
Sesampainya aku di rumah Hadi, Hadi pun membukakan pintu mobilnya untukku, aku membalas nya dengan senyuman, lalu kami masuk kerumah nya beriringan, biarpun sebelumnya kami bersahabat, tapi aku belum pernah mengunjungi rumah Hadi, lain hal dengan Dina dan Reni, karena Aldo dan Devan sering ke sini dan sering mengajak mereka,
Rumah Hadi terdiri dari dua lantai, lebih besar dari rumah kontrakan ku, panataan ruang nya Pas, aku sangat suka suasananya, di saat aku tengah melihat2, Hadi menghampiriku, lalu memelukku dari belakang,
" Maaf ya Sayang, rumahnya kecil, kalo kamu kurang nyaman, nanti kita cari rumah yang lebih besar ya, maklum aku di sini hanya sendirian, jadi aku fikir ini sudah cukup untukku ", jelas Hadi
" Aku suka sama rumah ini Mas, jadi kita di sini aja ya, ga usah pindah2 lagi, lagian di sini kan deket sama temen-temen aku, rumah kamu rapi banget Mas, siapa yang nata semuanya, yang tiap hari bersihin siapa? " selidik ku, ada rasa khawatir di kepalaku, aku takut ada wanita lain selain aku dan teman-teman ku yang pernah kesini.
" Semuanya aku yang ngerjain Sayang, aku kan terbiasa hidup sendiri, jadi mau ga mau, aku harus bisa ngurus semuanya sendiri kan ", jawab Hadi sambil menciumi leherku, akupun merasa tenang mendengarnya,
" Kamu laper ga Sayang, mau aku buatin makanan ga? ", lanjut Hadi,
" Emang Mas Hadi bisa masak? " tanyaku penasaran,
" Pasti bisa dong, kamu bilang aja mau makan apa, nanti aku masakin ", jawab Hadi,
" Hmmm... hari ini ga usah masak ya Mas, aku juga belum laper banget, kan tadi sempet makan di jalan, nanti kita pesen aja ya, Mas juga kan capek, aku juga mau mandi nih, kamar Mas Hadi yang mana? ", tanyaku sambil melihat sekeliling rumah,
" Ya udah kalo gitu, yuk kita ke kamar Mas, ada di atas ", ajak Hadi sambil membawakan koper dan tas ku, akupun mengikuti Hadi, setelah sampai di kamar nya aku cukup takjub, kamar Hadi sangat Rapi, kamarku pun masih kurang rapi di banding kamarnya, hehehe..
" Itu kamar mandinya Sayang, yuk kita mandi ", ajak Hadi yang langsung membuatku terkejut,
__ADS_1
" Hah.. Aku mandi sendiri aja Mas ", jawabku malu-malu,
" Loh emang kenapa Sayank, Hemm? " tanya Hadi sambil mencium bibir ku sekilas,
" Aku masih malu Mas, jadi aku mandi sendiri aja ya, Mas Hadi juga mandi di kamar mandi yang lain, biar kita barengan selesainya, ya Mas ya,,, ", pintaku sambil memeluk lengan nya manja, Hadi pun mengerti,
" Ya udah Sayang, kamu mandi dulu, aku mandi di kamar bawah aja, sekalian aku pesenin makanan buat kita ", jawab Hadi sambil mengusap Rambutku, lalu Hadi mengambil Handuk dan piyama yang akan dia pakai, akupun masuk ke dalam kamar mandi, setelah selesai mandi dan mengeringkan rambutku, akupun duduk di tepi tempat tidur, entah mengapa aku merasa sangat ngantuk, aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, terasa sangat nyaman sekali hingga akupun tertidur, setelah Hadi selesai mandi dan berganti pakaian, Hadi kembali naik ke kamarnya dan membuka pintu, dia melihatku tertidur dan menghampiriku, Hadi duduk di tepi ranjang lalu merapikan rambutku yang menutupi sebagian pipiku, lalu mencium kening ku,
" Kamu pasti capek banget ya Sayang, Cinta kamu Rei.. ", ucap Hadi sambil mencium pipiku lalu merebahkan tubuhnya di sampingku, Hadi mengganti posisi tidurku, dia menjadikan tangan nya sebagai bantalan kepalaku dan memelukku, aku merasa sangat nyaman dan menenggelamkan kepalaku di dada bidang Hadi, kami pun akhirnya tertidur.
