Diantara Dua Pria

Diantara Dua Pria
pertengkaran


__ADS_3

Benny sudah selesai menikmati sarapan bersama Nia, pria itu tampak sedang bermain ponselnya.


"Aku tidak mau pulang ke rumah mu ya mas," kata Nia yang mengejutkan Benny.


"Apa maksud mu dek, kenapa kamu tak mau pulang ke rumahku, itu juga rumah mu," kata Benny.


"karena aku tak mau terus merasa stres, aku lelah mas, karena aku yang belum bisa hamil, itu malah membuat ibu mertua terus melayangkan ucapan pedas padaku, aku capek mas," kata Nia.


"bersabarlah, ibu memang begitu," jara Benny mencoba menjelaskan semuanya.


"tapi percuma mas, lihatlah bagaimana ibu begitu membenciku," kata Nia yang tak tahan lagi.


Benny pun hanya bisa menghela nafas, sebenarnya apa yang di katakan jika tak akan mudah.


"Baiklah jika itu keinginan mu, aku bisa saja mengajak mu pindah rumah, tapi kamu harus berhenti bekerja," kata Benny.


"Apa..."


Nia tak ingin berhenti kerja, pasalnya jika dia berhenti kerja, dia bisa saja makin di injek oleh ibu mertuanya.


Terlebih dia tak bisa dengan leluasa memberikan uang pada orang tuanya jika hanya menunggu gaji suaminya.


"Maaf... aku tak mau jika harus berhenti kerja, mas tau benar sangat sulit masuk kedalam pabrik sepatu itu, dan saat aku sudah nyaman dengan posisi ku dan gaji yang aku dapat, aku tak bisa melepaskannya begitu saja," jawab Nia.


"Tapi kenapa, apa uang bulanan ku kurang hingga kamu tak mau berhenti?"


"Bukan begitu, tapi aku tak mau hanya duduk diam saja sambil menggadahkan tangan saja," jawabnya yang memang selalu mandiri dari sekolah.


"Kalau begitu ya kita tetap tinggal di rumah itu, dan untuk mu tolong bersabarlah," kata Benny.


Nia tak bisa membantah lagi dan hanya bisa mengangguk, tak terasa waktu berjalan begitu cepat.


Nia sangat nyaman beberapa hari tinggal di rumah orang tuanya, karena mereka selalu menunjukkan kasih sayang.


Bukan Omelan atau omongan yang membuat kuping panas,tapi Benny tak betah di rumah mertuanya.

__ADS_1


Akhirnya hari ini Nia di jemput pulang ke rumah Benny, dan ternyata di rumah Nia sedikit kaget melihat ibu mertuanya yang tumben tak membagikan belanjaan miliknya.


"Kalau mau makan, ibu tadi sudah masak nasi dan lauk," kata Bu Sumini.


"Baik Bu terima kasih," jawab Nia yang memilih mandi dulu.


Setelah mandi, Nia melihat Benny sedang bermain ponsel, "lagi lihat apa sih mas?"


"Tidak ada kok, sudah ayo makan," ajak Benny yang langsung memasukkan ponselnya kedalam kantong.


Nia merasa heran, baru kali ini suaminya itu menyembunyikan ponselnya, padahal biasanya juga pria itu tak peduli.


Nia tak boleh suudzon pada suaminya, mungkin itu pekerjaaan, saat duduk di meja makan ternyata hanya ada telur dadar dan nasi.


Untunglah Nia memiliki sambal botolan jadi setidaknya mereka tak terlalu kasihan cuma makan itu.


"Mas besok kamu akan berangkat kirim kemana lagi?" tanya Nia yang memang sudah tau jadwal suaminya.


"ke Jogyakarta, mungkin beberapa hari, apa ada masalah?" tanya Benny.


