Diantara Dua Pria

Diantara Dua Pria
untuk apa lagi


__ADS_3

Benny sampai di sebuah rumah yang di cat berwarna hijau kesukaan istrinya.


tapi di depan rumah itu ada sebuah sepeda motor Vixion terbaru, dan dia pun tau itu kemungkinan sepupu dari Nia


Benny mengetuk pintu, dan ternyata benar, Nia keluar bersama dengan Dimas.


pria yang di jodohkan dengannya, tapi kini mereka terlihat begitu akrab berdua.


"kamu juga ternyata selingkuh dengan pria ini, tak ku sangka kamu ini juga wanita buruk ya," kata Benny melontarkan ucapan yang tak jelas


"kamu bodoh, kenapa datang-datang bicara omong kosong, lagi pula aku dan Nia itu masih kerabat jauh, jangan kamu limpahkan kesalahan mu pada orang lain," kesal Dimas.


"sudah jangan bertengkar, mas mau apa datang kesini lagi, apa kurang penghinaan yang aku terima, hingga kamu mencariku seperti ini?" tanya Nia dengan suara yang terdengar sedih


"tentu saja tidak bisa, aku ingin mengajak mu kembali bersama ku, aku yakin kamu pasti mau karena jamu tak akan bisa menemukan pria seperti ku," kata Benny tanpa tau malu.


"kenapa, untuk melihat mu dan istri baru mu itu bermesraan, ya Tuhan... aku membayangkan kalian bermesraan di ranjang yang aku tiduri saja membuatku jijik," marah Nia.


"tapi untuk apa kamu tinggal di sini sendirian, jika kamu tak ingin kembali padaku, maka akan ku buat orang tua mu mendukung ku," kata Benny mengancam.


"ayolah bung, kamu itu sudah tak di hargai oleh semua orang di keluarga kami asal kamu tau, karena bagi mereka kamu itu cuma orang asing yang tak tau terima kasih, sudah di izinkan menikah putri berharga kami, bukan menjaga malah melukainya," kata Dimas yang membungkam Benny.


dia lupa jika dia memang dalam lima tahun ini, jarang sekali berkumpul dan menjadi bagian keluarga dari istrinya.


dia selalu beralasan sibuk dan berada di luar kota untuk menghindar, nyatanya dia merasa minder karena semua keluarga Nia itu sangat perfeksionis dan tak suka pada orang yang sok tau.


di tambah Benny ini seorang pria yang terbiasa bicara seperti orang tanpa sopan santun, karena lebih lama di jalanan di bandingkan rumah.


"baiklah, mulai sekarang aku talak kamu, ternyata kamu pun tak sebaik yang terlihat," kata Benny yang langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Nia terlihat tegar, tapi sebenarnya wanita itu sangat rapuh, Dimas menahan tubuh wanita itu agar tak jatuh ke lantai.


setelah Benny pergi dengan marah, Dimas mengendong Nia yang terlihat sangat terpukul.


Dimas tak percaya dengan apa yang di lakukan Benny, pria itu datang bukannya ingin minta maaf tapi malah makin melukai Nia sekejam ini.


Nia terisak di gendongan Dimas, "tenang dek, tak usah sedih seperti ini,untuk apa kamu menangisi pria bajingan seperti itu"


"salah ku apa mas, kenapa aku mendapatkan hal seburuk ini dalam rumah tanggaku, apa ini karena yang aku dapat karena aku menolak perjodohan dengan mu," tanya Nia yang masih terisak.


"tidak dek, ini bukan salah mu, hanya saja kamu itu terbutakan oleh cinta, ya pengalaman pertama membuat mu begitu tergila-gila, tapi itu bukan salah mu," kata Dimas menenangkan Nia yang masih memeluknya.


keduanya bahkan tidur di satu ranjang sambil berpelukan, karena saat ini Nia begitu rapuh.


"seandainya dulu aku mengikuti permintaan keluarga, pasti aku tak akan di kecewakan seperti ini ya mas," kata Nia yang makin terisak.


"terima kasih..." lirih Nia.


Dimas sudah tau kini dia adalah salah satu orang yang di butuhkan oleh Nia, dan dia bersumpah akan melindungi adiknya itu.


"dek, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Dimas yang masih penasaran dengan sesuatu.


"kapan kamu merasakan kepuasan saat melakukan s**," tanya Dimas yang membuat Nia kaget.


"apa mas, kenapa tanya seperti itu? itu hal pribadi," jawab Nia yang bangkit dan duduk sambil tampak gugup.


Dimas menyadari sesuatu, dia tau Nia tak ingin membahasnya lebih jauh, terlihat dari gerakan tubuhnya yang tak nyaman.


"maaf dek, ku kira kamu yang membuat suamimu itu selingkuh karena tak bisa membuatnya puas, apa aku salah," tanya Dimas memastikan sesuatu.

__ADS_1


sebenarnya Dimas tau jawabannya, tapi dia ingin mendengar langsung dari Nia.


"aku bahkan sudah sebulan ini tak pernah di sentuhnya, dia bilang selalu lelah, kemungkinan besar aku memang terlalu kuno, itulah kenapa aku di buang begitu saja," jawab Nia membuang muka dan menghapus air matanya.


"bukan kamu yang kuno, tapi dia yang tak sabar untuk mengajarimu, kamu dapat dia itu masih pertama, bahkan aku yakin kamu bahkan belum bisa berciuman dengan benar," kata Dimas yang merasa marah saat ingat Benny mendapatkan semua yang pertama di tubuh Nia.


tiba-tiba mending hitam dan hujan lebat turun dengan sangat deras, bahkan membuat keduanya kaget karena suara Guntur bersautan.


tiba-tiba lampu mati dan itu membuat Nia ketakutan, dia memeluk tubuh Dimas erat.


"jangan takut, aku di sini..."


"aku takut Gelap Dan suara petir," kata Nia yang tak mau melepas pelukannya.


Dimas pun mengangkat wajah Nia, dan mata keduanya saling bertatapan dalam.


bahkan karena mending terlalu hitam, membuat suasana seperti malam hari.


Dimas pun tergoda dan mulai mengecup bibir milik Nia dengan mesra.


Nia awalnya berusaha menolak, tapi Dimas menahan tangan wanita itu dan perlahan berhasil membuat wanita itu terbuai.


keduanya pun lupa daratan, bahkan Keduanya pun tanpa sadar sudah terjerumus ke dalam kubangan yang sama dengan Benny dan Aida.


keduanya terus melakukannya lagi dan lagi, bahkan kesedihan dan kesengsaraan itu sepertinya lenyap seketika.


akhirnya mereka berdua pun tidur sambil berpelukan setelah puas menikmati pelayanan satu sama lain.


bahkan Nia mengakui jika perbedaan antara kedua pria itu sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2