
Aku menggeliat dari tidurku dalam posisi berpelukan dengan Hadi, aku melihat Hadi masih tertidur, perlahan aku melepaskan pelukannya dan hendak bangun, namun aku merasakan bagian bawah ku terasa sakit,
" Aauuww... ", teriakku spontan, aku langsung jatuh terduduk di lantai, Hadi pun terbangun dan kaget mendengarku berteriak dan terduduk di lantai,
" Sayang, kamu kenapa? " tanya Hadi khawatir,
" Sakit Mas... ", rintihku sambil berusaha berdiri, Hadi sigap menopang tubuh ku yang hampir jatuh lagi, lalu mendudukkan ku di tepi kasur,
" Kamu mau kemana Sayang? ", tanya nya,
" Mau mandi Mas ", jawabku malu-malu karena aku baru sadar aku dan Hadi tidak memakai baju,
" Ya udah, kamu tunggu sini aja ya, biar aku siapin air hangat nya dulu ", ucap Hadi penuh perhatian,
" Ga usah Mas, biar aku aja, aku bisa ko, cuma tunggu sebentar lagi, sampe sakitnya hilang, Mas tolongin aku aja ambilin handuk itu ", pintaku sambil menunjuk handuk yang semalam aku pakai dan di lempar Hadi, Hadi pun tersenyum lalu mengambilkan handuk itu dan melilitkannya di tubuh ku,
" Kamu tunggu sebentar ya Sayang, biar aku aja yang siapin ", ucap Hadi sambil memakai celananya, dan berjalan ke kamar mandi, akupun menuruti Hadi untuk menunggunya, tidak berapa lama Hadi pun keluar dari kamar mandi, dia berjalan menghampiriku, lalu mengangkat tubuh ku,
" Mas Hadi mau ngapain? aku bisa jalan sendiri Mas, cepet turunin ", protes ku, namun Hadi malah menutup bibir ku dengan bibir nya,
" Jangan banyak gerak Sayang, nanti kamu jatuh, yang ada nanti tambah sakit loh ", kata Hadi, akupun langsung diam tak bergerak lagi, ku lihat Hadi tersenyum senang, Hadi menurunkan ku di depan bathtub,
" Mau aku mandiin sekalian ga Sayang, apa kita mandi bareng aja ya? " tanya Hadi menggodaku, aku langsung membulatkan mataku menatap nya,
" Ga Mau,,, Mas Hadi cepat keluar sana ihh.. ", usirku sambil mendorong tubuhnya perlahan, Hadi pun tertawa melihatku jadi salah tingkah seperti itu, lalu dia menutup pintu,
__ADS_1
Hadi hendak merapikan tempat tidur kami, namun dia berhenti sesaat melihat ada bercak darahku di sana, lalu Hadi tersenyum bahagia karena dia adalah laki-laki pertama yang menyentuh ku, sebenarnya Hadi menerima ku apa adanya, karena dia tau aku cukup lama berpacaran dengan Rio, namun walaupun aku dan Rio dulu berpacaran, kami sama skali tidak pernah melakukan hal yang di luar batas karena hubungan kami di dasari dengan cinta bukan hawa nafsu, dan Hadi pun akhir nya sekarang menyadarinya dan merasa tambah mencintaiku,
" Terima kasih Sayang, ternyata aku satu-satunya lelaki yg menyentuhmu untuk pertama kali, dan aku memilih wanita yang tepat, kamu benar-benar wanita yang baik, Terima kasih kamu sudah menjaganya hanya untuk suami kamu ", gumam Hadi, setelah selesai merapikan tempat tidur kami dan mengganti seprainya, Hadi turun ke dapur menyiapkan sarapan, Hadi membuat 2 sandwich, susu dan kopi untuknya lalu di bawanya ke kamar, aku masih di kamar mandi yang membuat Hadi khawatir karena tidak melihatku di kamar, lalu ia membuka pintu kamar mandi yang otomatis membuatku kaget karena hendak keluar,
" Ya Ampun Mas... bikin kaget aja sih ", ucapku sambil memegang dadaku karena terkejut, Hadi menghampiri dan memelukku,
" Maaf Sayang, habis kamu lama banget di kamar mandinya, emang sakit banget ya Sayang, sekarang gimana? masih sakit? bisa jalan ga? aq gendong ya", cecar Hadi sambil hendak mengangakat tubuh ku, aku pun mendur kebelakang,
" Ga usah Sayang, aku bisa jalan sendiri ko ", jawabku sambil mencium pipi nya sekilas lalu berjalan melewati nya, Hadi melihat ku berjalan pelan sambil memegang tembok, Hadi merasa tidak tega melihat ku akhirnya dia berjalan cepat kearah ku lalu mengangkat tubuh ku,
