
Dimas menatap jengkel pada Benny, dia langsung menghalangi pria tak tau diri ini.
pasalnya dulu dia yang menghina Nia saat akan bercerai, kini malah datang dengan tak tau malu ya.
"kenapa kemari, apa selingkuhan mu itu sudah tak berguna, dia itu mantan istri ku bukan istri mu lagi, apa kamu gagar otak," kata Dimas yang tak suka.
"aku tak ada urusan dengan mu, aku tanya ingin menjemput istri dan calon anak ku," kata Benny.
"kau gila Benny,dulu saat aku tak bisa hamil kamu membuat ku seperti boneka yang bisa di hina siapa pun, sekarang kamu mengatakan ini ansk ku, kemana anak mu dari Aida itu, bukankah dia begitu bangga dengan kehamilannya,"kata Nia yang marah.
"tidak dek, jaga amarah mu, tak pantas ibu hamil marah-marah seperti ini," kata Dimas.
"memang kenapa, dia sudah aku ceraikan karena keguguran, dan sekarang tak ada yang bisa membuat kita terpisah lagi,"
"tidak mau, aku sudah nyaman dengan hidup ku sekarang," kata Nia.
"kamu masuk ke mobil Nia, biar aku buat pria ini sadar diri," kata Dimas yang tak segan akan menghajar pria itu karena terus berulah.
__ADS_1
tanpa di duga Benny menonjok pipi Dimas hingga tersungkur, kemudian dia lari ingin menangkap Nia.
melihat Benny mendekat Nia langsung berteriak, "tolong aku... dia ingin menculik ku!!" teriak Nia yang memancing satpam pabrik.
tapi Dimas langsung menendang Benny hingga tersungkur, dia langsung menonjok Benny dengan membabi buta.
untunglah satpam-satpam pabrik datang dan memisahkan keduanya, Benny sudah babak belur di tangan Dimas yang memang memiliki stamina bagus.
bagaimana tidak, bekerja di lapangan yang penuh bahaya dia terbiasa dengan semua hal berat.
pria itu lari dan langsung menendang ******** Benny dengan keras hingga membuat pria itu tersungkur.
"sudah mas Dimas, tolong hentikan..." tangis Nia yang melihat kegaduhan itu.
"maafkan aku, ini peringatan terakhir kali, jika kamu masih mau menganggu Nia, maka aku akan membunuh ku, ingat itu," kata Dimas yang langsung mengajak Nia pergi.
Benny masih merasakan kesakitan luar biasa di bagian vitalnya, karena itu serangan telak.
__ADS_1
Dimas memikirkan kondisi Nia yang seperti ini, dan Benny yang mulai mengganggu wanita itu.
dia tak bisa berada jauh dari Nia, jadi dia memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri dan akan menemani Nia.
lagi pula dia sudah banyak usaha yang berjalan bagus, jadi untuk kedepannya dia tak perlu takut lagi.
"apa kamu mau beli sesuatu, maaf aku tadi hilang kendali, apa cinta ku ini baik-baik saja," tanya Dimas mengelus kepala Nia.
"mas kenapa bisa seperti tadi,kamu begitu terlihat menakutkan saat marah, bahkan tadi kamu menendangnya begitu keras, aku tidak pernah melihat dirimu seperti itu,"
"aku hanya ingin melindungi wanita yang aku cintai, dan sepertinya aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ku, dan mulai bisnis dan menjadi supir pribadi untuk mu," kata Dimas yang mengutarakan itu tanpa ragu.
"tapi apa mas tak takut jika aku memilih pria lain yang lebih kaya?"
"ha-ha-ha kamu belum tau ya, berapa kekayaan ku, meski aku bukan sultan, tapi jika untuk menghidupi mu dan anak kita nanti itu sangat cukup, meski kira punya sepuluh anak," kata Dimas yang tak bisa menahan tawanya.
"benarkah, aku tak percaya itu,"kata Nia
__ADS_1