Dialah Matahariku

Dialah Matahariku
Ch. 14. Dialah Matahariku


__ADS_3

Alfan, laki-laki yang baru dua bulan aku kenal. Dia adalah orang yang disukai sahabat baikku, Elsa. Aku harus bagaimana dengan perasaan ini? Dialah matahari yang datang menyinari hidupku yang gelap ini. Dia yang membuat aku bangkit dari kegelapan di dalam hatiku. Setelah mengenal Alfan, pandanganku tentang hidup mulai berubah.


Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi. Aku juga ingin mendekatinya sampai dia bisa menjadi milikku. Aku ingin dia selalu menuntunku untuk melewati kegelapan di dalam hidupku ini. Egoiskah aku, apabila yang aku inginkan adalah dia mau menerima perasaanku yang tak karuan ini?


"Shifa, gimana kabar kamu hari ini?" tanya Elsa.


"Lebih baik dari pada kemaren," ucapku enteng.


"Apa masalah kamu sama Reno sudah teratasi?" selidik Nela.


"Sudah dong. Aku sama dia udah putus. Kita berdua udah nggak ada kecocokan lagi."


"Jadi sekarang kamu cuma sama Dito doang?"


"Kayaknya aku juga bakalan putusin Dito, Sa. Aku lagi capek pacaran mulu," pungkasku serius.


"Kenapa? Tumben?" tanya Elsa lagi.


"Males aja."


"Mungkin karena selama ini kamu keseringan pacaran, jadi kamu udah mulai bosan, kan? Ya udah sih mending istirahat aja dulu biar hatimu lebih tenang. Malah kamu bisa fokus kuliah, ya kan?" tutur Nela. Nela memang sahabat yang paling enak diajak bicara. Pemikirannya nggak pernah ribet ketika menghadapi suatu permasalahan.


"Bener kata kamu, Nel, sudah saatnya aku fokus sama kuliah aku. Biar nilaiku juga tinggi, nggak pas-pasan mulu," ujarku menyetujui Nela.


"Aku tadi pagi telepon Krish, katanya dia dan Alfan ada waktu luang sore ini. Sepulang kuliah ayo kita samperin mereka di Cafe Deliche. Aku udah bilang ke Krish untuk mengajak Alfan," ajak Nela.


"Wahh.. bagus dong kalau begitu. Kita bisa seru-seruan bareng sama mereka berdua. Kapan lagi kita bisa seperti itu? Lagian di Cafe Deliche setahu aku disana juga ada tempat karaoke. Kita bisa pesan tempat disana supaya lebih privat," ucap Elsa bahagia.


"Selamat ya buat kalian berdua. Akhirnya kalian bisa double date, sekalian kalian bisa deketin mereka," ucapku sedikit cemburu. Aku baru saja mendapatkan masalah karena ulah Reno. Tapi kedua sahabatku malah bahagia karena usahanya pdkt membuahkan hasil. Apa mungkin aku cemburu karena Elsa bakalan bertemu dengan Alfan?


"Kamu juga ikut, Fa. Sekalian kamu bisa luapin emosi kamu ketika kita karaokean. Iya kan, Sa?"


"Iya, kamu ikut aja, masak kita berdua mau tinggalin kamu yang lagi sedih kayak gini sih."


"Nggak kok, nggak apa-apa. Aku takut kalau aku ikut, nanti malah jadi obat nyamuk lagi," tandasku serius.


"Kita nggak akan anggap kamu sebagai obat nyamuk lah. Kamu ini gimana sih? Kita kan udah sahabatan semenjak masuk kampus sini. Jadi kalau ada salah satu diantara yang lagi ada masalah, kita harus bisa saling menghibur."


"Udahlah ikut aja. Kalau kamu nggak ikut, nanti kita seret loh!" ancam Elsa.


"Iya-iya aku ikut, tapi yakin nih kalian nggak akan ngerasa awkward kalau ada aku?"


"Yakin!!" seru Nela dan Elsa.


Entah apa yang akan terjadi nantinya, yang pasti aku akan ikut ajakan kedua sahabatku. Semoga saja ekspresiku nanti tidak memperlihatkan dengan jelas kalau aku menyukai Alfan. Aku tidak siap jika Elsa dan Nela mengetahui perasaanku yang sesungguhnya.

__ADS_1


**********


"Halo!!" teriak Elsa dan Nela ketika memasuki ruangan yang sudah mereka pesan. Aku yang berada dibelakang sahabatku hanya tertunduk diam. Di dalam sana, sudah ada Alfan dan Krish yang juga sudah memesankan makanan serta minuman yang terlihat sangat enak. Melihat makanan di atas meja, membuat cacing diperutku bernyanyi nyaring.


