
Zafar sedang berlari dengan mengenakan jas hujan,dia baru saja pulang sekolah memilih untuk berjalan kaki karena sekolah tak jauh dari rumah kakeknya.
dia akhirnya sampai di rumah pak Amir dan ibu Sholihah, "assalamualaikum Mbah," panggil bocah yang baru kelas satu SD itu
"wa'alaikumussalam... aduh cucu tampan Mbah baru pulang sekolah, ayo mandi dan cepat makan, nanti kalau telat makan masuk angin loh," kata pak Amir.
"iya Mbah, tadi ayah dan bunda sudah pulang," tanya bocah itu.
"sepertinya sore nanti, memang kenapa Zafar?"
"kan Zafar kangen Mbah, masak iya di rumah sakit sampai tiga hari, terus baby Nisa juga di rumah eyang, memang bunda suka banget sih bikinin Zafar adik," kesal bocah tampan itu yang benar-benar memiliki wajah tampan ayahnya.
"astagfirullah Zafar, kenapa bilang begitu kan adik Zafar itu titipan Allah, banyak loh orang yang ingin punya anak tapi sulit, kenapa Zafar ngomong begitu," kata pak Amir.
__ADS_1
"habis nanti kasih sayang Zafar akan berkurang lagi Mbah, lihat saja sudah ada Nisa saja membuat bunda sangat repot,eh sekarang nambah adik lagi,"
"kan masih ada Mbah kung dan Mbah dok, jadi Zafar tak perlu sedih ya le," kata Bu Sholihah yang membuatkan makanan untuk bocah itu.
sedang di rumah sakit, sedang terjadi pergolakan besar, salah satu bayi kembar milik pasangan dari Dimas dan Nia tak bisa di selamatkan.
karena bayi itu mengalami gagal jantung, beruntung bayi satu lagi masih bisa bertahan, dimas menghubungi keluarga istrinya untuk meminta Bu Sholihah menjaga Nia yang masih dalam pengaruh obat bius.
Zafar yang sedang makan sampai ikut panik saat tau jika salah satu adiknya ada yang meninggal dunia."maafkan Zafar ya Allah..." tangis bocah itu yang tak mengira keluh kesahnya akan di balas berita menyedihkan seperti ini
bahkan ukurannya sama dengan boneka bayi milik adiknya Nisa, Dimas pun memberikan kekuatan pada putranya.
"sudah Zafar, Allah lebih sayang adek..."
__ADS_1
"tapi Zafar tak berniat begitu, Zafar cuma takut ayah dan bunda tak sayang Zafar, jadi Zafar cuma mengeluh, bukan meminta adik di ambil, maafkan Zafar ayah.."
"tidak nak, dokter memang bilang jika salah satu adik Zafar mengalami penurunan detak jantung saat di kandungan bunda, jadi ini takdir bukan karena Zafar, jadi mamas hanya perlu mendoakan saja ya," kata Dimas.
akhirnya bayi mungil itu sudah selesai di bersihkan, dan Zafar meminta izin untuk mengendong adiknya itu untuk terakhir kali.
dengan izin Dimas, akhirnya bocah itu yang mengendong bayi itu menuju ke makam desa.
dan setelah di makam kan, sebuah foto di kirim pada Bu Sholihah yang ikut terharu oleh tindakan kecil cucunya.
dia juga menunjukkan hal itu pada Nia, dan wanita itu tak menyangka putranya itu sudah besar.
hari berganti, Zafar sedang menjaga adiknya Nisa yang sedang bermain, saat mobil dari ayahnya datang.
__ADS_1
tentu saja dia langsung menyambut kedatangan keluarganya itu dengan semangat dan akhirnya dia bisa berkumpul dengan adik laki-lakinya yang baru di izinkan pulang oleh dokter.
dan sekarang keluarga Nia sudah bahagia bersama dengan putra putrinya dan tentu saja dia punya suami yang hebat seperti Dimas di sisinya.