
Tak kusangka hidupku akan sebahagia ini. Kegagalan dalam berumah tangga yang selalu membayangiku kini sirna. Berganti rasa bahagia yang bahkan tidak pernah kubayangkan sebelumnya.
Memiliki suami yang sangat sayang padaku dan selalu memberi perhatian lebih. Ibu mertua yang menyayangiku seperti anaknya sendiri. Juga seorang buah hati yang sejak dulu selalu ku damba. Rasanya sungguh sangat sempurna.
Memang benar, ketika kita tidak lagi cocok pada sesuatu dan hati kita sudah tidak merasa nyaman. Jangan pernah takut untuk melepaskan. Kita pasti mampu dan Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik. Itulah yang kurasakan sekarang ini.
Kutatap wajah suamiku yang sedang tertidur lelap. Rasa lelah sepertinya sudah tidak dirasakan lagi. Setelah memiliki bayi, Mas Danu yang melakukan segalanya. Bahkan, ketika aku sedang kerepotan, ia tidak akan malu apalagi gengsi membantu mengganti popok dan menidurkan bayi kami.
Mas Danu benar-benar menjadi sosok suami dan ayah yang bertanggung jawab.
Di saat sedang asyik menatap wajah suamiku, aku tersentak ketika melihat Mas Danu membuka mata. Segera kupalingkan wajahku agar ia tidak menyadari kalau sejak tadi aku menatapnya.
"Kenapa kau belum tidur?"
Mas Danu menarik tubuhku masuk dalam dekap eratnya. Aku pun hanya menurut saja. Justru kutaruh tanganku di atas perutnya. Memeluk erat.
"Aku belum ngantuk, Mas," sahutku. Suaraku bergetar. Walaupun sudah hampir setahun menikah, tetap saja aku merasakan getaran yang hebat ketika sedang dalam posisi mesra seperti ini.
Kurasakan keningku yang menghangat. Mas Danu mendaratkan ciuman hingga membuatku langsung memejamkan mata. Aku bisa merasakan kasih sayang Mas Danu meski hanya sekadar lewat ciuman itu.
"Mas, terima kasih." Aku berbicara lirih.
__ADS_1
"Terima kasih untuk?" tanya Mas Danu.
"Kau sudah menyayangiku dan membuatku selalu merasa bahagia." Kupeluknya erat.
"Kau juga sudah membuatku bahagia. Menjadi istri yang baik dan penurut. Selain itu, kau juga sudah memberiku seorang bayi tampan." Mas Danu kembali mencium keningku.
"Aku pun bahagia karena itu. Semoga kita bisa menjadi keluarga yang bahagia selamanya. Tetap bergandengan tangan seberapa besar pun badai menerjang rumah tangga kita." Suaraku terdengar berat. Bayangan rumah tangga bersama Mas Ashraf yang gagal, kembali mengusik.
Ada sebersit rasa takut yang kurasakan. Takut jika suatu saat nanti harus kehilangan Mas Danu. Namun, di sisi hatiku yang lain meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Aku dan Mas Danu akan bersatu mendapatkan kebahagiaan.
"Semoga kita bisa bersama selamanya. Aku mencintaimu, Ira."
"Aku juga mencintaimu, Mas."
Kupejamkan mata. Dalam cahaya kamar yang remang-remang, Mas Danu meraih bibirku dan kami berciuman mesra. Bahkan, lidah kami saling berbelit satu sama lain. Hawa yang barusan dingin pun kini mulai menghangat dan perlahan memanas.
Namun, ketika kami sudah siap untuk beradu peluh dan des*h, putra kami justru menangis. mengurungkan niat kami yang hendak memadu kasih. Dengan segera, aku menyusui putraku yang terbangun.
"Sepertinya sekarang ini aku sudah punya saingan," ucap Mas Danu sambil mengelus pipi putra kami.
Aku pun terkekeh.
__ADS_1
Sungguh aku merasa sangat bersyukur karena Tuhan sudah memberi kebahagiaan yang sangat sempurna.
Terima kasih, Tuhan. Semoga Engkau selalu menjaga rumah tangga kami.
_TAMAT_
°°°°
Alhamdulillah. Kisah ini tamat, Bestie.
Mohon maaf jika ada kesalahan selama ini baik yang disengaja maupun tidak.
Terima kasih untuk yang selalu setia menemani Othor sampai kisah ini selesai 😘
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan kalian dan mampir juga di karya Othor yang lain. Jangan lupa follow aku othor agar bisa tahu kapan Othor bikin karya baru, ya, Bestie 😘
Yuk baca yang lain juga. Banyak karya Othor yang sudah tamat.
Besok Othor lanjut selesain kisah ini ya guys 👇👇👇
__ADS_1