Dia Yang Mancintaiku

Dia Yang Mancintaiku
Kecemasan 2


__ADS_3

Akupun selesai mandi, kulihat Hadi melamun sambil bersandar di tempat tidur,


" Mas, ko bengong aja, mikirin apa? ", tanyaku pada Hadi, Hadi melihat ku berjalan ke kamar ganti, lalu dia menyusulku, lalu memelukku dari belakang,


" Sayang... " Panggil nya, namun Hadi tidak melanjutkan omongan nya, hanya memelukku dan mencium leherku,


" iya Sayang, ada apa, Hmm? tanyaku lembut sambil memegang tangannya yg melingkar di pinggangku,


" Tadi waktu kamu tidur, Rio nelpon kamu ", jawabnya ragu, aku mulai mengerti kenapa Hadi bersikap seperti ini,


" Trus Mas Hadi bilang apa sama dia? " tanyaku biasa saja, Hadi mungkin kaget mendengar jawaban ku, lalu dia memutar tubuhku berhadapan dengan nya, terlihat wajahnya heran karena aku tidak terkejut sama sekali,


" Aku ga angkat telpon nya, kan itu ponsel kamu " jawab Hadi,


" Loh, kenapa Mas Hadi ga angkat, kalo ada yang telpon aku, apalagi laki-laki, angkat aja Mas, kan Mas Hadi suami aku, jadi ga apa-apa ", jawabku, aku melihat Hadi tersenyum lalu mencium ku,


" Aku takut Sayang ", kata Hadi sendu, aku mencium Hadi, lalu aku memeluknya,


" Mas Hadi takut apa? "


" Aku takut dia mau rebut kamu dari aku Sayang ", jawabnya, aku mendengar kekhawatiran dari nada suaranya, aku melepas pelukan nya,

__ADS_1


" Maass... ga ada yang perlu di takutin, sekarang aku istri Mas Hadi, semua yang ada di aku milik Mas Hadi, aku mohon Mas percaya sama aku ", jelas ku


" Mas sama sekali ga raguin kamu sayang, yang Mas takutin dia yang nanti bikin kamu ga nyaman atau apapun itu, Mas ga mau kamu susah nantinya ", aku kembali mencium Hadi, memeluk nya erat, aku harus memikirkan bagaimana cara agar Hadi tidak khawatir, aku takut kalo kekhawatiran Hadi malah membuat hubungan kami jadi bermasalah,


" Love you Mas... " ucapku sambil menciumnya lagi, Hadipun tersenyum medengarku mengucapkan kata itu, Hadi membalas ciumanku, semakin dalam, aku merasa sangat nyaman di posisi seperti ini, aku merasa sangat di cintai, aku berharap Hadipun merasakan apa yang aku rasa, karena akupun sangat mencintainya,


" Love you too Sayang ", balas Hadi, Hadi ingin kembali mencium ku, tapi aku langsung menahan nya,


" Mas... Handuk ku jatuh ", ucapku sambil memeluk Hadi, Hadi ingin melepas pulukanku,


" Ga mau lepas, aku malu Mas ", Hadi terkekeh,


" Ngapain malu Sayang, kan aku udah liat semuanya, ga ada yg terlewat satupun loh ", goda Hadi,


" Cinta kamu Sayang.. ", ucap Hadi setelah dia mendapatkan pelepasan terakhir nya lalu dia mencium seluruh wajahku sebelum akhirnya menjatuhkan tubuhnya di samping ku, aku menoleh ke arahnya sambil tersenyum, Hadi pun membalas memandangku lalu menarikmu ke dalam pelukan nya,


" Mas Hadi Capek? " tanyaku sambil mengelap keringat di keningnya,


" Kalo untuk yang satu ini aku ga ada capek nya Sayang ", jawab Hadi, aku membulatkan mataku yg di balas senyuman oleh nya,


" Oh iya Mas, besok kita udah mulai kerja nih ",

__ADS_1


" Iya Sayang, besok Mas ga langsung ke kantor, habis anter kamu Mas langsung ketemu klien di kantor nya ", jelas Hadi


" Klien nya perempuan apa laki-laki Mas? ", tanyaku Malu-malu,


" Perempuan Sayang ", jawab Hadi sambil memperhatikan wajahku yang langsung berubah ekspresi, dan Hadi tau kalo aku sedang cemburu,


" Mas Hadi sendiri apa gimana ke sananya? " tanyaku mulai khawatir,


" Sendiri Sayang ", jawab nya sambil menahan tawanya melihat wajah ku,


" Klien mas Hadi Cantik ga? Pasti cantikan dia sih sama aku, dia kan Bos pasti ngerawat penampilan benget kan M....? ", belum sempat aku melanjutkan, Hadi sudah mencium Bibir ku, aku terdiam sesaat,


" Istri aku lagi Cemburu nih kayanya? " goda Hadi,


" Ya Pasti cemburu lah Mas, istri mana sih yang ga cemburu liat suaminya ngobrol sama perempuan lain biarpun maslah kerjaan, kalo sering ketemu juga kan bisa tumbuh rasa suka apa gimana, apalagi perempuan itu lebih cantik dari aku, lebih modis leb.. " Lagi-lagi Hadi mencium bibirku, kali ini dia tidak melepaskan ciuman nya, malah lebih lama dan semakin lembut, perlahan *******, membalik posisiku berada di bawahnya lagi, akupun sudah mengerti alur nya akan seperti apa, maka aku pun membalas ciumannya dan semakin menarik tengkuk Hadi dan meremas rambut nya, Hadi pun semakin aktif dengan tangannya, dia kembali meremas dadaku, lalu ciuman nya berpindah ke leher ku, turun ke dadaku dan menghisapnya seperti bayi yg kehausan, aku tak kuasa menahan nya, akhirnya keluar juga desahan ku yang membuat Hadi semakin bergairah, dia mulai mengarahkan nya ke tubuh bagian bawah ku lalu menekan nya, lalu dia berhenti sejenak,


" Buat aku ga ada perempuan yg istimewa selain kamu Sayang, cuma kamu Syareina Putri di hati aku ", setelah mengucapkan itu Hadi mencium bibirku dan melanjutkan aksinya di atas ku, sepertinya besok kami akan bangun kesiangan dan terlambat berangkat ke kantor.


Jam sudah menunjukan pukul 2 Pagi, namun kami seolah tidak mau berhenti, kami saling menginginkan satu sama lain, Hadi masih bersemangat dengan kegiatan kami ini.


" Sayang.. udah jam 2, besok kita kesiangan loh ", ucapku,

__ADS_1


" iya Sayang, sebentar lagi ya.. ", jawab Hadi lembut, tanpa berhenti, Hadi pun mempercepat gerakan nya sampai akhirnya dia tumbang juga di samping ku, aku tersenyum melihat nya, Hadi pun melihatku tersenyum lalu dia terkekeh sendiri mengingat kegiatan kami seperti sedang mengejar target, Kami pun akhirnya tertidur dengan berpelukan.


Bersambung...


__ADS_2