Dia Yang Mancintaiku

Dia Yang Mancintaiku
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Akhirnya pengajuan cuti ku di setujui, dan tiga hari lagi aku akan pulang ke kampung halaman ku, sudah hampir satu tahun aku blm mengunjungi makam kedua orang tuaku, Paman dan Bibiku lah yang selama ini mengurus rumah dan makam kedua orang tuaku.


Sesampainya aku di rumah kontrakan ku, aku langsung naik ke kamarku, mandi dan berganti pakaian, ku dengar Dina dan Reni juga sudah pulang kerja, mereka sudah menunggu ku di ruang tamu, akupun turun dan langsung merebahkan tubuhku dengan bantalan kaki Reni,


"guys... pengajuan cuti gue udah di acc, tiga hari lagi gue balik ke Bandung", ucapku sambil memainkan HPku,


" trus lo kesana naik apa Rei?", tanya Reni,


"gue sih pengen nya naik kereta biar cepet, tapi blm tau juga",


" trus Hadi gimana?", tanya Dina,


"gimana? maksudnya?", tanyaku balik,


" lo udah bilang ke dia kalo lo mau pulang ke Bandung", jelas Dina,


"kenapa gue harus bilang dia kalo gue mau pulang, kan ga ada hubungan nya?", jawabku, Reni dan Dina saling pandang, karena mereka tau Hadi ingin memberi kejutan untukku dan mengungkapkan perasaan nya padaku, Dina yang memberi tahu Reni supaya ikut membantu,


" tapi biar gimana juga lo harus kasih tau dia Rei", timpal Reni,


"trus motifasi gue kasih tau dia apa? gue kan ga ada hubungan apa-apa sama dia, apalagi dia udah punya calon istri, gue ga mau bikin mereka nantinya salah faham Ren", jawabku, suasana hatiku langsung berubah, Reni dan Dina pun menyadarinya, mereka saling memberikan kode satu sama lain tanpa sepengetahuan ku.


Hari ini aku lembur, aku sudah memberi kabar kepada Reni dan Dina kalo aku pulang telat, di rumah, Reni dan Dina berbicara tentang rencana ku pulang kampung,


" Din, lo udah kasih tau Hadi belum Reina mau balik ke Bandung dua hari lagi? ",


"gue belum sempet Ren, sekarang aja deh gue kabarin Hadi", jawab Dina sambil mengambil HP nya di meja lalu dia mengirimkan pesan ke Hadi

__ADS_1


"Di, lo lagi sibuk ga? kalo ga sibuk lo telpon gue ya, penting", baru saja Dina selesai mengirimkan pesan, HP nya langsung berbunyi, dan terlihat nomor Hadi yang menghubunginya.


" Halo Din, ada yang penting apa Din?", tanya Hadi tanpa basa-basi,


"gini Di, lo udah tau belum kalo dua hari lagi Reina balik ke Bandung?", tanya Dina,


" gue belum tau Din, Reina ga bilang apa-apa sama gue, ini aja gue baru tau dari lo, Reina ko ga kasih tau gue ya Din?", kata Hadi sedih,


"Reina ga kasih kabar ke lo karena dia mikir nya lo udah punya calon istri Di, dia ga mau bikin kalian salah faham, makanya gue sama yang lain mau kasih saran buat lo Di, mendingan rencana lo di percepat aja deh, sebelum Reina balik ke Bandung, takutnya kalo nanti dia di jodohin sama Bibi nya di sana gimana coba, Reina kan bilang dia mau nya langsung nikah, emangnya lo nanti ga nyesel Di kalo emang kejadian?",


"iidiih.. amit-amit Din, jangan sampe kejadian deh, trus kalian ada saran ga kapan gue harus jalanin rencana gue ngelamar dia, apa sekarang aja Din?",


" yee.. ngebet amat sih lo, ga sekarang juga kali, lagian Reina juga blm pulang, dia lembur hari ini",


"kan tadi lo sendiri yang bilang jangan sampe gue nyesel, gue ga mau kehilangan Reina Din, ga rela gue kalo dia nikah sama orang lain", sahut Hadi,


"ya udah, kalo bisa lo pulang kerja mampir aja kerumah, gue juga udah kasih tau Devan sama Aldo biar dateng kesini",


" ya udah kita tunggu, bye Di", Dina menutup telpon nya,


"gimana Din?", tanya Reni,


" tar dia mau kesini katanya", jawab Dina,


"oh oke".


Akhirnya sore itu Hadi mampir ke rumahku, dia datang bersama Devan dan Aldo karena mereka satu kantor. Reni dan Dina pun sudah pulang dari kantor mereka dan berkumpul di ruang tamu,

__ADS_1


" jadi gimana Di, lo punya rencana apa sekarang?", Devan mulai bicara,


"gue harus buru-buru nih lamar Reina sebelum dia balik ke Bandung", jawab Hadi,


"Lusa dia udah berangkat Di, kita cuma ada waktu besok", sahut Dina,


" kalo gue boleh saran, berhubung waktu nya mepet, ga usah yang gimana2 Di acaranya, intinya kan lo mau memperjelas aja kan hubungan lo sama Reina sebelum dia ke Bandung trus di jodohin Bibi nya, setelah lo udah dapet kepastian baru lo ajak Reina Dinner romantis berdua", kata Aldo, Hadi coba berfikir,


"lo lamar Reina disini aja dulu Di, syukur-syukur lo bisa nyusul dia ke Bandung, buat ketemu Paman dan Bibi nya Reina", saran Reni,


" kayaknya saran lo bagus tuh Ren, besok gue coba lamar Reina, gue yakin Reina terima lamaran gue". Setelah mereka selesai, Reina pun pulang, di saat dia masuk kedalam rumah, dia merasa ada yang aneh dengan teman-teman nya,


"loh, ada apa nih, tumben kumpul-kumpul ga ajak-ajak gue", tanyaku sambil menghampiri mereka, lalu aku duduk di sebelah Reni dan berhadapan dengan Hadi,


" bukan nya ga di ajak Rei, kita emang ga ada rencana, Tiba-tiba aja nih mereka mampir kesini, lo juga lembur kan", jawab Dina,


"mentang-mentang gue mau cuti nih, kerjaan gue buat seminggu di minta selesai besok, jari-jari gue yang cantik ini sampe keriting, hiks.. ", drama ku sambil memperlihatkan jari-jariku, Devan melempar ku dengan bantal kursi, Dina dengan Boneka sedangkan Reni mengacak-ngacak rambutku, lain halnya dengan Hadi, dia hanya tersenyum gemas melihat polahku.


"Mandi sana lo, udah ga karu-karuan bau nya tau ga?", Ucap Reni,


" mana ada, gue sih ga mandi satu minggu aja tetap wangi, nih cium", sahut ku sambil memajukan badanku ke Reni,


"uweekk, cepet sana mandi", kata Reni sambil mendorongku.


"iya-iya bawel", sahut ku sambil berdiri,


"Van, lo ko betah sih sama Reni, dia kan bawel kaya nenek-nenek", ucapku sambil berlari manaiki tangga,

__ADS_1


" REINAA...., awas aja lo ya", teriak Reni, Hadi hanya menggelengkan kepalanya melihatku sambil tersenyum.


Bersambung....


__ADS_2