Dia Yang Mancintaiku

Dia Yang Mancintaiku
Persiapan


__ADS_3

" Mas Hadi apa sih? bikin aku kaget aja deh", protes ku sambil berusaha melepaskan pelukan nya, tetapi Hadi malah tambah mengeratkan pelukannya,


" Aku kangen banget sama kamu Sayang ", ucap Hadi sambil mencium pipiku, jujur akupun sangat merindukan nya, apalagi beberapa hari ini aku tidak mendengar kabar apapun dari nya, akupun membalas memeluk lengannya di pinggang ku, Hadi lalu memutar tubuhku hingga kami berhadapan, dengan posisi tangan nya masih melingkar di pinggang ku, kami saling bertatapan lalu Hadi mencium bibir ku sekilas, membuat wajahku memerah menahan malu, Hadi tersenyum menatapku lalu dia kembali mencium bibir ku, akupun membalas ciuman nya, Selang beberapa menit, kamipun melepas ciuman kami,


" Aku seneng banget sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, kita akan selalu bersama selamanya ", ucap Hadi sambil memeluk ku, akupun membalas pelukan nya,


" Aku kaya lagi mimpi deh Mas, sebentar lagi status aku berubah menjadi seorang istri, dan yang bikin aku tambah ga percaya, yang jadi suami aku itu kamu Mas, Laki-laki yang aku Cintai ", aku merasakan Hadi tambah mengeratkan pelukannya.


" Udah Malem Mas, aku tidur dulu ya ", sambungku sambil melepaskan pelukan Hadi, Hadi pun melepaskan pelukan nya,


" Kenapa ga tidur di sini aja Sayang sama aku", ucap Hadi sambil menggoda ku,


" Yang ada nanti kita ga jadi nikah loh, keburu Paman marah ", jawabku kesal,


" Ya ga mungkin lah sayang, malah aku Yakin Paman malah langsung nikahin kita kalo liat kita tidur satu kamar ", sahut Hadi,


" Ngaco aja, udah ah aku mau tidur, ngantuk ", jawabku, Lalu aku memeluk Hadi dan mencium Pipi Hadi sekilas lalu cepat-cepat keluar kamar, Hadi hendak menarik tangan ku tetapi langkahku lebih cepat membuat Hadi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" Kamu gemesin banget sih Rei, aku ga sabar buat nikahin kamu ", ucap Hadi.


Hari ini Pagi-Pagi sekali Paman ku, Hadi, Devan dan Aldo sudah keluar rumah untuk mengurus berkas-berkas yang harus di persiapkan, Devan dan Aldo memutuskan untuk ikut karena mereka sungkan jika di tinggal di rumah bersama para wanita, sedangkan Bibi, aku, Reni dan Dina membersihkan rumah dan pergi ke pasar membeli bahan-bahan masakan untuk besok, kami berbelanja seperlunya karena hanya mengundang tetangga terdekat rumah saja.


Jam 6 Sore, Paman dan yang lainnya telah sampai di rumah, dan kami pun telah selesai dengan pekerjaan kami dan sedang menunggu yg lain pulang untuk makan malam sambil mengobrol, lalu Bibi menyuruh mereka segera membersihkan diri, 30 menit kemudian kami sudah berkumpul di meja makan, kami makan dengan tenang, setelah makan, Paman mengajak kami ke ruang tamu,

__ADS_1


" Reina,,, Nak Hadi... besok kalian siap-siap ya, jam 9 pernikahan kalian akan di langsungkan, untuk surat nikah, belum bisa di keluarkan karena permintaan yg mendadak, itu tidak masalah, yang terpenting kalian sudah resmi menjadi suami istri dulu, urusan surat nikah bisa menyusul dan Paman yang akan mengurusnya, tetangga sekitar rumah juga tadi sudah Paman dan Bibi undang agar dapat menyaksikan pernikahan kalian", Ucap Pamanku memulai pembicaraan


" Baik Paman ", jawab Hadi dengan santai, berbeda denganku yang sangat gugup dan terlihat oleh teman-temanku,


" Rei... lo kenapa, dari tadi diem aja sih? ", tanya Reni,


" Iya Rei, kita perhatiin lo kaya ga semangat gitu sih hari ini ", timpal Dina, Hadi dan yang lain langsung melihat ke arahku menunggu jawaban,


