
Aku tidak menyangka, semenjak kejadian itu hubunganku semakin dekat dengan Pak Danu. Bukan karena aku mau 'ganjen' sama dia, tapi beberapa kali Mas Asrhaf mencoba menemuiku dan mengganggu hidupku. Saat itu, Pak Danu selalu ada untuk menolongku. Aku merasa kalau Pak Danu adalah orang yang dipilih oleh Tuhan untuk menjagaku.
Bukan hanya itu. Beberapa kali pula Pak Danu mengajakku bermain ke rumahnya. Setiap kali aku bermain ke rumahnya, Tante Anjani akan menyambutku dengan baik. Bahkan, memperlakukanku seperti anaknya sendiri. Aku merasa sangat dihargai di sini. Tante Anjani pun selalu mengajakku memasak atau sekadar membuat cemilan hingga membuatku merasa nyaman dan tidak bosan ketika sedang di rumahnya.
"Mama masak apa?"
Suara Pak Danu dari ambang pintu dapur membuat perhatianku dan Tante Anjani teralihkan. Entah mengapa, aku mendadak gugup dan jantungku pun berdebar kencang. Kulirik Tante Anjani yang sedang tersenyum semringah.
"Sup dan sambal tomat kesukaanmu. Juga ada ikan asin. Ini semua Ira yang masak, loh." Tante Anjani terlihat sangat antusias. Berbeda dengan aku yang justru malu-malu.
"Oh, jadi kau yang masak?" tanya Pak Danu. Kulihat lelaki itu berjalan mendekatiku. Membuatku makin gugup saja.
"Ti-tidak, eh bukan maksud saya, Pak. Saya hanya membantu Tante Anjani saja," sahutku grogi. Ya Tuhan, dekat dengan Pak Danu dan melihat lelaki itu sedang mencicipi sup buatanku, membuatku merasa seperti sedang ikut kompetisi memasak dan Pak Danu adalah chef Juna. Gagah, macho, dan raut wajahnya bikin deg-degan.
"Masa sih? Kenapa aku lebih percaya mama yang bilang kalau ini adalah masakanmu. Ini enak, kok." Pak Danu tersenyum.
Ya ampun, aku seperti terbang melayang tinggi mendapat pujiannya. Apalagi saat Pak Danu memintaku untuk mengambilkan nasi. Kami terasa seperti sepasang suami istri yang romantis.
Ciee
Oh, astaga. Aku berkhayal terlalu tinggi.
Setelah acara makan bersama, Pak Danu pun mengantar aku pulang. Banyak hal yang kami obrolkan. Dengan itu pula tanpa terasa hubungan kami menjadi kian dekat. Bahkan, sepeti tidak ada sekat antara bos dan karyawannya.
__ADS_1
Setibanya di depan rumah, tak lupa kuucapkan terima kasih karena Pak Danu sudah mengantarku. Namun, saat aku hendak bergegas turun, Pak Danu justru menahan tanganku. Membuat jantungku kembali berdebar kencang.
Ahh, sial sekali.
"Ke-Kenapa, Pak?" tanyaku gugup.
"Ira, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
Kutatap wajah Pak Danu yang menyiratkan sebuah keraguan. Entah mengapa, hal itu justru membuat hatiku mendadak was-was. Banyak hal buruk dan dugaan-dugaan yang kupikirkan.
"Mau bicara apa, Pak?" tanyaku memberanikan diri.
Aku masih menatapnya. Wajah tampan sang atasan. Kulihat dada Pak Danu perlahan naik, lelaki itu sedang menghirup napas dalam lalu mengembuskan dengan perlahan.
"Maaf, Ira. Sepertinya tidak jadi karena tidak pantas kalau aku membicarakan hal penting ini di sini sekarang," ujarnya.
Ya Tuhan, Pak Danu senang sekali membuatku penasaran.
"Memangnya apa yang akan Pak Danu katakan?" Aku harus menuntaskan rasa penasaran ini. Jangan sampai tidak bisa tidur karena memikirkannya.
"Tidak, Ira."
"Pak, katakan saja. Saya akan mendengarkan dengan baik. Jangan memikirkan pantas tidak pantas kalau ini tentang saya. Saya tidak apa-apa, Pak. Daripada saya penasaran." Aku mengulas senyum.
__ADS_1
Pak Danu lagi-lagi menghela napas panjang. Aku sampai heran. Mungkinkah apa yang akan dikatakan oleh lelaki itu adalah hal yang sangat berat.
"Ira ...."
Lagi-lagi Pak Danu diam.
"Setelah aku memikirkan semuanya dengan matang. Aku ingin mengatakan hal serius padamu. Ira ... apakah kau mau menikah denganku?"
Deg!
Jantungku serasa berhenti berdetak sekarang ini.
****
Assalamualaikum, Hallo, Bestie.
Lama tak jumpa kalian, nih. Maaf banget, ya. Karena ada sesuatu hal, selama beberapa hari ini Othor tidak bisa update cerita. Insya Allah, cerita ini akan berlanjut lagi. Semoga tidak ada halangan 🤲
Maaf ya, guys 🙏
Terima kasih atas dukungan dan kesetiaan kalian selama ini. Yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini. Othor ucapkan terima kasih banyak, guys 😘
Love you All 😘😘
__ADS_1