"Kamu ini kenapa, padahal aku itu normal, jika adikku tidak bisa bangun itu baru aneh, kamu itu bikin orang kesal saja," bentak Benny


Nia terdiam, baru kali ini dia di bentak Benny, apa salahnya kenapa pria yang selama ini baik, tiba-tiba berubah begitu kasar padanya.


Padahal Nia hanya ingin kebaikan untuk mereka, terlebih kondisi dari Benny yang sebenarnya tak baik.


"maafkan aku mas, tapi tolong jangan marah," kata Nia.


"sudahlah, aku mau pergi keluar dulu, kamu istirahat saja,besok aku juga kerja," kata Benny yang meninggalkan Nia begitu saja .


Bu Sumini yang melihat pertengkaran itu sangat bahagia, wanita itu bahkan dengan senang hati menyaksikannya.


Karena jika terus seperti ini, Benny bisa bercerai dari wanita mandul seperti Nia dan mendapatkan wanita yang baik dan bisa memberinya anak.


Benny sampai di warung tempatnya dan teman-teman kampungnya ngumpul, bahkan para pria itu terlihat sangat heboh.

__ADS_1


Karena bos truk ini akhirnya datang, "tumben nih, bos truk kesini bukankah besok hari berangkat pagi," tanya salah seorang teman Benny


"memang kenapa kalau berangkat pagi, aku punya kernet yang bisa membantuku, sudahlah sekarang kita ngopi dulu ya," kata Benny yang terlihat berbeda dari biasanya.


Pemilik warung langsung memberikan kopi hitam pahit karena sudah tau kesukaan dari Benny


"Apa gak kasihan ini mas Benny, istri cantiknya di tinggalin sendirian, kasihan kan kesepian, padahal orang-orang ini semuanya pada ngincer istri mas Benny loh," kata mbak Rani penjaga warung.


"Lah kenapa, padahal ada janda seger di desa, masak gak ada yang minat," kata Benny tertawa membahas Aida.


"Prei ngarep mburu bro, turun mesin, siapa mau harus menghidupi dia dan tiga anaknya, lagi pula anak pertamanya udah gede begitu, dari pada emaknya kan mending anak gadisnya," kata temen Benny.


"Wong edan, tapi dia masih cantik loh," kata Benny yang masih menyodorkan mantan kekasihnya itu.


"Mata mu picek, Yo tua bro, orang sudah mau empat puluh kok muda, kamu itu jangan tergoda sana dia, meski dia itu gatel pada semua pria, kalau aku jadi kamu, ya milih istriku lah, sudah cantik, pintar nyari duit, mandiri, semox, bodinya ih... gak tahan, malah suka sama janda begitu, edan edan..." kata salah satu pria.


"Tau nih mas Benny, orang istrinya sudah sempurna kok mau lihat kebelakang, awas kesandung terus nyungsep mas," kata pemilik warung mengingatkan.


"Tau nih Benny," saut yang lain.


"Loh loh loh... aku itu loh bercanda, kenapa memangnya, lagi pula aku mah setia sama yang ini," kata Benny yang sedikit mulai sadar


Ya Benny tadi sempat tergoda dengan semua sapaan manis dari mantan kekasihnya itu.


Terlebih dia punya masalah dengan Nia, tapi sekarang dia sadar jika Nia dia tinggalkan.


Banyak pria yang siap memperebutkan istrinya itu, pasalnya Nia ini adalah masih muda, terlebih usianya juga baru dua puluh dua tahun.


Dibandingkan dengan mantan kekasihnya yang memang usianya tak terpaut jauh darinya.


Nia masih memiliki jalan hidup yang panjang, dan Benny harus selalu bersyukur karena dia sadar saingannya juga bukan orang sembarangan semua.


Pasalnya jika Nia jadi janda, maka di pastikan saingan Benny adalah pegawai hingga para juragan yang terus memuji kecantikan istrinya.


Bahkan ada yang terang-terangan ingin menjadikan Nia istri jika wanita itu sudah menjanda, itu pun jika Benny khilaf menceraikan Nia.

__ADS_1


__ADS_2