Dia Yang Mancintaiku

Dia Yang Mancintaiku
Kejutan


__ADS_3

Hari ini sudah hari ke-4 ku di Bandung, selama 4 hari ini aku benar-benar memanfaatkan waktu cuti ku untuk beristirahat, rasanya aku enggan untuk keluar rumah dengan jarak yang jauh, terlebih hari ini, entah mengapa aku sangat gelisah, sudah dua hari ini Hadi tidak menghubungi ku, tak ada satupun pesan ku yang terkirim, begitu pula dengan sambungan telp, tidak sekalipun tersambung saat aku menghubungi nya, nomor nya tidak aktif, akupun bertanya dengan teman-teman ku, dan mereka hanya menjawab akan meminta Hadi menghubungi ku jika bertemu dengan Hadi, tak terasa air mataku menetes mengingat nya, berkali-kali aku berfikir tentang kesalahan apa yang pernah aku buat sehingga Hadi seperti ini. Dan hari ini aku kembali menghubungi Dina untuk menanyakan kiranya dia tau alasan Hadi mematikan Ponsel nya,


" Ya Halo Rei? ", Dina mengangkat telpon ku,


" Halo Din ", jawabku, sebenarnya aku malu jika harus menanyakan kabar Hadi kepada teman-teman ku, tetapi aku sudah sangat gelisah dan khawatir karena belum mendapat kabar tentang nya,


" Din, lo udah dapet kabar belum Hadi gimana? Aldo sama Devan apa ada cerita sesuatu sama lo atau Reni, kan mereka satu kantor Din? ", tanyaku pada Dina dengan penuh harapan, air mataku kembali menetes,


" Sory Rei, mereka juga dari kemarin ga ketemu Hadi, nomor nya juga ga aktif, Aldo malah dapet kabar katanya Hadi ambil cuti Rei ", jawab Dina menjelaskan,


" Apa Din?? Hadi Cuti? kenapa dia cuti loh? Aldo cerita ga berapa lama Hadi cuti? " Cecar ku, dadaku terasa semakin sesak, Hadi tidak pernah bercerita apapun padaku tentang masalah ini,


" Aldo sama Devan bilang alasan Hadi ambil cuti tertulis cuma ada keperluan keluarga aja Rei ", jawab Dina menyesal, aku menangis mendengar penjelasan Dina,


" Rei, lo tenang dulu ya, jangan nangis gitu dong Rei, nanti kalo kita dapet kabar dari Hadi, gue langsung hubungin lo ya Rei ", ucap Dina menenangkan ku,


" Ya udah Din, please banget ya Din, lo kabarin gue kalo lo tau Hadi gimana ", ucapku sambil terisak,


" Pasti Rei, gue pasti kabarin lo kalo gue udah tau Hadi gimana, gue tutup dulu ya Rei, ini gue lagi di jalan soalnya ", sambung Dina, lalu dia mematikan ponsel nya karena tidak ada jawaban dari ku, dan akupun kembali menangis dengan menutup kepalaku memakai bantal agar Paman dan Bibi ku tidak mendengar.

__ADS_1


Sedangkan di suatu tempat, Teman-teman ku termasuk Hadi sedang dalam satu mobil,


" Lo jahat banget sih Di, ngerjain Reina sampe kaya gitu, lo ga denger tadi dia nangis sampe segitu nya mikirin lo, khawatir sama lo, Demen banget lo bikin Reina sedih, heran gue, gue aja ga tega denger nya ", Omel Dina pada Hadi,


" Tau lo Di, Hoby banget bikin anak orang nangis, nanti tau-tau dia putus asa trus nerima anak nya Pak Kades gimana? pasti nyesel deh lo nanti ", sambar Reni, Hadi yang duduk di sebelah Devan yang sedang menyetir pun menjawab,


" Hush.. Lo kalo ngomong jangan asal dong Ren, bikin gue down aja, ini kan gue lakuin buat kasih kejutan ke Reina, rencana kita sebelum nya kan gagal, jadi biar acara lamaran gue ini berkesan jadi gue sengaja ga kasih tau Reina biar jadi kejutan, gimana sih lo? " jelas Hadi,


