
Aida pura-pura jatuh di kamar mandi, dia jatuh dengan cukup keras hingga membuat semua orang panik.
dia mengeluarkan darah buatan yang dia bawa dari rumah dan memecahkannya tepat di antara kakinya.
"tolong!!" teriak wanita itu kesakitan.
otomatis Benny dan Bu Sumini langsung bergegas ke kamar mandi mereka kaget melihat Aida sudah terduduk bersimbah darah di lantai.
"sakit..." lirihnya menangis.
"kenapa kamu begitu ceroboh," kata Benny yang langsung mengendong wanita itu pergi ke Puskesmas terdekat.
untunglah keponakan aida adalah bidan di sana, dan dia meminta keponakannya itu berbohong masalah keguguran.
bidan itu keluar dan menemui orang-orang, "bagaimana keadaan cucuku?" tanya Bu Sumini.
"maaf Bu, Bu Aida mengalami keguguran, di tambah janin yang masih kecil, terlebih benturan itu cukup keras," kata Bu bidan.
mendengar itu Bu Sumini syok, wanita itu kaget pasalnya dia membuang menantu terbaiknya.
malah kini harus kehilangan cucunya yang bahkan belum lahir, sedang Benny juga tampak tak suka dan merasa buruk
Aida hanya bisa menangis sesenggukan,dia juga harus ikut berpura-pura terluka.
__ADS_1
"sudah Aida, ini bukan kesalahan mu, ini hanya kecelakaan..." kata Benny.
"tapi mas, aku ibu yang buruk. padahal mas dan ibu sangat mengharapkan anak ini," kata Aida dengan suara lirih.
Benny hanya bisa memberikan pelukan, sedang Bu Sumini tak terima jika aida tak bisa memberikan anak, untuk apa dia harus bersama dengan Benny.
sedang di rumah milik Nia, wanita itu seakan terus terbayang apa yang telah dia lakukan bersama dengan Dimas.
akhirnya dua memutuskan untuk pulang ke di ah orang tuanya, dan tak ingin tinggak.di sana saat ini.
kedua kakak Nia kaget melihat adiknya itu pulang, terlebih Nia membawa cukup banyak pakaian miliknya.
"ada apa ini Nia, kenapa jamu ke sini dengan keadaan seperti ini, jawab dek," kata Adi.
"baiklah ini rumah mu, dan untuk sementara jangan bilang orang tua kira ya, dan kapan kamu akan mengurus surat-surat perpisahan kalian," tanya Anas
"besok aku akan ke pengadilan untuk menggugat cerai dan menggugat harta gono-gini." kata Nia.
"mas dukung keputusan mu," kata Adi dan Anas.
keesokan harinya,Aida sudah di izinkan pulang tapi hanya Benny yang menjemputnya karena Bu Sumini sudah terlanjur kecewa.
sedang di sisi lain, Nia sudah berada di pengadilan agama untuk menyelesaikan pernikahannya bersama Benny.
__ADS_1
ternyata dinas ikut menemaninya karena dia mengundur keberangkatannya.
dia menunggui hingga selesai pendaftaran perkara, bahkan Nia sudah di minta untuk memikirkan lagi, tapi keinginan wanita itu sudah terlanjur bulat keinginan untuk bercerai.
setelah itu, pengacara yang akan membantu Nia pamit, dan pria itu adalah teman Dimas saat kuliah dulu.
sedang kini Dimas dan Nia pulang, tentu saja tak langsung pulang ke rumah Nia, tapi Dimas mengajak wanita itu ke rumah orang tuanya.
tentu saja Nia di sambut dengan hangat, bahkan Dimas seperti di cuekin.
hari ini penampilan Nia cukup sopan dengan gamis panjang dan jilbab lebar.
"maaf bude, ini akan ada acara apa?" tanya Nia yang melihat semua orang sibuk
"kami akan ada acara lamaran, untuk Sesa dan Wisnu, kamu kan tau mereka terlalu lama pacaran, jadi di putuskan Dimas akan di langkahi oleh adiknya itu," kata ibu dari Dimas.
saat Nia berbalik dia tak menemukan dinas, ternyata pria itu sudah ada di kamar miliknya.
ya karena ruang dapur cukup jauh dari ruangan tengah, mereka berdua pun tak akan ada yang memergoki meski melakukan apapun
terlebih rumah dari keluarga Dimas ini, dapur ada di dekat ruang tamu, sedang kabar ada di bangunan belakang.
jadi model rumah Dimas ini later U, dan kamar Dimas Persid di paling belakang karena pemuda itu menyukai ketenangan.
__ADS_1