"Sini.. sini.. masuk. Loh ada Shifa juga ternyata. Sini, Fa, kita udah pesenin makanan buat kalian. Kalau kalian merasa kurang, kalian bisa pesan lagi, kok. Hari ini aku yang traktir," sambut Krish panjang lebar.


Aku memilih duduk di kursi paling kanan, sedikit menjauh dari mereka. Aku berpura-pura memegang handphone-ku agar aku mereka tidak merasa kasihan terhadapku karena aku tidak punya gandengan.


"Kalian udah dari tadi disini?" tanya Nela. "Maaf ya kami terlambat. Dosen kami menyuruh kami menyelesaikan tugas saat ini juga, meskipun bel kampus sudah berbunyi tiga puluh menit yang lalu."


"Oh nggak apa-apa kok, santai aja. Hari ini kita berdua memang sedang ada waktu senggang. Makanya kita bisa ada disini sekarang. Iya kan, Pak Alfan?"


"Iya santai saja. Silahkan kalian mau makan apa terserah. Kalau mau pesan lagi, juga boleh kok," kata Alfan tersenyum. Aku menatap dia sekilas. Dan saat pandangan kami beradu, aku jadi salah tingkah sendiri. Aku langsung pura-pura fokus pada handphone yang aku pegang.


"Shifa, kamu kok diem aja. Kamu mau makan apa?" tanya Elsa.


"Aku terserah aja deh."


"Nih, nasi goreng sama chicken katsu kesukaan kamu. Nanti aku pesenin jus alpukat juga. Kamu makan yang banyak ya, biar kuat menghadapi Reno," ucap Nela. Dia memang sangat tahu makanan dan minuman kesukaanku. Tapi kenapa ada kata Reno dibelakang kalimat yang dia ucapkan?


"Siapa Reno?" selidik Alfan.


"Mantan pacar Shifa, yang kemaren baru dia putusin," ucap Elsa.


"Oh...."


"Nggak mau lah, lagi pengen sendiri. Capek aku kalau pacaran mulu."


"Ngapain dicariin? Dia masih punya satu kok," ucap Nela.


"Serius?? Jadi kamu yang selingkuh gitu?" tanya Krish.


Aku melihat ekspresi Alfan padaku. Sepertinya dia sama terkejutnya dengan Krish setelah mengetahui kebenaran tentangku. Agaknya aku sudah di cap jelek oleh Alfan, sekalian saja aku bersikap jelek juga. Lagian dari awal, aku sudah pesimis dengan harga diriku. Meskipun aku mencintainya, tapi Alfan tetaplah laki-laki yang terlalu sempurna untukku.


"Ceritanya panjang. Emang kalau aku selingkuh, salahnya dimana? Yang penting kan aku nggak selingkuh sama suami orang."


"Hari ini siapa yang mau nyanyi duluan?" tanyaku.


"Siapa ya? Kami berdua sudah bernyanyi tadi. Kalian saja silahkan," tawar Alfan.


"Kalau gitu aku saja yang bernyanyi. Karena suasana hatiku sedang buruk, aku ingin menyanyikan lagu Ailee," ucapku sambil memencet remote mencari lagu Ailee.


"Lagu Ailee? Siapa itu?" tanya Alfan.


"Penyanyi korea."

__ADS_1


Lagu yang kucari akhirnya ketemu. Aku pun bersiap untuk bernyanyi ketika musik mulai terdengar.


*Neol pumgi jeon alji moshaetda


Nae meomun sesang itorok


Chanranhan geoseul


(Sebelum aku memilikimu, aku tak tahu


Bila dunia yang kutempati


Secerah ini)


Jageun sumgyeollo daheun saram


Geop eopsi nareul bulleojun sarang


(Aku menggapaimu dengan helaan napas kecil


Inilah cinta yang memanggilku tanpa rasa takut)


Mopsido johatda


Neoreul jikyeobogo seollego


Useupge jiltudo haetdeon


Pyeongbeomhan modeun sungandeuri


(Aku sangat menyukainya


Mengamatimu, aku berdebar


Bahkan saat aku dengan konyolnya cemburu


Semua momen biasa itu)


Kamkamhan yeongwon


Geu oraen gidarim sogeuro


Haessalcheoreom niga naeryeotda


(Dalam sebuah kegelapan abadi

__ADS_1


Dalam penantian panjang itu


Kau datang seperti sinar matahari*)


__ADS_2