggil Dina,


" kenapa Din? ",


" lo beneran udah punya calon istri? kalo lo udah punya calon istri, ngapain lo masih deketin Reina, kan gue udah bilang sama lo, jangan sakitin Reina, jangan lo kasih harapan ke dia kalo ujung-ujungnya lo sama aja kaya Rio, lo kan udah janji sama gue Di, lo ga lupa sama omongan lo sendiri kan".


" jangan samain gue sama Rio Din, gue juga inget ko sama omongan gue ke lo, inget banget malah, lagian ini juga w lagi usaha buat dapetin Rei", jawab Hadi,


"ini gimana si maksudnya, gue ga faham, lo bilang lo udah punya calon istri, tapi sekarang lo bilang lagi usaha dapetin Reina, tolong di perjelas dah Di, otak gue ga sampe nih sama omongan lo",


" calon istri yang gue maksud malam itu Reina Din, dia kan bilang dia ga mau pacaran, mau nya langsung nikah, makanya gue langsung bilang kalo gue udah punya calon istri",


"Ooooh jadi calon istri yang lo maksud itu.... " blm selesai Dina berbicara aku sudah keluar kamar, sekilas aku mendengar Dina bilang kata calon istri, di sini aku tambah enggan untuk pergi bersama Hadi,


"calon istri siapa Din?", tanyaku penasaran,


"calon istri Hadi Rei, ternyata orangnya itu... ",


" udah siap Rei, yuk kita jalan", belum selesai Dina bicara sudah di potong Hadi, aku jadi tambah penasaran. Akhirnya akupun jalan keluar rumah lebih dulu,


"jangan kasih tau Reina dulu Din, gue mau kasih kejutan buat dia", pinta Hadi sambil berbisik pada Dina, Dina langsung menutup mulut nya sambil mengangguk tanda mengerti. Hadi membuka pintu mobil untuk ku,


"Terima kasih Mas", Hadi tersenyum padaku, lalu dia pun masuk kedalam mobil,


" kamu udah makan Rei?", tanya Hadi sambil menyalakan mobil nya,


"Sudah Mas", jawabku,

__ADS_1


" Mas Hadi udah makan?",


"Blm, nanti kamu mau kan temenin aku makan?",


"boleh, emang kita mau cari hadiah dimana Mas?",


"di Mall dekat sini aja ya Rei",


"oke", jawabku singkat.


Setelah 20menit perjalanan aku dan Hadi sampai, aku dan Hadi turun dari mobil dan masuk kedalam mall tersebut,


"Mas Hadi mau makan dulu apa gimana?",


"kita cari hadiah dulu ya Rei",


"oke". Tiba-tiba Hadi menggandeng tangan ku, hal itu berhasil membuat jantungku tidak karuan, mau copot rasanya, ingin aku melepas genggaman tangan nya, tetapi tubuh dan otak ku sedang tidak singkron sekarang, satu sisi aku senang di perlakukan seperti ini, satu sisi aku berfikir kenapa Hadi melakukan nya sedangkan dia sudah punya calon istri,


" eh.. iya Mas, kenapa?",


"aku dari tadi ajak ngobrol kamu malah ngelamun Rei, lagi mikirin apa?",


" maaf ya Mas, aku beneran ga denger tadi, ga lagi mikirin apa-apa juga", jawabku sambil tersenyum paksa. Hadi menarik tanganku memasuki toko perhiasan, aku semakin bertanya-tanya untuk apa Hadi ke toko ini, Hatiku semakin sakit ketika aku fikir dia akan membeli cincin pertunangan untuk calon istrinya..


"Rei, Kira-kira cincin yang bagus model seperti apa ya?", Hadi bertanya kepada,


"hmmm... emang nya mas Hadi mau beli cincin untuk siapa?", tanyaku ragu,


"buat calon istriku Rei, kamu bantu pilihin ya", Deg... jantungku terasa berhenti, air mata ku hampir jatuh, sekuat hati aku menahannya agar tidak jatuh. Seorang pelayan menghampiri kami,

__ADS_1


" selamat sore Tuan, Nona, ada yang bisa kami bantu", Sapanya ramah,


"Mbak saya mau cari cincin untuk calon istri saya, nanti biar Nona ini yg pilih, apapun yg dia pilih itu yang saya ambil", jawab Hadi,


" Mas, kenapa harus aku sih yang milih, kan itu buat calon istri mas, kalo dia ga suka gimana?" ucapku kesal,


"Dia pasti suka Rei kalo kamu yang pilih", jawabnya, aku tambah kesal,


" aku kan ga tau seleranya gimana Mas, kenapa Mas Hadi ga ajak dia aja sih?", ucapku menahan cemburu, Hadi melihat ku seperti itu hanya tersenyum, sepertinya dia tau kalo aku lagi cemburu, dan dia sengaja menggoda ku,


"Dia pasti suka Rei, calon istriku itu sangat baik dan penuh pengertian",


"ya udah iya, aku pilihin", aku memajukan bibirku, tapi beda halnya dengan Hadi, dia terlihat sangat senang.


Pelayan toko itu memberikan beberapa model cincin yang sangat bagus,


"Silahkan Nona, ini model terbaru dari toko kami", aku melihat2 cincin itu tetapi aku tidak menyukai nya,


"maaf mba, apa boleh saya lihat-lihat yang lain dulu",


"tentu saja boleh Nona, silahkan sebelah sini", akupun mengikuti pelayan toko itu, setelah beberapa menit akhirnya aku melihat satu cincin dengan model yang unik dan sangat cantik,


" maaf mba, boleh saya lihat yg ini", tunjuk ku dan pelayan itu memberikan nya padaku,


"silahkan Nona", akupun mencoba cincin itu, pas sekali di jari manisku, sangat cantik, Hadi pun melihat ku sumringah seperti itu tersenyum, tapi aku langsung terdiam, karena aku ingat cincin ini bukan untuk ku, melainkan untuk calon istri Hadi,


"Gimana Rei, suka sama cincinnya?", tanya Hadi sambil tersenyum,


" aku ga suka, tapi calon istri mas pasti suka", jawabku bohong, kulihat sekilas Hadi menarik sudut bibirnya, lalu akupun melepaskan cincin itu dan memberikan nya kepada pelayan toko,

__ADS_1


"saya ambil cincin itu ya mbak", kata Hadi, pandangan ku tak lepas dari cincin itu walaupun pelayan toko akan mengemasnya, sangat tidak rela aku melepas cincin cantik itu. Lagi-lagi Hadi hanya tersenyum melihat ku seperti ini, dia sangat bahagia melihatku Cemburu.


Bersambung...


__ADS_2