Keesokan harinya aku bangun terlebih dahulu, aku menggeliat dari tidurku, aku merasakan ada sesuatu yg berat di atas perutku, aku melihat itu tangan laki-laki, aku sempat kaget melihat ada seseorang yang tidur di sampingku, tapi itu tidak berlangsung lama, setelah aku melihat itu Hadi, aku langsung sadar kalo sekarang aku sudah menikah, perlahan aku melepaskan tangan Hadi dari atas perutku agar tidak membangun kan nya, tapi ternyata Hadi malah menarik pinggang ku lagi dan memelukku,
" Aku mau bikin sarapan dulu sayang, Mas tidur lagi aja, nanti kalo udah selesai aku bangunin ya ", jawabku sambil membelai tangan nya yang masih melingkar di pinggang ku
" Sebentar lagi sayang, aku mau keya gini dulu ", ucap Hadi manja,
Akupun membiarkan nya memelukku seperti itu, sampai aku merasa nafasnya mulai teratur, tanda Hadi sudah terlelap lagi lalu akupun bangun dan turun menuju dapur,
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, aku selesai memasak sarapan untuk kami berdua, di saat aku sedang mencuci peralatan masak yang baru saja aku pakai, aku mendengar Hadi memanggil ku,
" Sayang.. ? ", teriak Hadi,
__ADS_1
" Iya Mas, aku lagi di dapur ", Hadi pun turun setelah mendengar suara ku, sesampainya di dapur, Hadi langsung memelukku dari belakang,
" Kamu masak apa Sayang, enak banget wanginya ? ", tanya Hadi sambil menciumi tengkuk ku,
" Masak nasi goreng Mas, ini yang wangi aku apa nasi goreng nya sih Mas, ko aku yang dia ciumin dari tadi ", tanyaku balik, aku bergidik karena merasa geli mendapat ciuman di belang leherku, Hadi tertawa mendengar pertanyaan ku,
" Aku suka wangi kamu Sayang ", jawab Hadi sambil terus menciumi ku, karena aku merasa geli lalu aku membalikkan tubuh ku berhadapan dengan nya, tanpa aba-aba Hadi langsung mencium bibirku, biarpun tanpa persiapan akupun membalas ciuman Hadi, lama kelamaan ciuman kami semakin dalam, aku melingkarkan tanganku pada lehernya, Hadi mendudukkanku di atas meja sebelah tempat ku mencuci peralatan masak ku, setelah berapa lama kami pun melepas ciuman kami untuk mengambil nafas, mata kami bertatapan, lalu tersenyum, Hadi kembali mencium ku,
DING.. DONG... Suara Bel rumah Hadi berbunyi, Lagi-lagi kegiatan romantis kami terhenti, Hadi mengusap kasar wajah nya,
" Biar aku aja yang buka Sayang, siapa sih Pagi-pagi udah gangguin orang ", ucap Hadi kesal, aku terdiam di posisiku, menetralkan diriku dan merasa iba pada Hadi, aku mengerti apa yang dia inginkan, dan lagi-lagi batal karena ada yang datang. Hadi membuka pintu, dia tambah kesal setelah melihat siapa yang datang, Sebelum nya Dina, sekarang Devan dan Aldo, membuat aura Hadi semakin menakutkan, dengan malas Hadi menyapa mereka,
" Oh.. kalian ya, yang udah gangguin pengantin baru menjalan kan kewajibannya? ", cecar Hadi kesal,
" Weitss... Sabar Men, pantesan aja muka lo kek gitu, belum dapet pelepasan ternyata ", celetuk Devan yang di sambut tawa oleh Aldo,
" Mau ngapain sih lo berdua kesini, kalo cuma mau ngeledekin gue, ga perlu, gue ga Terima tamu... ", jawab Hadi sambil ingin menutup pintu,
" Yaaa... jangan marah mulu lo Men, kaya cewe lagi PMS aja lo, kita di sini mau ambil berkas yang sebelum cuti lo kerjain, mana sini kita bawa, skalian kerjaan yang lain belum sempet lo kerjain, sini gue yang selesein, biar lo tenang dah ga di kejar-kejar kerjaan ", Timpal Aldo, tanpa menjawab, Hadi masuk ke dalam rumah, Aku memutuskan keluar melihat siapa yang datang.
Bersambung...
__ADS_1