" Reina Sayang, kamu kenapa Nak? ", tanya Bibi khawatir,


" Reina ga apa2 ko Bi, Reina cuma gugup aja buat acara besok, Reina juga ke inget sama ayah dan ibu ", jawabku sambil menunduk menahahan kesedihan ku, Hadi menghampiri ku dan duduk di sampingku, dia memeluk pundakku,


" Paman yakin Rei, kedua orang tua kamu pasti bahagia kalo kamu juga bahagia, dan kamu ga usah gugup, karena Paman tidak mengundang terlalu banyak orang, nanti kalo kalian sudah siap melangsungkan resepsi, baru Paman akan mengundang lebih banyak ", ucap Paman menenangkan ku.


" Baik Paman ",


" Rei... lo mau kemana, sini ikut gue sama Dina dulu, kita ngobrol sebentar ya ", pinta Reni, akupun mengangguk dan mengikuti Reni dan Dina ke dalam kamar yang mereka tempati, kamipun duduk di atas tempat tidur bertiga,


" Reina... gue ga nyangka deh, akhirnya lo besok nikah,,, ya ampun.. gue ikut seneng Rei, sahabat gue akhirnya bisa hidup bahagia ", ucap Dina sambil memelukku, Reni pun tak mau kalah, dia ikut memeluk ku, akupun membalas pelukan mereka,


" Terima kasih banyak ya Guys... kalian udah mau dateng kesini nemenin gue, gue bahagia banget punya sahabat kayak kalian ", sahut ku,


" Trus Rei, nanti kalo lo udah nikah, lo tetep tinggal di rumah kita apa pindah kerumah Hadi? " tanya Reni sambil melepas pelukan kami,

__ADS_1


" kalo gue sih pengen nya tetep di rumah, Mas Hadi tetep di rumah Mas Hadi, jadi bedanya kalo kita pacaran udah bebas mau ngapain aja ga takut di grebek pak RT he.. he.. he.. ", jawab ku asal,


" Yee dasar aneh lo Rei, mana mau Hadi kek gitu, yang ada dia bakal nempel terus kek prangko ", sahut Dina sambil tertawa,


" Tapi kek nya seru deh kaya gitu ", sahut ku,


" Lah trus nanti kalo lo hamil, orang-orang mikirnya lo hamil di luar nikah Rei, emang nya lo mau nunda punya anak? ", tanya Reni,


" Ya engga lah, gue ga mau nunda-nunda punya anak, kalo di tanyain orang-orang ya tinggal kasih liat bukti surat nikah gue lah, gampang kan? ", jawabku yang membuat mereka saling pandang karena merasa keinginan aku itu aneh.


" Emang dasar lo Rei, ga pernah bisa di ajak serius kalo ngomong, aneh banget dah sama jalan fikiran lo, ga faham gue sumpah ", Kesal Dina.


" ekhem... Reina Sayank, ngobrol-ngobrol nya udahan ya, udah malem, cepet tidur supaya besok ga kesiangan ", Tiba-tiba saja Hadi muncul di depan pintu kamar lalu masuk dan menarik tangan ku untuk keluar,


" Hei.. Hei.. enak aja lo Di main tarik-tarik gitu,, Sana-sana, biar gue aja yang anter Reina, kalo sama lo yang ada malah di tarik masuk kamar lagi ", cegah Reni sambil melepas tangan Hadi, aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka,


" ko lo tau sih Ren, sama apa yang ada di otak gue ", jawab Hadi asal sambil melepas kan tangan nya dari tangan ku, dan mengikuti langkahku dan Reni ke pintu depan.


" Dasar kalian ga ada yang waras ", Teriak Dina melihat kelakuan kami,


akupun sampai depan rumah Paman, dan Reni melepas kan tangan ku, di ikuti Hadi dari belakang,


" Udah Rei sana masuk, ayo Di, balik ke kamar lo ", ucap Reni sudah seperti satpam yang menjaga keamanan komplek, aku melihat Reni dan Hadi masuk rumah dan akupun masuk ke rumah Paman, aku langsung masuk ke kamarku dan tertidur.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2