" Aku bantu Sayang, please jangan protes ya ", pinta Hadi sambil membawaku keruang pakaian dan mendudukan ku di meja riasku, aku pun diam saja dan merasa sangat senang memiliki suami yang penuh perhatian seperti Hadi, Hadi mengambilkan baju lalu membantuku memakainya, lalu mengeringkan rambutku, aku memperhatikan Hadi sangat cekatan membantuku, lalu aku mencium bibir nya,
" Terima kasih ya Suami ku.. ", ucapku manja, Hadi tersenyum lalu balas mencium ku, namun ciuman Hadi berbeda dengan ku, ciuman nya lama dan semakin mendalam hingga aku sedikit terasa sesak, Hadi yang mengetahuinya langsung melepaskan ciuman nya,
" Terima kasih juga Sayang, terima kasih kamu udah mau jadi istri aku ", ucapnya lembut lalu memelukku erat,
" Mas Hadi udah bikin sarapan? ihh.. kan harusnya aku Sayang yang bikinin kamu sarapan, ko malah kebalik, kan itu salah satu tugas aku sebagai istri Mas ", Protes ku merasa tidak enak,
" Sama aja Sayang, mau aku atau kamu yang bikin sarapan, kita kerjain bareng-bareng aja, siapa yang sempat boleh bikinin sarapan ya.. ", jelas Hadi sambil mengusap rambutku, aku benar-benar sangat beruntung mendapatkan suami seperti Hadi, aku merasa hidupku sekarang sempurna,
" Ayo kita sarapan ", ajak Hadi sambil hendak menggendong ku lagi,
" Maass.... aku jalan sendiri aja ya ", pintaku memelas, Hadi pun akhirnya menyetujui permintaan ku, agar tidak kecewa atas penolakan ku, aku memeluk lengannya manja, membuatnya kembali tersenyum.
" Emang udah ga Sakit lagi, Hmm? ", tanya Hadi,
__ADS_1
" Udah ga terlalu sakit Mas, makanya aku mau jalan sendiri aja ", jawabku sambil tersenyum menatapnya,
Kami pun memakan Sarapan kami sambil mengobrol, Hadi senang sekali menggodaku, setelah selesai sarapan, Hadi membereskan dan membawanya kembali ke dapur, Hadi benar-benar memanjakan ku, akupun berjalan menuruni tangga, biarpun masih merasa sakit tapi sudah banyak berkurang, dan hampir hilang sakitnya, aku menuju keruang keluarga dan menonton televisi,
" Sayang aku mandi dulu ya ", panggil Hadi sambil melewati ku menuju ke atas,
" iya Sayang ", Jawab ku sambil tersenyum.
Tidak berapa lama, Hadi turun dan menghampiri ku, aku terkesima dengan penampilannya, baru kali ini aku memperhatikan nya, ternyata suamiku ganteng banget, udah ganteng baik, perhatian pula, Lagi-lagi aku merasa beruntung dan sangat bahagia Hadi memilihku menjadi istrinya , di tengah lamunan ku, Hadi tenyata juga memperhatikan ku,
" Sayang... ", Panggilnya sambil melambaikan tangannya di depan wajah ku, aku pun tersadar dari lamunan ku dan menatapnya,
" Kamu kenapa Sayang, nonton TV tapi ga fokus gitu, dari tadi aku panggil ga di jawab, lagi fikirin apa sih istriku ini? ", tanya Hadi sambil mencubit sebelah Pipiku, aku pun melepaskan cubitan nya dari pipiku,
" ihh sakit Mas.. ", Protes ku, terlihat olehnya pipiku menjadi merah,
" Maaf-maaf Sayang, habisnya kamu kenapa loh, bengong gitu ", ucapnya sambil mencium pipiku yg tadi di cubit nya,
" Mas tau ga, aku tuh bahagia banget sekarang, aku sampe bingung ini mimpi atau bukan aku jadi istri Mas Hadi", ucapku sambil memeluk Hadi, Hadi yang mendapat pelukan mendadak dari ku sempat hampir jatuh kebelakang, namun dia bisa menahan berat tubuhku dan membalas pelukan ku, Hadi pun tersenyum bahagia,
" Ini bukan mimpi Sayang, ini kenyataan, kenyataan hidup yang sangat indah ", jawab Hadi lalu dia melepaskan pelukan nya dan mencium bibirku, entah mengapa Hadi sangat senang mencium bibir ku, tiap saat dia melakukannya, lama-kelamaan ciuman kami semakin panas, tangan nya pun sudah mulai menjalar ke tiap inci tubuhku, dengan wajah penuh gairah Hadi menatapku,
" Sayang, apa boleh aku minta lagi? " tanya Hadi, karena dia khawatir aku akan tambah sakit, maka dia bertanya dulu padaku, dia tidak ingin memaksaku, akupun mengangguk tanda setuju, aku tidak ingin mengecewakannya lagipula sejujurnya akupun menginginkan nya,
Akhirnya terjadilah kegiatan panas kami diruang keluarga di siang hari, Hadi melakukannya dengan sangat lembut dan penuh cinta...
__ADS_1
Bersambung....