" Trus nanti kalo Paman dan Bibi nya udah nerima lamaran lo, kapan rencana nya lo mau nikahin Reina Men? " tanya Devan dengan pandangan tetap fokus menyetir,


" Gue sih pengen nya hari itu juga Men nikahin Reina, kalian kan tau gue udah berapa lama nungguin Reina, gue juga udah kenal Reina kaya gue kenal kalian, jadi emang cuma nunggu waktu yang tepat aja, buat resmiin nya, gue ga mau kehilangan Reina Men ", jelas Hadi,


" Ya kalian bantu do'a dong, biar semuanya lancar-lancar aja ", jawab Hadi,


" Amin.... ", jawab teman-teman ku seretak membuat Hadi menengok ke Samping dan belakang mobil nya mendengar kekompakan mereka, yang membuat nya tertawa pelan,


Jam sudah menunjukan pukul 10 malam saat teman-temanku dan Hadi sampai di Bandung, Hadi menyewa dua kamar hotel untuk mereka berlima, Reni dan Dina satu kamar, Devan, Aldo dan Hadi satu kamar, mereka akan melanjutkan perjalanan ke desaku besok pagi, agar bisa lebih rapi dan Segar. Hadi sengaja mengajak teman-teman ku karena dia hanya sendiri, sama dengan ku, kedua orang tuanya sudah meninggal dan kedua orang tuanya sama-sama anak tunggal, jadi Hadi meminta Devan dan Aldo menemani nya karena hanya mereka orang terdekat nya selain Rio, Hadi juga meminta bantuan Reni dan Dina karena mereka teman terdekat ku.


Aku masih memegang ponsel dan tisu saat aku tertidur karena lelah menangis semalam,

__ADS_1


Keesokan Paginya mereka meninggalkan hotel dengan badan yang lebih fresh dan lebih segar karena sempat beristirahat dahulu sebelum sampai ke rumah Paman ku, Hari ini Hadi yang menyetir, dan Devan duduk di di sebelahnya sebagai penunjuk jalan menuju rumah Paman ku.


Hadi berhenti sejenak di toko bunga, dia membelikan satu buket bunga mawar yang sangat cantik untuk di berikan padaku nanti.


Sedangkan aku, masih tergolek di atas tempat tidur, hari ini aku merasakan tubuhku terasa tanpa tulang, tak ada sedikit pun semangat atau keinginan untuk bangun, lalu tiba-tiba saja Bibi mengetuk pintu kamarku,


Tok.. Tok.. Tok... " Reina Sayang, bangun Nak, ada yang cari kamu tuh di luar", aku mengerjapkan mataku, setelah aku meresa nyawaku sudah terkumpul, akupun berjalan menuju pintu kamarku lalu ku buka pintu ",


" siapa Bi yang cari Reina? kan di sini Reina ga punya temen dekat? ",


" Bibi juga ga tau Rei, Bibi baru pertama melihat mereka.... ", belum selesai Bibi bicara, aku langsung menyelak,


" MEREKA? berarti yang cari Reina ga sendiri dong Bi? " tanya ku agak sedikit takut,


" Engga Rei, ada 5 Orang yang cari kamu, mereka Bibi suruh tunggu di ruang tamu, ya udah, sekarang kamu mandi gih, nanti langsung aja temuin mereka ya ", jawab Bibi sambil berjalan menjauhi kamarku. Sebenarnya Bibi ku sudah mengenal teman-temanku, karena dulu mereka sempat ikut berlibur bersamaku di sini dengan Rio, namun hari ini mereka meminta bantuan Bibi agar rencana memberikan kejutan untuk ku berhasil. Aku bergegas mandi dan berpakaian, ku percapat langkahku agar bisa sampai ke ruang tamu,


Langkahku terhenti di saat aku melihat siapa yang datang mengunjungi ku di sini..


" MAS HADI....?? "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2